Apa yang Dimaksud dengan Konsumen?

Apa yang Dimaksud dengan Konsumen?

Istilah konsumen termasuk umum untuk didengar sehari-hari. Sekalipun Anda bukan seorang pebisnis atau tidak pernah terlibat dengan bisnis multifinance dan sejenisnya, Anda pasti pernah mendengar istilah ini.

Kenapa? Karena sehari-harinya Anda dan jutaan orang lainnya melakukan aktivitas konsumsi. Jadi, setidak-tidaknya Anda pun sudah berperan menjadi seorang konsumen. Lalu, apa yang dimaksud dengan konsumen sebenarnya? Apa ada perbedaan antara konsumen dan customer, atau malah ternyata sama saja? Berikut ulasannya lengkapnya mengenai apa yang dimaksud dengan konsumen.

Baca juga: Berbagai Istilah dalam Bisnis Multifinance

Pengertian Konsumen

Apa yang Dimaksud dengan Konsumen, Apa yang Dimaksud dengan Konsumen?, Advance Innovations

Dalam bisnis, atau lebih spesifik sebuah aliran produk, konsumen adalah mata rantai terakhir dalam proses jual-beli. Jadi, apa yang dimaksud dengan konsumen sendiri adalah mereka yang memanfaatkan fungsi produk atau jasa itu sendiri.

  • Jika merujuk pada KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), yang dimaksud konsumen adalah pemakai barang hasil produksi (bahan pakaian, makanan, dan semacamnya), penerima pesan iklan, dan pemakai jasa.
  • Selanjutnya menurut UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.
  • Sedangkan menurut Philip Kotler, seorang profesor dan konsultan pemasaran senior dari Amerika Serikat, memberikan definisi apa yang dimaksud dengan konsumen secara lebih rinci. Kotler mendefinisikan konsumen adalah orang atau pihak tertentu yang membayar untuk mendapatkan jasa atau produk dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Konsumen merupakan rantai terakhir dalam aliran produk setelah produsen dan distributor. Dengan kata lain, apa yang dimaksud dengan konsumen ini tidak jauh-jauh dari aktivitas konsumsi itu sendiri. Terkhusus aktivitas konsumsi yang mana barang atau jasa tersebut diperoleh dari pihak lain dengan cara membeli. Perlu ditegaskan juga bahwa istilah konsumen dapat merujuk pada perorangan atau kelompok.

Baca juga: Teori Perilaku Konsumen: Pengertian, Faktor, Jenis, dan Manfaat

Perbedaan Konsumen dan Pelanggan

Apa yang Dimaksud dengan Konsumen, Apa yang Dimaksud dengan Konsumen?, Advance Innovations

Setelah memahami apa yang dimaksud dengan konsumen, beberapa dari Anda barangkali juga bertanya-tanya apakah istilah konsumen merujuk pada arti yang sama dengan customer (pelanggan). Secara singkat, jawabannya adalah tidak. Istilah konsumen dan pelanggan memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Pelanggan merujuk pada pihak yang membeli serta mengonsumsi produk atau jasa secara konsisten dari satu pemasok atau brand tertentu. Dari definisi ini, Anda pasti bisa melihat perbedaannya dengan apa yang dimaksud dengan konsumen itu tadi.

Kalau istilah konsumen diperuntukkan untuk pihak yang membeli dan melakukan konsumsi secara umum, sedangkan pelanggan adalah konsumen yang konsisten melakukan konsumsi dari pemasok atau brand yang sama. Dengan kata lain, Anda bisa jadi seorang konsumen tetapi belum tentu menjadi seorang pelanggan tetap dari satu produk atau jasa tertentu.

Itu sebabnya, banyak yang menyebutkan bahwa lebih dari sekadar konsumen, tujuan dari bisnis jangka panjang adalah mendapatkan pelanggan yang loyal terhadap produk mereka. Dengan begini, bisnis dapat terjamin keberlangsungannya untuk waktu yang lebih lama.

Baca juga: Cara Meningkatkan Loyalitas Konsumen Secara Efektif

Hak Konsumen

Konsumen memiliki beberapa hak yang perlu diketahui oleh konsumen itu sendiri maupun oleh pemilik bisnis. Menurut UU RI Nomor 8 Tahun 1999 Pasal 4, hak-hak tersebut meliputi:

1. hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa;

2. hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan;

3. hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa;

4. hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan;

5. hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan, dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut.

Peran Konsumen

Terdapat beberapa peran konsumen yang perlu diketahui, yaitu:

  • Sebagai pengguna suatu barang/jasa yang dihasilkan oleh produsen;
  • Meningkatkan potensi untuk menciptakan efek berantai (multiplier effect) yang berkontribusi dalam peningkatan pendapatan nasional suatu negara.;
  • Sebagai motivator bagi produsen, di mana semakin banyak barang/jasa yang dikonsumsi oleh konsumen, maka motivasi produsen untuk menghasilkan barang/jasa pun semakin meningkat.

Kewajiban Konsumen

Selain memiliki hak, ternyata konsumen juga memiliki kewajiban yang harus dipenuhi ketika hendak membeli barang atau jasa. Beberapa kewajiban tersebut adalah sebagai berikut:

  • Memiliki itikad baik ketika melakukan segala bentuk transaksi pembelian;
  • Membayar segala pembelian berdasarkan harga yang sudah disetujui bersama;
  • Mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen dengan benar;
  • Membaca dan mengikuti petunjuk penggunaan barang atau jasa demi keselamatan.

Jenis-Jenis Konsumen

Istilah konsumen sendiri dapat digunakan untuk merujuk pada jenis-jenis konsumen tertentu. Memahami apa yang dimaksud dengan konsumen secara garis besar akan memudahkan Anda memahami pula jenis-jenis konsumen menurut sifat konsumsinya yang akan dijabarkan di bawah ini. 

1. Konsumen Langsung

Jenis konsumen langsung ini merujuk pada konsumen yang mengonsumsi produk sendiri. Jenis konsumen yang satu ini adalah konsumen mula-mula, yakni konsumen di mana kebanyakan orang masih harus memproduksi atau membuat sendiri barang-barang tertentu yang ia butuhkan untuk bertahan hidup sehari-hari. Walau sudah tidak banyak lagi, namun masih ada beberapa jenis konsumen langsung di era modern ini.

2. Konsumen Bertukar Produk

Jenis konsumen bertukar produk ini juga dikenal dengan istilah barter. Ini bisa terjadi di saat pihak tertentu tidak dapat membuat sendiri barang-barang tertentu atau tidak memiliki cukup sumber daya untuk melakukan produksi sendiri. Alhasil, proses konsumsi dilakukan dengan menukarkan produk atau barang yang dianggap memiliki nilai yang sama.

Setelah ditemukannya mata uang, proses bertukar produk ini lalu berlanjut dengan sistem  moneter, dimana pembelian kini dilakukan dengan menggunakan uang sebagai alat tukar.

3. Konsumen Modern

Terakhir, jenis konsumen modern yang dipercaya sebagai by product dari sistem moneter itu sendiri. Jenis konsumen ini tidak lagi mengandalkan pemenuhan kebutuhan pada proses produksi mandiri. Konsumen modern sepenuhnya bersandar pada pasar untuk mendapatkan barang dan jasa yang ia butuhkan sehari-hari.

Baca juga: Manfaat Mengelola Profil Pelanggan dengan Baik

Jenis-jenis konsumen ini menandakan bahwa sifat konsumen pun mengalami perubahan dari masa ke masa. Dengan kata lain, Anda juga membutuhkan cara-cara baru untuk dapat menjangkau pasar dan mengenali konsumen yang baru ini.

Oleh karena itu AdIns hadir untuk membantu bisnis Anda melalui layanan PROFIND dengan EKYC (Know Your Customer) yang dapat membantu Anda untuk melakukan untuk menemukan dan menjangkau calon konsumen milenial dengan tepat. Untuk itu menggunakan layanan PROFIND bisa menjadi jawaban dari masalah bisnis Anda. Informasi lengkap dan demo terkait hal ini bisa Anda temukan di website AdIns.

Apa yang Dimaksud dengan Konsumen, Apa yang Dimaksud dengan Konsumen?, Advance Innovations

Author :

Ad-Ins

Published date :

21 Desember 2022