Apa Itu Revolusi Industri 4.0?

Apa Itu Revolusi Industri 4.0?

Revolusi industri 4.0 adalah istilah yang semakin menggaung selama tiga tahun terakhir di Indonesia. Baik pemerintah maupun sektor swasta pun berlomba-lomba melakukan implementasi perubahan ini dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasionalnya. 

Namun sebenarnya, apa itu revolusi industri 4.0? Bagaimana awal mula revolusi industri 4.0? Apa saja yang menjadi elemen dalam sebuah revolusi industri 4.0?

Mengenal Revolusi Industri 4.0

Pengertian Revolusi Industri

Revolusi industri dapat diartikan sebagai perubahan yang dilakukan secara besar-besaran dalam kaitannya melakukan produksi barang. Sejarah memperlihatkan bagaimana manusia dalam melakukan pekerjaannya juga telah mengalami beberapa perubahan. Adapun poin penting dalam tiap perubahan ini adalah sebagai berikut.

Revolusi Industri 1.0

Ditemukan dan mulainya penggunaan mesin uap dalam proses produksi. Sebelumnya, manusia hanya mengandalkan otot, tenaga angin, dan tenaga air.

Revolusi Industri 2.0

Mulai digunakannya tenaga listrik yang lebih mudah dan murah untuk menggantikan mesin uap. Produksi massal dapat dilakukan lebih cepat dengan kuantitas lebih tinggi.

Revolusi Industri 3.0

Komputerisasi dan produksi menggunakan mesin dan robot meningkat pasca perang dunia kedua. Revolusi ini juga memperkenalkan perubahan data dari analog ke digital.

Revolusi Industri 4.0

Komputerisasi semakin diperkuat dengan kemunculan internet dan integrasi berbagai sistem. Aktivitas controlling dan monitoring juga dapat dilakukan secara otomatis dan remote dari jarak jauh sekalipun.

Untuk lebih memahami konsep revolusi industri 4.0, perhatikan ilustrasi berikut.

Perusahaan A merupakan manufaktur yang bergerak di bidang produksi air mineral. Perusahaan tersebut telah menerapkan teknologi industri 3.0 dengan membuat sistem aplikasi sederhana untuk masing-masing bagian (produksi, pemasaran, HR, dan sebagainya). 

Namun memasuki era 4.0, perusahaan A pun melakukan perombakan digital. Sistem di masing-masing bagian tersebut diintegrasikan menjadi sebuah sistem informasi manajemen yang lebih utuh sehingga memungkinkan pemilik atau pengguna sistem yang berkepentingan dapat melihat alur bisnis dari hulu sampai hilir hanya melalui satu platform saja.

Selain itu, A juga memasang sensor di sumber air yang memungkinkan petugas mengetahui kondisi di sumber atau mata air (seperti kebocoran pipa, kadar mineral, debia air, dan sebagainya) serta dapat melakukan tindakan tanpa harus datang langsung ke lokasi sehingga menghemat waktu, tenaga, dan biaya.

Berdasarkan penjelasan di atas, kesimpulan yang diperoleh untuk menjawab apa itu revolusi industri 4.0 adalah perubahan dalam memproduksi barang (maupun melakukan produktivitas berkaitan lainnya) yang memanfaatkan teknologi digital, integrasi, dan otomatisasi dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas produksi.

Teknologi Revolusi Industri 4.0

Sejak istilah Industry 4.0 pertama kali diperkenalkan di Jerman pada tahun 2011, dunia telah menyaksikan berbagai terobosan dalam bidang teknologi yang berujung pada transformasi berbagai sektor lainnya. Masyarakat kini sudah tidak asing dengan kehidupan digital, dan bahkan beberapa telah melihat kemungkinan dunia virtual sebagai ‘tempat hidup’ kedua mereka.

Berikut adalah beberapa teknologi yang dihasilkan dan berperan besar dalam Revolusi Industri 4.0

Internet of Things (IoT)

Internet of Things (IoT) bisa jadi merupakan salah satu buah karya Revolusi Industri 4.0 yang paling terkenal. Gambaran Industri 4.0 dimana mesin saling terhubung satu sama lain untuk meningkatkan produktivitas dan membantu manusia merupakan realisasi IoT.

Simpelnya, Internet of Things adalah teknologi yang memungkinan sebuah mesin atau teknologi lainnya melakukan hal-hal lain dengan bantuan teknologi atau mesin yang terhubung dengannya. Sebagai contoh, lini produksi di pabrik kini ditukangi oleh mesin yang terhubung dengan sebuah komputer dimana operator dapat mengatur proses produksi dari tempat yang jauh dari proses pembuatan.

Big Data

Istilah Big Data sendiri sebenarnya sudah muncul jauh sebelum Revolusi Industri 4.0 terjadi. Hanya saja, teknologi komputer yang dapat memproses dan memanfaatkan Big Data baru menjadi hal umum ketika Revolusi Industri 4.0 terjadi.

Big Data adalah istilah yang merujuk pada data yang memiliki karakteristik: volume atau jumlahnya besar, data-datanya muncul dengan sangat cepat, data-data tersebut memiliki keberagaman, dan terakhir data-data tersebut bersifat acak atau tidak beraturan.

Komputasi Awan (Cloud Computing)

Komputasi Awan atau Cloud Computing merujuk pada proses komputasi yang tidak dilakukan secara lokal pada mesin komputer yang digunakan tetapi pada teknologi Awan. Dalam Industri 4.0, teknologi Awan merujuk pada sebuah tempat penyimpanan yang dapat berupa komputer, atau bagian-bagian komputer yang berada di luar mesin komputer pengguna.

Misalkan, sebuah perusahaan sedang mengembangkan sebuah aplikasi yang membutuhkan ruang yang sangat besar. Tentunya, pengerjaan aplikasi tersebut tidak dapat dilakukan pada komputer pribadi, pun jika dipaksakan akan memakan tempat, waktu, dan biaya yang tidak kecil.

Pengerjaan aplikasi kemudian dapat dilakukan di awan, di mana perusahaan menyewa atau membeli sebuah mesin komputer yang berada di tempat yang terpisah yang memiliki ukuran penyimpanan yang lebih besar. Selain memberikan tempat dan tenaga tambahan, teknologi awan juga dapat mempermudah pekerja untuk mengakses file atau folder yang berkaitan dengan pengerjaan aplikasi dimanapun dan kapanpun.

Itulah dia beberapa contoh teknologi yang muncul dan berperan besar dalam Revolusi Industri 4.0. Dengan semakin canggihnya teknologi yang ada, bukan tidak mungkin beberapa teknologi di atas akan menghasilkan teknologi-teknologi lain yang kemudian akan menghasilkan teknologi lain yang lebih canggih.

Oleh karena itu, penting bagi siapapun, baik pribadi ataupun perusahaan, untuk memahami apa itu industri 4.0. Karena bukan tidak mungkin kalau Industri 4.0 akan menjadi titik awal bagi perubahan masif dalam kehidupan manusia yang tidak bisa kita bayangkan sebelumnya.

Revolusi Bisnis Anda Bersama Adins

Sampai saat ini masih banyak industri maupun instansi terkait yang masih memilih untuk bertahan dengan cara konvensional alih-alih segera mengadaptasi konsep 4.0. Adapun yang kerap menjadi alasan utama adalah besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk ‘modal awal’ revolusi 4.0.

Hal ini tidak sepenuhnya salah, mengingat investasi digital mayoritas memang besar. Namun, menyusun prioritas adalah kuncinya. Perusahaan tidak harus langsung menganggarkan nominal besar untuk melakukan pengeluaran capex. 

Beberapa penyedia jasa seperti AdIns justru dapat menjadi solusi opex teknologi 4.0 dengan berbagai produknya seperti penyedia layanan cloud indonesia, it project outsourcing, business intelligence software dan sebagainya.

Bahkan layanan aplikasi mobile dari AdIns Mobile pun memungkinkan kultur baru perusahaan yang lebih fleksibel seperti presensi via aplikasi di ponsel, pertukaran data secara real time antara supervisor dan petugas di lapangan, dan sebagainya. Dengan demikian, perusahaan tidak harus menggelontorkan dana besar untuk mulai mengakselerasi bisnisnya dengan menerapkan teknologi 4.0.

Baca juga:  Dampak Teknologi 5G Pada Mobile Customer Behavior

Pada dasarnya, era revolusi industri 4.0 tidak menghilangkan manusia sebagai komponen utama dalam proses bisnis, tetapi justru membantu manusia untuk melakukan produktivitasnya dengan lebih efisien dan efektif. Jadi, sudah siap untuk mulai bersaing di era Industri 4.0?

Author :

Ad-Ins

Published date :

20 Agustus 2020