KEAMANAN PUSAT DATA DOKUMEN

KEAMANAN PUSAT DATA DOKUMEN

Karena perusahaan lebih mengandalkan internet untuk melakukan lebih banyak tugas, mereka memerlukan banyak data dan informasi untuk mendukung uraian pekerjaan mereka. Data ini dapat mencakup laporan penjualan, rencana bisnis, rencana pemulihan, kesepakatan bisnis, dan dokumen penting lainnya yang sifatnya penting. Dari sini kita bisa melihat bagaimana data digital menjadi komoditas dan mata uang utama bagi perusahaan guna meningkatkan produktivitas dan laba di era modern ini. Karena itu, satu pelanggaran keamanan dapat secara signifikan mengganggu alur kerja perusahaan dan membuat keamanan sistem mengalami kekacauan. 

Untuk mengatasi masalah ini, sekuritisasi pusat data dokumen menjadi prioritas utama bagi perusahaan dan institusi yang mengandalkan dokumen digital. Pergeseran ini menandai batu loncatan bagi perusahaan di era digital, di mana mengamankan informasi pribadi perusahaan sama pentingnya untuk menopang bisnis mereka. Biasanya, perusahaan mengandalkan komputasi awan (cloud computing), sistem berorientasi layanan, dan operasi pusat data untuk mengelola database informasi mereka secara keseluruhan. Dengan demikian, perusahaan harus mempertimbangkan masalah keamanan karena gangguan pada satu bagian dapat membahayakan keamanan infrastruktur berbasis teknologi lainnya. 

Dalam hal ini, membangun operasi keamanan berlapis sangat vital bagi perusahaan. Sebuah pusat data dokumen berisi semua dokumen penting dan rahasia perusahaan, sehingga masalah keamanan ini harus menjadi prioritas. Meskipun pemerintah pusat dapat mengambil peran dalam membuat kebijakan tentang keamanan teknologi digital, perusahaan tersebut harus melakukan prosesnya sendiri. 

Ada beberapa dampak jika perusahaan tidak mengamankan pusat data dokumennya sendiri: 

  • Kehilangan dokumen digital rahasia 
  • Hilangnya kepercayaan pelanggan dari pelanggan dan klien 
  • Hukuman atas ketidakmampuan untuk mengikuti peraturan industri (ISO 27001: 2013, SAE 18) 

Dari dampak ini saja, perusahaan dapat mengalami kerugian finansial, hukum, dan non-material yang signifikan. Jadi, bagaimana perusahaan dapat mengamankan pusat data dokumen pribadi mereka agar tidak rentan oleh berbagai ancaman siber? 

Untuk melakukannya, ada beberapa langkah yang bisa diambil: 

  • Menerapkan pengamanan (pengamanan fisik dan virtual) 

Meskipun pelaku kejahatan siber biasanya membobol jaringan sasarannya dengan cara digital, penting bagi perusahaan untuk mengamankan pusat data dokumennya melalui sarana fisik. Aktor manusia dianggap sebagai penyebab paling berdampak di balik pelanggaran keamanan. Contohnya orang yang berpotensi dapat mengambil informasi rahasia dari pusat data dokumen fisik itu sendiri. 

Untuk menegakkan keamanan melalui sarana fisik dan virtual, perusahaan dapat melakukan beberapa hal: 

  • Memperkuat pusat data 
  • Pemeliharaan lingkungan (suhu, keandalan infrastruktur, dll.) 
  • Hosting pusat data pribadi 
  • Melakukan langkah-langkah pemantauan jaringan 

Bersamaan dengan tahap sebelumnya, perusahaan harus terlibat langsung untuk bertanggung jawab atas pemantauan jaringan dari pusat data dokumennya. Tindakan pemantauan jaringan yang kuat dan tepat dapat membantu perusahaan secara langsung memantau dan memutuskan tindakan keamanan terbaik. Untuk melakukan ini, perusahaan harus memperhatikan semua pihak yang sedang menggunakan pusat data dokumen beserta dengan transaksi datanya. 

  • Memanfaatkan alat keamanan terbaik dan relevan 

Menggunakan alat keamanan terbaik merupakan hal wajar bagi sebuah perusahaan. Untuk melakukannya, perusahaan dapat menggunakan beberapa opsi populer seperti: 

  • ACLs (Access Control List) 

Mekanisme pemfilteran ini memberikan izin atau penolakan lalu lintas data. Ada dua jenis ACL, versi standar dan versi diperpanjang (yang menyediakan lapisan keamanan tambahan). 

  • Firewall 

Perangkat pemfilteran ini memisahkan segmen LAN sekaligus memberikan tingkat keamanan yang berbeda, sehingga segmen yang diprioritaskan dapat diamankan dengan signifikan dibandingkan dengan segmen jaringan yang tidak diamankan. 

  • Intrusion detection system (IDS) 

Sistem waktu-nyata ini mendeteksi penyusup dan aktivitas mencurigakan sebelum melaporkannya ke manajer keamanan jaringan. Sistem bekerja dengan sensor yang berfungsi untuk mengamankan pusat data dokumen dari pendeteksian intrusi. 

Pada akhirnya, pusat data dokumen yang aman dan andal dapat secara signifikan membantu perusahaan dalam menyimpan semua dokumen penting di tempat yang aman. Sebuah pusat data baik dalam bentuk fisik maupun virtual harus selalu diamankan agar perusahaan tidak mengalami kerugian nantinya. Dengan langkah yang tepat, membuat pusat data agar tetap aman bisa dilakukan secara efektif. 

Author :

Ad-Ins

Published date :

19 April 2021