Cloud Disaster Recovery – Definisi dan Manfaat

Cloud Disaster Recovery – Definisi dan Manfaat

Peran cloud computing telah diakui secara luas oleh banyak orang di era modern. Kemampuannya untuk menggunakan lebih sedikit ruang memori di penyimpanan komputer dapat berarti bahwa data penting dapat disimpan di cloud storage yang terhubung dengan internet. Hal ini membuat pengguna dapat mengakses penyimpanan data cloud saat dalam perjalanan. Namun, ada saat dimana serangkaian bencana teknologi menghambat penyimpanan awan (cloud storage). Dan disinilah peran Cloud Disaster Recovery ditekankan untuk menangani masalah ini.

Faktanya, cloud computing tidak sepenuhnya bebas dari risiko, risiko akan selalu ada dalam operasi cloud computing secara keseluruhan. Bencana yang bersifat teknis dan non-teknis sama-sama berbahaya dalam menjamin keamanan cloud storage. Data informasi pusat rentan terhadap berbagai risiko seperti downtime, kerusakan infrastruktur, kerugian materi, serangan cyber dan lainnya. Hal terburuknya adalah tidak ada yang dapat memperkirakan waktu dan lokasi yang tepat sebelum bencana ini terjadi di masa depan. Akibatnya, banyak yang beralih ke solusi yang ditawarkan oleh cloud disaster recovery untuk mengurangi ancaman ini.

Menurut definisinya, cloud disaster recovery adalah rencana yang menggunakan fitur internet dan cloud computing untuk mencegah hilangnya data dan mempertahankan operasi bisnis selama gangguan besar. Produk cloud computing populer seperti Microsoft Azure Storage dan Google Cloud Platform adalah beberapa contoh program jaringan cloud yang paling terkenal. Karena layanan ini ditujukan untuk kebutuhan bisnis, layanan cloud storage menawarkan program langganan penyimpanan data yang berbeda untuk penggunanya. Misalnya, perusahaan bisnis dapat memilih berbagai level berlangganan layanan Microsoft Azure Storage berdasarkan tujuan bisnisnya sendiri.

Karena layanan cloud storage menawarkan berbagai level penyimpanan dan fitur dari satu penyedia ke penyedia lainnya, perusahaan dapat menggunakan fitur ini untuk melakukan manajemen risiko. Manajemen risiko sangat penting bagi perusahaan untuk memastikan keamanan bank datanya, sehingga mereka mulai menggunakan layanan cloud storage. Selain itu, layanan cloud storage menawarkan serangkaian manfaat yang dapat meningkatkan hasil cloud disaster recovery.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan oleh rencana cloud disaster recovery untuk menjalankan manajemen risiko secara efektif:

  • Kemampuan lebih cepat untuk menyimpan data yang diperlukan 

Layanan cloud disaster recovery tingkat lanjut mengandalkan bandwidth internet yang tinggi dan I/O disk yang cepat untuk segera mengambil data. Hal ini memungkinkan pengguna untuk mengumpulkan data dengan cepat walaupun beberapa situs geografis bank data gagal menyediakan jaringan.

  • Memanfaatkan fitur redundansi geografis 

Menggunakan layanan cloud disaster recovery tingkat lanjut dapat membantu pengguna untuk memanfaatkan fitur redundansi geografis. Artinya, sistem cloud telah menyimpan data di banyak situs di seluruh dunia dan dapat dengan mudah mengumpulkan data dari salah satu situs ini. Dengan memiliki fitur ini, aspek manajemen risiko dapat terpenuhi karena data dapat diakses kapan saja, meskipun beberapa situs saat ini tidak dapat dijangkau.

  • Meningkatnya jumlah sumber daya yang tersimpan 

Layanan cloud disaster recovery menekankan jumlah penyimpanan yang sangat besar untuk keuntungan para penggunanya. Dengan memiliki fitur ini berarti bahwa pengguna dapat menghabiskan lebih banyak penyimpanan data daripada menggunakan penyimpanan data biasa.

Karena semua kualitas dan fitur yang ada di dalam sistem cloud disaster recovery, kadang-kadang dianggap mirip dengan Business continuity plan (BCP). Di permukaan, mereka menghadapi ancaman yang sama – masalah teknis, potensi bencana bisnis, dan sebagainya. Hingga tingkat tertentu, asumsi ini valid, meskipun tidak sepenuhnya benar. BCP menangani ancaman yang lebih luas untuk perusahaan, dan bencana teknis hanyalah salah satu bagian dari bahaya ini. Di sisi lain, rencana pemulihan bencana biasanya ditujukan untuk masalah teknis saja.

Hasil dari cloud disaster recovery ini lebih mendekati karakteristik rencana pemulihan bencana secara umum. Rencana pemulihan bencana akan membantu perusahaan menghadapi dan mengelola ancaman yang sedang berlangsung pada saat itu, sementara BCP mencegah ancaman tersebut sebelum terjadi. Dalam hal ini, cloud disaster recovery berupaya menjaga kemampuan perusahaan dalam memitigasi bencana teknis yang mengancam database cloud-nya. Bahaya yang dapat mempengaruhi departemen yang berbeda dalam sebuah perusahaan juga dipertimbangkan, meskipun tidak seluas peran BCP dalam hal ini.

Hal paling utama, cloud disaster recovery memiliki pendekatan yang berbeda dari cara BCP menilai dan mengelola ancaman terhadap perusahaan. Beberapa metode tersebut dapat dilihat di bawah ini:

  • Pencadangan dan pemulihan (Backup and recovery)

Sebagai cara paling mudah untuk menyimpan data, hal ini melibatkan pengamanan data di cloud dan mengumpulkannya kembali setelah bencana terjadi. Perusahaan perlu memperhatikan cloud disaster recovery dengan cermat untuk memastikan keberhasilan metode ini.

  • Pilot light

Di sini, perusahaan dapat menyimpan salinan database yang berharga di cloud setiap saat. Perbedaan metode ini dari yang pertama adalah metode ini merupakan fitur on-demand – yang artinya hanya dapat diakses ketika sistem gagal saat terjadi bencana.

  • Warm standby 

Metode ini hampir mirip dengan metode pilot light, hanya saja sekarang sistem cloud berjalan sepanjang waktu. Satu-satunya kelemahan dari metode ini adalah jumlah biaya pengeluaran yang harus dikeluarkan perusahaan untuk memastikan kelangsungan metode ini terus berjalan.

  • Multi-site 

Pendekatan multi-site akan menggunakan beberapa situs geografis untuk menyimpan salinan data jika terjadi bencana. Meskipun merupakan pendekatan yang paling mahal dari keempatnya, namun tetap sangat membantu perusahaan untuk mengambil data yang tersimpan secara instan.

Pada akhirnya, cloud disaster recovery merupakan bagian penting dari manajemen risiko untuk perusahaan yang menggunakan perangkat teknologi canggih. Rencana pemulihan ini menawarkan sejumlah besar manfaat bagi penggunanya. Meskipun agak mirip dengan BCP dalam memitigasi ancaman bisnis, mereka menghadapi berbagai jenis risiko dengan metode yang berbeda. Bisa dikatakan, cloud disaster recovery menyediakan cara bagi perusahaan untuk menyimpan data pada teknologi cloud tanpa harus merasa khawatir.

Pastikan kontinuitas bisnis Anda dengan aCloud. AdIns Cloud Indonesia Service Provider, aCloud Disaster Recovery as a Service (DRaaS) akan membantu Anda untuk mempersiapkan infrastruktur IT Anda untuk kemungkinan terburuk.