5 Cara Memperbaiki File Corrupt Setelah Recovery dengan Mudah

5 Cara Memperbaiki File Corrupt Setelah Recovery dengan Mudah

File yang corrupt setelah proses pemulihan data adalah situasi saat pengguna mencoba mengembalikan data yang hilang atau terhapus, tetapi file tersebut tidak dapat dibuka atau digunakan karena mengalami kerusakan. Lalu, bagaimana cara cara memperbaiki file corrupt setelah recovery?

Fenomena file corrupt setelah pemulihan cukup umum terjadi dan menjadi isu yang perlu segera diselesaikan, terutama jika dokumen tersebut memiliki nilai penting atau sensitif. Sebagai solusi, artikel ini akan membahas secara mendalam tentang sejumlah cara yang dapat diambil untuk memperbaiki file yang corrupt setelah pemulihan dan cara mencegahnya. Namun, sebelum itu, mari simak sejumlah penyebab file yang rusak terlebih dahulu.

Penyebab File Corrupt Setelah Proses Pemulihan Data

Setelah melalui proses pemulihan data, seringkali Anda menemukan bahwa beberapa file masih dalam kondisi corrupt atau rusak. Berikut adalah beberapa penyebab umum yang dapat mengakibatkan file corrupt setelah proses pemulihan data.

1. Format File yang Tidak Kompatibel

Salah satu penyebab umum file corrupt setelah proses pemulihan data adalah ketidakcocokan format file. Hal ini dapat terjadi ketika file yang dipulihkan tidak kompatibel dengan perangkat lunak atau sistem operasi yang Anda gunakan. Contohnya, file dokumen yang dipulihkan dengan format .doc mungkin tidak dapat dibuka di program Microsoft Word terbaru yang menggunakan format .docx. Hal ini dapat menyebabkan file corrupt dan tidak dapat dibaca.

2. File Sistem Rusak

Kerusakan pada file sistem merupakan penyebab lain dari file corrupt. File sistem yang rusak dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai file yang disimpan di dalamnya. Meskipun proses pemulihan data berhasil mengembalikan file yang hilang, tetapi jika file sistemnya rusak, file tersebut tetap berisiko untuk menjadi corrupt atau tidak dapat diakses.

3. Kesalahan Pembaruan

Kesalahan selama proses pembaruan perangkat lunak juga dapat menyebabkan file corrupt. Hal ini dapat terjadi ketika proses pembaruan terhenti atau mengalami gangguan sehingga file sistem atau file aplikasi menjadi rusak. Kesalahan pembaruan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti koneksi internet yang tidak stabil, perangkat lunak antivirus yang mengganggu proses pembaruan, atau bug pada software pembaruan itu sendiri.

4. Serangan Virus dan Malware

Infeksi virus dan malware dapat merusak file pada komputer Anda, termasuk file yang baru saja dipulihkan. Virus dan malware dapat memodifikasi struktur file, mengenkripsi data, atau bahkan menghapus file secara keseluruhan. Hal ini dapat menyebabkan file rusak dan tidak dapat dibaca. Maka dari itu, penting untuk menggunakan software antivirus yang mutakhir untuk mencegah infeksi virus dan malware pada komputer Anda.

Baca Juga: Contoh Kasus Cybercrime di Indonesia

5. Proses Pemulihan Data yang Tidak Sempurna

Proses pemulihan data yang tidak sempurna juga dapat menyebabkan file corrupt. Hal ini dapat terjadi ketika perangkat lunak pemulihan data tidak dapat sepenuhnya mengembalikan file yang rusak, serta proses pemulihan data terhenti atau mengalami gangguan. Gangguan pada proses pemulihan data dapat mengakibatkan file tidak pulih sepenuhnya atau bahkan menyebabkan kerusakan tambahan pada file yang sudah ada.

6. Kerusakan Fisik pada Hard Disk

Kerusakan fisik pada hard disk tempat file disimpan dapat menjadi penyebab file corrupt setelah proses pemulihan data. Kerusakan fisik pada hard disk dapat menyebabkan bad sector, yaitu area pada hard disk yang tidak dapat dibaca atau ditulis. File yang disimpan di bad sector kemungkinan besar akan corrupt dan tidak dapat dipulihkan.

Baca Juga: Memperbaiki File Corrupt? Berikut Langkah-Langkahnya!

Cara Memperbaiki File Corrupt Setelah Recovery

Setelah proses pemulihan data, mungkin Anda menemukan bahwa beberapa file masih rusak. Berikut sejumlah langkah yang dapat diambil untuk mencoba memperbaikinya.

1. Gunakan Perangkat Lunak Pemulihan Data

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menggunakan perangkat lunak pemulihan data. Perangkat lunak ini dirancang khusus untuk memulihkan data yang hilang atau rusak. Software ini memiliki algoritma pemulihan yang canggih, serta dapat memindai dan memperbaiki file yang rusak dengan sebaik mungkin. Perlu dicatat bahwa hasil yang diperoleh dari metode ini dapat bervariasi tergantung pada tingkat kerusakan file.

2. Gunakan Perintah CHKDSK

Perintah CHKDSK merupakan alat bawaan Windows yang dapat membantu memeriksa dan memperbaiki kesalahan pada disk. Anda dapat menjalankan CHKDSK melalui Command Prompt dengan mengetikkan perintah “chkdsk /f” diikuti oleh nama drive yang ingin Anda periksa (contohnya: chkdsk /f C:). Ini akan memeriksa disk Anda untuk kesalahan dan mencoba memperbaikinya.

 3. Coba Buka File dengan Program Lain

Selain menggunakan perangkat lunak dan perintah CHKDSK, masalah dengan file juga dapat disebabkan oleh ketidakcocokan antara format file dan program yang Anda gunakan untuk membukanya. Contohnya, jika file yang rusak adalah dokumen teks, Anda dapat mencoba membukanya dengan editor teks, seperti Notepad atau WordPad. Sementara jika file tersebut adalah gambar, Anda dapat membukanya dengan GIMP atau Paint.

4. Ubah Format File

Jika langkah-langkah sebelumnya tidak berhasil, pertimbangkan untuk mengubah format file menjadi format lain yang lebih stabil. Contohnya, jika Anda memiliki file dokumen yang rusak, coba konversi ke format teks sederhana seperti TXT. Meskipun ini dapat mengakibatkan kehilangan beberapa fitur atau format, hal ini justru dapat menjadi cara untuk menyelamatkan sebagian besar isi file.

5. Gunakan Layanan Pemulihan Data Online

Apabila telah mencoba semua metode di atas dan masih tidak dapat memperbaiki file yang rusak, Anda dapat mencoba menggunakan layanan pemulihan data online. Layanan ini biasanya berbayar, tetapi para tim ahli dapat membantu memulihkan data yang tidak dapat dipulihkan dengan metode lain.

Cara Mencegah File Corrupt

File yang rusak dapat dicegah agar tidak terjadi. Berikut adalah sejumlah cara mencegah agar file Anda tidak rusak.

1. Pemeliharaan Rutin

Melakukan pemeliharaan rutin pada perangkat keras dan perangkat lunak komputer Anda dapat membantu mencegah korupsi file. Ini termasuk menjaga kebersihan sistem, memperbarui perangkat lunak secara teratur, dan melakukan pemindaian antivirus secara berkala.

2. Pemeliharaan Berkala pada Drive

Melakukan pembersihan dan pemeliharaan berkala pada drive penyimpanan Anda juga tak kalah penting. Ini termasuk defragmentasi drive (jika menggunakan hard disk tradisional), memeriksa kesehatan drive secara teratur, hingga menjaga drive dari kerusakan fisik.

3. Pemutakhiran Sistem Operasi

Cara mencegah file corrupt selanjutnya adalah memastikan sistem operasi Anda selalu diperbarui dengan pemutakhiran terbaru. Pemutakhiran ini biasanya memuat perbaikan untuk kerentanan keamanan dan masalah sistem lainnya yang dapat menyebabkan korupsi file.

4. Menutup Aplikasi dengan Benar

Alih-alih hanya menutup jendela atau mematikan komputer secara paksa, sebaiknya Anda memastikan untuk menutup aplikasi secara normal setelah selesai menggunakannya. Menutup aplikasi dengan benar memungkinkan untuk menyimpan perubahan dengan tepat dan mengurangi risiko kerusakan file.

5. Penyimpanan yang Aman

Untuk menambah keamanan ekstra, simpan file Anda di tempat yang aman dan andal. Gunakan perangkat penyimpanan eksternal yang tepercaya dan pastikan untuk melakukan pencadangan data secara teratur. Jika memungkinkan, gunakan layanan penyimpanan cloud untuk menyimpan salinan cadangan file Anda.

Baca Juga: Fungsi Cloud Storage bagi Bisnis Anda beserta Jenisnya

Bagaimana, apakah sekarang Anda telah memahami cara memperbaiki file corrupt setelah recovery? Meski menjadi tugas yang menantang, dengan langkah tepat Anda dapat memulihkan sebagian besar data yang rusak. Mulai dari menggunakan perangkat lunak pemulihan data, perintah CHKDSK, hingga mengubah format file, sejumlah upaya ini dapat membantu Anda memulihkan data yang rusak.

Sebagai langkah pencegahan sebelum dokumen Anda corrupt, pertimbangkan untuk menggunakan layanan acloud dari AdIns. Sebagai konsultan IT, AdIns menawarkan jasa layanan Cloud Computing (aCloud) untuk membantu Anda dalam mengelola data lebih efektif. Berikut ini adalah sejumlah keunggulan layanan cloud computing dari AdIns.

  • Berfokus pada Objektif Bisnis: AdIns membantu Departemen IT Anda dalam memastikan kelancaran dan kelangsungan bisnis perusahaan Anda. Kami berkomitmen untuk mengelola infrastruktur IT sehingga Anda dapat fokus pada inovasi, pengembangan aplikasi, dan strategi IT lainnya untuk mendukung pertumbuhan dan kesuksesan bisnis 
  • Fitur Disaster Recovery System: AdIns membantu setiap bisnis mempersiapkan sistem pemulihan bencana yang andal. Dengan aCloud, Anda dapat dengan mudah mencadangkan dan memulihkan data dalam situasi darurat sehingga mengurangi dampak downtime pada bisnis. 
  • Biaya yang Terukur: Layanan aCloud dari AdIns dirancang untuk dapat diukur dan kompetitif. Anda hanya perlu membayar untuk sumber daya yang Anda gunakan sehingga mengefisiensi investasi modal awal dan memungkinkan Anda untuk mengendalikan biaya TI Anda dengan lebih baik.

Jadi, tunggu apalagi? Hubungi AdIns hari ini untuk mendapatkan solusi cloud yang andal dan dukungan teknis yang komprehensif!

cara memperbaiki file corrupt setelah recovery, 5 Cara Memperbaiki File Corrupt Setelah Recovery dengan Mudah, Advance Innovations

Author :

Ad Ins

Published date :

27 Juni 2024