fbpx

AdIns | BRI Finance Telah Menemukan Peluang Baru Ditengah Pandemi

AdIns, dengan 20 tahun pengalaman sebagai pelopor teknologi dan digitalisasi di perusahaan pembiayaan di Indonesia, berkomitmen untuk memberikan kontribusi positif dalam mendukung perkembangan industri pembiayaan di Indonesia baik kepada klien, internal, maupun masyarakat. Salah satu bentuk kontribusi mereka adalah melalui acara Ngopi, “Ngobrol dengan Pelaku Industri,” yang membahas pengalaman perusahaan pembiayaan selama pandemi.

Dalam edisi terbaru, AdIns mengundang dua narasumber dari BRI Finance, Ibu Azizatun Azhimah dan Bapak Ari Prayuwana, untuk berbicara tentang perubahan dan cara menghadapinya. Dalam diskusi ini, BRI Finance berbagi wawasan mengenai bagaimana mereka menangani dampak pandemi dan beradaptasi dengan perubahan dalam industri pembiayaan.

BRI Finance mengatasi masalah VUCA saat Pandemi

Di tengah tantangan pandemi yang terjadi, VUCA (Volatile, Uncertain, Complex, dan Ambiguous) menjadi salah satu bentuk tantangan yang melanda perusahaan Multifinance. Menurut pandangan Ibu Azizah, beliau menggambarkan situasi ini sebagai turbulensi yang tidak stabil dan rentan, mirip dengan pengalaman dalam pesawat. Perubahan menjadi keniscayaan, terutama dengan lonjakan perkembangan internet yang mempercepat segala hal.

VUCA mengacu pada ketidakstabilan, ketidakpastian, kompleksitas, dan ketidakjelasan dalam lingkungan bisnis. Perusahaan harus beradaptasi, seperti yang terlihat selama awal pandemi di mana banyak perusahaan Multifinance mengalami penurunan (shrinking), tetapi mereka harus menyesuaikan diri.

Upaya untuk mengatasi VUCA melibatkan langkah-langkah seperti bekerja dari rumah (WFH) dan dari kantor (WFO). Namun, menurut Ibu Aziza, pandemi telah menciptakan peluang, dengan konsumen sekarang diarahkan melalui BRIF sebelum mencapai BRI induknya, dan kerja sama dengan AdIns telah memungkinkan penggunaan teknologi canggih dalam bentuk aplikasi.

Ini merupakan wujud dari bagaimana perusahaan dapat mengurangi kontak fisik sambil tetap memenuhi kebutuhan pelanggan. VUCA mungkin tidak dapat dihindari, tetapi, seperti yang diungkapkan oleh Ibu Aziza, jika dikelola dengan bijak, VUCA bisa menjadi peluang untuk pertumbuhan dan inovasi bagi perusahaan Multifinance, yang akan memungkinkan mereka untuk tetap bersaing dalam lingkungan yang terus berubah.

Perubahan-perubahan yang terjadi di BRI Finance

Bagi BRIF, untuk menghadapi dinamika bisnis yang terus berubah, manajemen telah menyetujui transformasi digital sebagai kunci dalam mengatasi ketidakpastian. Tidak hanya transformasi digital, perubahan yang dilakukan di dalam BRIF juga mencakup transformasi proses bisnis dan sumber daya manusia perusahaan.

My BRIF yang merupakan salah satu bentuk transformasi digital di BRIF. Diperkenalkan pada tahun 2020 sebagai awal perjalanan yang bertujuan untuk memudahkan pelanggan dalam melakukan transaksi di mana pun. Pembuatan aplikasi My BRIF memiliki tujuan utama, yaitu memperkuat manajemen risiko dan mempermudah prosess collection, sehingga BRIF dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Meskipun My BRIF masih dalam tahap awal, BRIF telah memahami bahwa mereka harus terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi yang terus berlanjut. Mereka telah menjalin kemitraan erat dengan AdIns untuk mempersiapkan dan mengimplementasikan transformasi digital di seluruh organisasi. Jejak digital konsumen telah menjadi kenyataan, dan BRIF sedang berfokus pada otomatisasi dan pelacakan.

Dalam konteks koleksi, mereka memahami pentingnya tidak hanya menangani banyak transaksi, tetapi juga memfokuskan perhatian pada akun dengan risiko tinggi. Pendekatan ini melibatkan pengiriman penagih ke akun-akun tersebut, sehingga mereka dapat mengelola risiko dengan lebih efektif.

BRIF memiliki tekad kuat untuk mencapai keberhasilan dalam mengelola My BRIF, terutama dalam hal koleksi, dengan memanfaatkan teknologi dan fokus pada manajemen risiko yang cermat.

Pelanggan adalah raja

Sebagai seorang pemimpin dalam perusahaan, Ibu Azizah dengan tegas menyetujui bahwa, “Customer is the king,” menekankan pentingnya mengubah orientasi bisnis dari apa yang mungkin pelanggan butuhkan menjadi apa yang benar-benar mereka perlukan. Konsumen yang dulunya pasif kini memiliki peran kunci, mirip seperti netizen yang memiliki pengaruh besar melalui ulasan dan review terhadap perusahaan. Mereka menginginkan pelayanan yang prima dan responsif, dan itulah yang dapat memenangkan hati pelanggan.

Pak Ari, menambahkan bahwa terdapat dua fungsi utama IT: pengembangan produk langsung dan survei pasar. BRIF, yang hadir pada tahun 2020, telah melakukan survei kecil-kecilan untuk memahami kebutuhan pelanggan. Mereka berkomitmen untuk menghadapi perubahan dengan berani, menyadari bahwa apa yang telah ditetapkan tidak selalu tetap, seperti yang diungkapkan oleh Pak Johnson, associate director di AdIns, “percaya bahwa keberhasilan pelanggan juga berarti keberhasilan kita.” Dalam dunia bisnis yang terus berubah, orientasi yang benar-benar berpusat pada pelanggan adalah kunci untuk mencapai sukses jangka panjang.

BRIF telah menetapkan visi ambisius dalam hal benchmarking. Mereka bertujuan untuk menjadi perusahaan multifinance (MF) yang unggul dalam memberikan fasilitas lengkap, melebihi pesaing-pesaing mereka. Tujuan ini adalah untuk memberikan pelanggan pengalaman yang tak tertandingi dan pelayanan yang komprehensif melalui BRIF.

Namun, kesuksesan tidak hanya bergantung pada infrastruktur dan layanan perusahaan, tetapi juga pada tim internal yang mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan. Mereka menyadari bahwa tenaga kerja yang terjun ke lapangan harus memiliki “growth mindset,” semangat untuk terus belajar, berkembang, dan meng-upgrade diri mereka sendiri sesuai dengan perkembangan yang terjadi dalam industri.

Dengan fokus yang kuat pada pemberian layanan unggul dan peningkatan kemampuan tim internal, BRIF bertekad untuk mencapai standar tertinggi dan menciptakan dampak positif dalam dunia multifinance.

Pak Frans dengan tegas menyatakan persetujuannya terhadap pendekatan yang menekankan orientasi pada pelanggan, dengan poin berfokus pada kecepatan dan kelincahan. Menurutnya, lebih baik memberikan solusi dengan cepat, bahkan jika tidak sempurna, dibandingkan menunda pengiriman yang sempurna namun terlambat. Dia memberi contoh perkembangan Gojek yang pada awalnya mungkin tidak sempurna, tetapi terus berkembang seiring waktu.

Fokus utama adalah memenuhi kebutuhan pelanggan dengan tepat waktu dan efisien, yang pada akhirnya membantu perusahaan untuk tumbuh dan berkembang dalam dunia yang terus berubah dengan cepat. Hal ini mencerminkan pentingnya kelincahan dan kecepatan dalam memenuhi ekspektasi pelanggan.

Perencanaan masa depan oleh BRI Finance

Rencana ke depan BRIF sangat jelas – mereka ingin membangun fondasi yang kuat dan memperkuat fundamental mereka. Hal ini mencakup pengembangan relationship manager yang mampu mengatasi berbagai tantangan dan menyatukan seluruh nasabah BRI di seluruh Indonesia.

BRIF memiliki tekad untuk tetap berubah dan berkembang dengan menghadapi perubahan yang terus terjadi dalam lingkungan bisnis. Lebih dari itu, BRIF ingin menjadi jawara dalam industri, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan pelanggan.

Mereka berambisi untuk menjadi bagian penting dari BRI Group, menjadi salah satu media utama dalam melayani pelanggan di seluruh grup. Ibu Aziza menegaskan tekad BRIF untuk menjadi juara dalam inklusi keuangan melalui pembiayaan.

BRIF juga menyadari pentingnya aspek mikro dalam proses transformasi mereka. Mereka mendorong aktivitas seperti berbagi pengetahuan untuk memastikan bahwa setiap anggota tim memahami visi mereka dan berkontribusi dengan sepenuh hati. Interaksi dan aktivitas ini bertujuan untuk memperkuat rasa solidaritas dan kerjasama dalam tim, yang pada akhirnya akan membantu BRIF mencapai tujuannya sebagai pemain utama dalam industri keuangan.

Kesimpulan

Di tengah pandemi, perusahaan multifinance menghadapi tantangan VUCA (Volatile, Uncertain, Complex, dan Ambiguous) yang mendorong perubahan cepat. Manajemen harus beradaptasi untuk mempertahankan pertumbuhan. Untuk mengatasi VUCA, perusahaan seperti BRIF berfokus pada transformasi digital, dengan aplikasi My BRIF dan pengelolaan risiko yang cermat. Mereka juga menempatkan pelanggan sebagai fokus utama dan menekankan responsif dan layanan berkualitas. Dalam upaya mencapai kesuksesan jangka panjang, BRIF menetapkan standar tinggi untuk pengalaman pelanggan dan pengembangan tim yang dapat beradaptasi dengan cepat. Dengan tekad yang kuat, mereka berambisi menjadi pemain utama dalam industri keuangan dengan inklusi keuangan sebagai fokus utama.

Learn More

Let’s Create Success Together With Us