Analisis Kredit: Pengertian, Proses dan Fungsinya

Analisis Kredit: Pengertian, Proses dan Fungsinya

Sebuah instansi baik bank atau lembaga keuangan lainnya tidak bisa serta merta meminjamkan uang atau menyetujui kredit seseorang begitu saja. Diperlukan proses yang mendalam sebelum sampai pada kesimpulan bahwa kredit telah disetujui. Proses ini biasa disebut dengan analisis kredit.

Apa pengertian dari kegiatan tersebut? Lantas seperti apa fungsinya dan juga tujuan dilaksanakannya analisis ini? Jika Anda penasaran, simak berbagai macam informasi penting mengenai analisis kredit berikut ini sehingga Anda dapat memahaminya dengan baik.

Pengertian Analisis Kredit

Menurut OJK, Analisis kredit adalah suatu proses yang paling sedikit mencakup penilaian atas watak (character), kemampuan (capacity), modal (capital), agunan (collateral), dan prospek usaha debitur (condition of economy). Selain itu, analisis kredit tidak boleh dijadikan suatu formalitas yang dilakukan semata-mata untuk memenuhi prosedur perkreditan atau pembiayaan.

Hal ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan terjadinya praktik penggelembungan (mark-up) yang dapat merugikan Bank.

Baca juga: 4 Perbedaan Kredit dan Pembiayaan yang Wajib Anda Ketahui!

Proses Analisis Kredit (5C)

Setiap bank atau lembaga keuangan yang menyediakan pinjaman dan kredit tentu sangat ingin menghindari yang namanya non performing loan (NPL) alias kredit macet. Risiko ini dapat hadir jika Anda tidak memastikan berbagai macam faktor peminjam alias debitur.

Demi menghindari risiko yang tidak diinginkan tersebut, maka proses analisis kredit diperlukan. Di sini Anda akan menilai dan menganalisis kelayakan dari suatu permohonan kredit demi menjamin pinjaman yang dikeluarkan aman sehingga dapat kembali dengan tepat waktu serta terarah di mana uang yang dipinjamkan digunakan untuk tujuan yang sesuai dengan permohonan debitur.

Dalam prosesnya, akan digunakan prinsip 5C. yaitu:

1. Character

Watak dan sifat nasabah menjadi salah satu poin penting dalam pertimbangan untuk bisa mendapatkan kredit. Diharapkan debitur mampu menunjukkan tanggung jawab terhadap jumlah dana yang dipinjam. Status lain seperti usia, pernikahan, riwayat tempat tinggal juga merupakan aspek penting lainnya pada prinsip penilaian ini.

2. Capital

Capital merupakan jumlah dana atau modal yang dimiliki oleh calon debitur. Semakin besar modal dalam perusahaan, maka analisis yang didapatkan berupa kesungguhan yang lebih tinggi dalam menjalankan usahanya untuk bisa melunaskan kewajiban. Kreditur akan merasa lebih yakin ketika mengonfirmasi pengajuan kredit tersebut.

Baca juga: Bagaimana Cara Melakukan Survey Kredit yang Baik Dan Benar?

3. Capacity

Kemampuan debitur dalam menjalankan usaha untuk menghasilkan laba guna membayar kewajiban pada kreditur adalah prinsip lainnya yang penting dalam analisis kredit. Selain itu mereka juga harus mampu memenuhi kebutuhan harian dari laba yang dihasilkan. Debt service ratio (DSR), debt burden ratio (DIR), nilai penghasilan berdasarkan slip gaji atau rekening tabungan menjadi salah satu cara untuk mengenali hal ini.

4. Condition

Bagaimana kondisi politik, sosial, ekonomi, budaya yang memengaruhi keadaan perekonomian juga bagian penting dalam kegiatan analisis kredit. Hal ini tentu akan memengaruhi kemampuan seseorang untuk bisa membayar kewajiban mereka terhadap kreditur.

5. Collateral

Collateral adalah barang atau objek yang dijadikan agunan agar bisa menerima kredit dari kreditur. Barang atau objek tersebut akan dinilai untuk menentukan risiko kewajiban finansial nasabah kepada kreditur. Namun pada KTA alias kredit tanpa agunan hal ini tidak diperlukan.

Baca juga: Teknik Penyelesaian Kredit Macet dan Contohnya

BI Checking Untuk Memperkuat Analisis Kredit

Nasabah debitur akan diberikan skor yang didasari pada catatan kolektibilitas. Rincian dari skor ini membantu menilai bagaimana riwayat kredit mereka sebelumnya. Skor yang digunakan berupa:

  • Skor 1: Kredit Lancar, artinya debitur selalu memenuhi kewajibannya untuk membayar cicilan setiap bulan beserta bunganya hingga lunas tanpa pernah menunggak.
  • Skor 2: Kredit DPK atau Kredit dalam Perhatian Khusus, artinya debitur tercatat menunggak cicilan kredit 1-90 hari
  • Skor 3: Kredit Tidak Lancar, artinya debitur tercatat menunggak cicilan kredit 91-120 hari
  • Skor 4: Kredit Diragukan, artinya debitur tercatat menunggak cicilan kredit 121-180 hari
  • Skor 5: Kredit Macet, artinya debitur tercatat menunggak cicilan kredit lebih 180 hari.

Itulah informasi mengenai apa itu analisis kredit, semoga hal ini bisa membantu Anda dalam memahaminya. Untuk memperlancar proses peminjaman kredit dari perusahaan Anda, gunakan aplikasi kredit ServIn dari AdIns. Dilengkapi dengan fitur filtering profil pelanggan dan penghitungan cicilan otomatis yang semakin mempermudah Anda dan juga para pelanggan.

Tunggu apalagi, cek informasi lebih lanjut di website kami sekarang juga!

Analisis Kredit, Analisis Kredit: Pengertian, Proses dan Fungsinya, Advance Innovations

Author :

Ad-Ins

Published date :

20 Juni 2022