7 Contoh Email Phishing yang Harus Diketahui agar Tidak Tertipu

7 Contoh Email Phishing yang Harus Diketahui agar Tidak Tertipu

Email phishing merupakan salah satu bentuk serangan cyber yang seringkali menjadi ancaman bagi pengguna internet. Serangan ini melancarkan aksinya melalui email untuk memperoleh informasi pribadi, seperti kata sandi, informasi kartu kredit, atau data sensitif lainnya. Memahami contoh email phishing yang umum dapat membantu Anda untuk lebih waspada dan terhindar dari penipuan tersebut.

Pada kesempatan kali ini, AdIns akan memperlihatkan beberapa contoh dari email phishing yang harus Anda hindari ketika menerimanya. Agar dapat memahaminya dengan baik, baca sampai selesai artikel di bawah ini!

Apa Itu Email Phishing?

Email phishing merupakan praktik penipuan yang mana penyerang menyamar sebagai entitas tepercaya, seperti perusahaan atau lembaga keuangan, dan mengirim email palsu kepada korban dengan tujuan untuk mendapatkan informasi pribadi yang sensitif.

Cara Kerja Email Phishing

Para pelaku phishing sering menggunakan teknik manipulasi psikologis untuk menipu korban agar mengklik tautan atau lampiran yang disertakan dalam email mereka. Mereka sering kali menggunakan ancaman keamanan akun atau penawaran yang terlalu bagus untuk memancing perhatian korban. Begitu korban mengklik tautan atau lampiran tersebut, mereka dapat diarahkan ke situs web palsu yang menyerupai situs asli atau mengunduh malware yang dapat merusak sistem korban.

Baca juga: Contoh Kasus Cybercrime di Indonesia

Dampak dari Email Phishing

Email phishing dapat memiliki dampak yang merugikan, baik bagi individu maupun organisasi. Secara individual, korban phishing dapat kehilangan akses ke akun mereka, uang, atau informasi pribadi yang sensitif. Selain itu, jika seorang karyawan di sebuah perusahaan terjebak dalam serangan phishing, hal tersebut dapat menyebabkan kerugian finansial atau reputasi bagi perusahaan tempat karyawan tersebut bekerja.

Contoh Email Phishing

Pelaku phishing biasanya menyamar menjadi lembaga atau orang yang tepercaya untuk mencuri informasi pribadi. Berikut beberapa cara yang biasa mereka gunakan.

1. Email dari Bank

Subjek: Akun Bank Anda Telah Disuspensikan! Segera Verifikasi Identitas Anda

Isi:

[Nama Bank]

[Logo Bank]

Perhatian [Nama Penerima],

Baru saja kami mendeteksi aktivitas mencurigakan di akun Bank [Nama Bank] Anda. Untuk alasan keamanan, akun Anda telah disuspensikan sementara.

Untuk memverifikasi identitas dan mengaktifkan kembali akun Anda, harap klik tautan berikut:

[Link Tautan]

Baca juga: Penerapan Cyber Security Pada Perbankan beserta Strateginya

2. Email dari Perusahaan Pengiriman Barang

Subjek: Paket Anda Ditahan! Pembayaran Tambahan Diperlukan

Isi:

[Nama Perusahaan Pengiriman Barang]

[Logo Perusahaan Pengiriman Barang]

Perhatian [Nama Penerima],

Kami mohon maaf untuk memberitahukan bahwa paket Anda dengan nomor resi [Nomor Resi] telah ditahan karena bea cukai. Untuk melanjutkan pengiriman paket Anda, kami memerlukan pembayaran tambahan sebesar [Jumlah Biaya].

Untuk melakukan pembayaran, silakan klik tautan berikut:

[Link Tautan]

3. Email dari CEO

Subjek: Permintaan Transfer Dana Mendesak – [Nama CEO]

Isi:

[Nama Perusahaan]

[Logo Perusahaan]

Perhatian [Nama Karyawan],

Saya membutuhkan bantuan Anda segera. Kami sedang mengalami situasi keuangan yang mendesak dan membutuhkan transfer dana sebesar [Jumlah Dana] ke rekening berikut:

Nama Bank: [Nama Bank]

Nama Rekening: [Nama Rekening]

Nomor Rekening: [Nomor Rekening]

Harap lakukan transfer sesegera mungkin dan simpan bukti transfernya. Saya akan menjelaskan situasinya lebih lanjut nanti.

Terima kasih atas bantuan Anda.

[Nama CEO]

4. Pemberitahuan Perubahan Kata Sandi: Akun Anda Terancam!

Subjek: Pemberitahuan Penting: Perubahan Kata Sandi Segera!

Isi:

[Nama Layanan]

[Logo Layanan]

Perhatian [Nama Pengguna],

Kami baru saja mendeteksi aktivitas mencurigakan di akun [Nama Layanan] Anda. Untuk melindungi keamanan akun Anda, kami sarankan Anda untuk segera mengubah kata sandi Anda.

Untuk mengubah kata sandi, silakan klik tautan berikut:

[Link Tautan]

5. Email Notifikasi Pembayaran: Tagihan Tertunggak!

Subjek: Tagihan Tertunggak! Segera Lakukan Pembayaran untuk Menghindari Denda

Isi:

[Nama Layanan Pembayaran]

[Logo Layanan Pembayaran]

Perhatian [Nama Pelanggan],

Kami mohon maaf untuk memberitahukan bahwa tagihan Anda untuk [Nama Layanan] sebesar [Jumlah Tagihan] telah tertunggak. Untuk menghindari denda keterlambatan, mohon lakukan pembayaran sesegera mungkin.

Untuk melakukan pembayaran, silakan klik tautan berikut:

[Link Tautan]

6. Email Palsu dari Institusi Pemerintah: Pengembalian Pajak!

Subjek: Pengembalian Pajak Telah Disetujui! Klaim Dana Anda Sekarang

Isi:

[Nama Institusi Pemerintah]

[Logo Institusi Pemerintah]

Perhatian [Nama Penerima],

Kami senang untuk memberitahukan bahwa pengembalian pajak Anda sebesar [Jumlah Dana] telah disetujui. Untuk mengeklaim dana Anda, silakan klik tautan berikut:

[Link Tautan]

7. Email dari Media Sosial: Akun Anda Telah Diretas!

Subjek: Peringatan Keamanan! Akun [Nama Media Sosial] Anda Telah Diretas

Isi:

[Nama Media Sosial]

[Logo Media Sosial]

Perhatian [Nama Pengguna],

Kami baru saja mendeteksi aktivitas mencurigakan di akun [Nama Media Sosial] Anda. Untuk melindungi keamanan akun, kami sarankan Anda untuk segera mengubah kata sandi Anda.

Untuk mengubah kata sandi, silakan klik tautan berikut:

[Link Tautan]

Ciri-Ciri Email Phishing

Setelah melihat beberapa contoh email phishing, Anda mungkin sudah lebih memahami bagaimana penipu menggunakan berbagai trik untuk menipu. Berikut beberapa ciri-ciri umum email phishing yang harus diwaspadai.

1. Alamat Email Pengirim yang Mencurigakan

Penipu sering menggunakan alamat email yang terlihat seperti milik organisasi atau perusahaan terkenal, tetapi jika Anda melihat dengan cermat, ada perbedaan kecil yang dapat ditemukan.

Misalnya, alamat email yang terlihat sangat mirip dengan domain asli, tetapi memiliki tambahan atau pengurangan huruf, atau menggunakan domain publik seperti Gmail atau Yahoo. Pastikan untuk memeriksa dengan saksama alamat email pengirim untuk mengetahui keasliannya.

Baca juga: Manfaat Menerapkan Keamanan Siber Bagi Perusahaan

2. Pesan yang Mendesak atau Mengancam

Salah satu taktik umum penipu adalah membuat pesan yang mendesak atau mengancam dengan tujuan membuat Anda terburu-buru dan tidak berpikir secara rasional. Mereka mengancam akan menutup akun atau memberi denda jika tidak segera mengambil tindakan tertentu. Untuk itu, pastikan untuk tetap tenang dan memeriksa keaslian pesan tersebut sebelum bertindak.

3. Tawaran Hadiah atau Promo yang Menarik

Penipu sering kali menawarkan hadiah atau promo menarik untuk menarik perhatian. Namun, tawaran semacam itu seringkali terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Maka dari itu,berhati-hatilah terhadap tawaran yang terlalu menggiurkan dan pastikan untuk memverifikasi keasliannya sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.

4. Tautan atau Lampiran yang Mencurigakan

Tautan dalam email phishing dapat mengarah ke situs web palsu yang didesain untuk meniru situs asli, sementara lampiran yang disertakan mengandung malware yang berbahaya bagi perangkat Anda. Pastikan untuk tidak mengklik tautan atau membuka lampiran dari pengirim yang tidak dikenal.

5. Kesalahan Tata Bahasa atau Ejaan

Email phishing seringkali memiliki kesalahan tata bahasa atau ejaan yang mencurigakan. Hal ini bisa menjadi petunjuk bahwa email tersebut tidak berasal dari sumber yang sah. Perhatikan dengan cermat tata bahasa dan ejaan dalam email yang Anda terima.

6. Tidak Ada Informasi Kontak yang Valid

Ciri email selanjutnya adalah terkadang tidak menyertakan informasi kontak yang valid untuk organisasi atau individu yang mengakuinya. Pastikan untuk memeriksa situs web resmi atau nomor telepon yang dapat dihubungi untuk memverifikasi keaslian email yang Anda terima.

7. Perasaan Tidak Nyaman

Jika Anda merasa tidak yakin atau tidak nyaman dengan email yang diterima, lebih baik untuk mengabaikannya daripada mengambil risiko. Keamanan data lebih penting daripada memercayai email yang mencurigakan.

Setelah Anda memahami beberapa contoh email phishing beserta ciri-cirinya, pastikan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati dalam berinteraksi dengan email. Ingatlah untuk tidak pernah memberikan informasi pribadi atau mengklik tautan dari email yang tidak dikenal.

Untuk menjaga keamanan data dan informasi perusahaan Anda, AdIns menawarkan Layanan Cloud yang menyediakan perlindungan dan keamanan yang andal terhadap ancaman siber. Dengan solusi kami, Anda dapat yakin bahwa data akan terlindungi dari upaya phishing dan serangan cyber lainnya.

Layanan AdIns tidak hanya menyediakan perlindungan yang andal terhadap ancaman cyber, tetapi juga membebaskan tim IT Anda dari kerumitan mengelola infrastruktur sendiri, sehingga mereka dapat fokus kelangsungan bisnis tanpa harus terbebani oleh tugas-tugas administratif infrastruktur.Tingkatkan pengelolaan infrastruktur Anda sekarang dengan menghubungi kami untuk konsultasi lebih lanjut. Ajukan demo di sini!

contoh email phishing, 7 Contoh Email Phishing yang Harus Diketahui agar Tidak Tertipu, Advance Innovations

Author :

Ad Ins

Published date :

10 Mei 2024