Tim Implementasi CONFINS Berlibur ke Belitung

Tim Implementasi CONFINS Berlibur ke Belitung

Belitung, 21-23 Juni 2019 – Tim implementasi CONFINS pergi berlibur ke Belitung selama tiga hari. CONFINS merupakan pelopor dalam penyediaan solusi sistem software bagi perusahaan finansial, terutama bisnis multifinansial. Diaktifkan oleh AdIns, CONFINS juga dilengkapi dengan saluran pengiriman dalam bentuk API (Aplication Programming Interface) terbuka yang memungkinkan kolaborasi dengan sistem lainnya.

Dalam CONFINS, karyawan didorong untuk bekerja dengan cerdas mengingat proses produksi yang berjalan tanpa henti. Hal ini merupakan alasan mengapa karyawan CONFINS pantas mendapatkan beberapa hari libur agar dapat menyegarkan tubuh dan pikiran mereka, yang akan mempengaruhi produktivitas mereka secara positif. Seluruh karyawan CONFINS mengikuti kegiatan ini dengan tingkat antusiasme yang tinggi.

Kegiatan tamasya perusahaan ini diselenggarakan untuk mengapresiasi seluruh karyawan CONFINS yang telah sukses mencapai target di tahun 2018. Selain itu, kegiatan ini juga dapat memberikan kesempatan bagi para pegawai untuk lebih mengenal AdIns, CONFINS, dan satu sama lain. Setiap peserta juga mendapat kesempatan untuk mengenal satu sama lain lebih dekat.

Frendy, salah satu peserta, mengaku bahwa tamasya kali ini membantunya melihat sisi menyenangkan dari para rekan kerjanya, yang sebelumnya tidak pernah ia lihat saat bekerja. Apalagi, tamasya tim implementasi CONFINS di Belitung kali ini dipenuhi dengan berbagai aktivitas yang menyenangkan. Aktivitas tersebut meliputi snorkeling di sekitar pantai Belitung dan permainan kuis yang menyenangkan.

“Sangat menyenangkan, terutama selama kuis karena kita dapat lebih mengenal satu sama lain,” kata Zaqy, salah satu anggota tim CONFINS yang mengikuti kegiatan outing tersebut.

, Tim Implementasi CONFINS Berlibur ke Belitung, Advance Innovations

Tim CONFINS juga memanfaatkan outing kantor kali ini untuk mengunjungi replika sekolah Laskar Pelangi, SD Muhammadiyah Gantong. Walaupun sekolah tersebut hanya sebuah replika, bangunannya tetap terlihat menyerupai sekolah yang diceritakan oleh penulis novel Laskar Pelangi, Andrea Hirata. Namun, secara fisik, replika SD Muhammadiyah Gantong tidak dalam kondisi yang baik. Hal ini terjadi kdarena beberapa bagian dari replika sekolah tersebut dibangun menggunakan material yang digunakan pada sekolah asli, yang kini telah dibongkar.