Mengidentifikasi Debt Collector Nakal  dan Cara Menghadapi Mereka

Mengidentifikasi Debt Collector Nakal dan Cara Menghadapi Mereka

Istilah debt collector atau penagih utang mungkin tidak selalu memunculkan kesan yang baik bagi sebagian orang. Meskipun penagihan utang adalah profesi yang legal di dunia keuangan, istilah itu sendiri mungkin terdengar berbahaya atau mengerikan. Kesan ini berasal dari pengalaman buruk beberapa orang dalam berurusan dengan kolektor ini dan cara kolektor “bertindak” pada masa itu. Debt collector biasanya distereotipkan tidak sopan, berdarah dingin, tidak berperasaan dan banyak kepribadian buruk lainnya dalam pekerjaan mereka. Namun, bagaimana jika stereotip ini benar di sebagian debt collector nakal? 

Seperti disebutkan sebelumnya, penagihan utang adalah kegiatan yang sebenarnya legal di dunia keuangan. Keberadaan debt collector diperlukan untuk memastikan bahwa pelanggan dari lembaga keuangan akan patuh dan membayar utang yang mereka miliki dari perusahaan-perusahaan ini. Selain itu, karena debt collector adalah bagian dari lembaga-lembaga ini, mereka harus mengikuti peraturan dalam mengumpulkan hipotek sebanyak mungkin. Peraturan-peraturan ini akan mengatur debt collector agar tidak berlebihan ketika berurusan dengan pelanggan nakal. Meskipun beberapa pelanggan mungkin sulit untuk dihadapi, debt collector tidak berada di atas hukum, dan mereka perlu melakukan penagihan utang yang sah menurut hukum sebagai bagian dari uraian tugas mereka. 

Namun, dalam beberapa kasus hal ini tidak berlaku bagi beberapa debt collector. Secara hukum, debt collector yang bekerja untuk lembaga keuangan adalah orang-orang yang telah dipilih dan disaring khusus untuk penugasan ini. Hal ini berfungsi sebagai metode seleksi untuk memastikan bahwa hanya orang-orang terpercaya yang bisa menjadi debt collector. Sayangnya, beberapa debt collector menyalahgunakan posisi mereka untuk keuntungan mereka. Meskipun debt collector dapat memperoleh bagian keuntungan dari pembayaran utang secara legal, beberapa dari mereka dengan sengaja memeras para debitur untuk mendapatkan uang tunai tambahan. Ini dicontohkan dalam debt collector yang mengambil barang berharga debitur tanpa persetujuan mereka. 

Hal ini terutama bermasalah karena mengambil barang-barang berharga debitur secara paksa tidak setara dengan metode pembayaran utang yang seharusnya. Meskipun barang-barang berharga ini mungkin memiliki nilai keuangan yang sama dengan uang sebenarnya, mereka memiliki status yang berbeda bila dibandingkan dengan uang tunai dan karenanya tidak dapat digunakan sebagai pengganti uang. Oleh karena itu, mengambil barang-barang berharga ini berada di luar wewenang yang dimiliki oleh debt collector, dan hal tersebut ilegal. Tindakan ini sama kriminalnya dengan mencaci maki dan mengancam debitur melalui cara verbal dan non-verbal, yang merupakan kebalikan dari peraturan debt collector yang ada. 

Karena lembaga keuangan masih mengandalkan debt collector untuk menerima pembayaran jatuh tempo dari debitur, uraian pekerjaan akan bervariasi tergantung dari atasan mereka. Debt collector lepas, misalnya, adalah mereka yang mencurahkan layanan dan waktu mereka untuk menagih utang di bawah pemberi kerja perorangan. Mereka tidak memiliki kontrak kerja yang mengikat seperti rekan-rekan mereka dari perusahaan pembiayaan dan tidak berada di bawah peraturan yang ketat. Dalam melakukan pekerjaannya, debt collector lepas biasanya mengandalkan kendaraan mereka untuk menemui para debitur dan keterampilan komunikasi mereka dalam berurusan dengan debitur.  

Di sisi lain, uraian tugas debt collector leasing lebih kaku dan terorganisir jika dibandingkan dengan rekan freelance mereka. Perusahaan multifinance adalah perusahaan dengan catatan integritas dan kepercayaan, karena itu mereka harus mematuhi undang-undang yang berlaku untuk bekerja. Hal iIni memiliki efek signifikan pada cara mereka mengelola debt collector di bawah naungannya. Karena lingkungan kerja di perusahaan-perusahaan ini formal, kolektor perlu perizinan yang tepat dan izin untuk melakukan tugasnya. Mereka tidak diijinkan untuk mengancam dan mencaci maki para debitur dengan segala cara untuk menjamin kesediaan pelanggan untuk membuat kesepakatan dengan mereka. 

Karena kita telah mempelajari keberadaan debt collector yang tidak bertanggung jawab, apa yang bisa kita lakukan untuk menghadapinya? Meskipun layanan debt collector dari perusahaan leasing tidak banyak digunakan dalam bulan-bulan ini, pelajaran ini dapat membantu kita semua jika kita harus berurusan dengan salah satu dari mereka. Pertama, adalah hak para debitur untuk mengeluh tentang cara-cara paksaan debt collector untuk membayar utang. Meskipun para kolektor memiliki wewenang untuk mendorong debitur membayar hutang, mereka masih harus mengikuti peraturan atasan mereka untuk menjamin diskusi yang legal antara kedua belah pihak. 

Kedua, debitur dapat mengajukan pengaduan ke lembaga otoritatif yang ada jika lembaga keuangan tidak merespons. Dalam kasus di mana lembaga keuangan berusaha untuk melindungi integritas debt collector mereka, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau financial service authority (FSA) adalah alternatif bagi debitur. Karena OJK berfungsi sebagai lembaga otoritas yang diakui secara nasional dalam masalah keuangan, semua perusahaan pembiayaan yang ada harus mematuhi hukum mereka. Baik melalui pengaduan online atau langsung datang ke kantor, OJK akan memberikan cara bagi debitur menghadapi debt collector ini.  

Akhirnya, baik pelanggan atau perusahaan dapat berurusan dengan debt collector nakal. Tidak ada debt collector nakal yang berada di atas hukum, sehingga debitur tidak perlu takut berurusan dengan kolektor ini. Pelanggan juga memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan terbaik dari perusahaan-perusahaan ini, jadi wajar bagi mereka untuk mengeluh kapanpun mereka merasa tidak nyaman dalam menggunakan layanan perusahaan. Selain itu, berurusan dengan debt collector nakal dengan segera akan mengurangi kemungkinan kerugian membiarkan mereka lari dari perbuatan melanggar hukum. 

AdIns Mobile menjawab tantangan untuk mengontrol, mengelola, dan memonitor kolektor lapangan Anda dengan efektif di dalam proses collection dengan cara melengkapi kolektor Anda dengan Mobile Collection. Aplikasi debt collector ini akan membatasi uang cash, terintegrasi dengan printer bluetooth, dan Anda dapat melihat aktivitas mereka dari dashboard monitoring

Author :

Ad-Ins

    Published date :

    03 Desember 2020