11 Contoh Kasus Cybercrime di Indonesia

11 Contoh Kasus Cybercrime di Indonesia

Kejahatan di dunia maya, atau yang lebih dikenal sebagai cybercrime, semakin merajalela di Indonesia dengan berbagai dampak besar. Fenomena ini menghasilkan sejumlah insiden serius yang mengguncang keamanan siber negara dan mempengaruhi baik individu maupun lembaga pemerintah, hingga bisnis swasta. Beberapa contoh kasus cybercrime nyata di Indonesia ini akan memberikan Anda gambaran tentang betapa seriusnya ancaman ini.

Istilah “cybercrime” sendiri hadir untuk menjelaskan berbagai aktivitas ilegal yang dilakukan secara online, mulai dari peretasan dan pencurian identitas, penipuan, hingga spionase digital. 

Semakin Indonesia memasuki era digital dengan penetrasi internet yang meningkat, semakin tinggi pula pertumbuhan populasi yang semakin terampil dalam teknologi sehingga negara ini kemudian menghadapi tantangan baru dalam menjaga keamanan dunia mayanya.

Mari simak beberapa contoh kasus cybercrime di Indonesia. 

Sekilas Mengenai Cybercrime 

Cybercrime, atau kejahatan di dunia maya, merujuk pada serangkaian aktivitas ilegal yang dilakukan dengan menggunakan teknologi komputer dan jaringan internet. Jenis kejahatan ini melibatkan pemakaian teknologi informasi untuk meretas, mencuri data, menipu, hingga melakukan tindakan kriminal lainnya secara online.

Terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab umum munculnya cybercrime, seperti meningkatnya ketergantungan masyarakat pada teknologi digital nyatanya memberikan peluang bagi para penjahat untuk mengeksploitasi celah keamanan. 

Selain itu kurangnya kesadaran akan keamanan siber di kalangan pengguna internet membuat mereka rentan terhadap serangan. Terlebih lagi, keberhasilan para penjahat siber dalam memanfaatkan kelemahan sistem keamanan juga menjadi faktor penyebab utama.

Dampak dari cybercrime dapat dirasakan dalam berbagai aspek kehidupan. Secara individual, korban dapat mengalami pencurian identitas, kehilangan keuangan akibat penipuan online, atau bahkan kerugian data pribadi. Pada tingkat korporasi dan pemerintahan, serangan siber dapat menyebabkan kebocoran data rahasia, gangguan operasional, dan kerugian finansial yang signifikan.

Dari segi keamanan nasional, serangan siber dapat membahayakan infrastruktur kritis seperti listrik, transportasi, dan sistem keuangan dengan potensi dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi keseluruhan negara. Oleh karena itu upaya pencegahan dan perlindungan keamanan siber menjadi semakin penting dalam mengatasi dampak negatif yang ditimbulkan oleh cybercrime.

Baca juga: Pengertian Kejahatan Siber beserta Karakteristik, Jenis dan Faktor Penyebabnya

11 Contoh Kasus Cybercrime di Indonesia 

Banyaknya pengguna teknologi informasi digital tentu menjadikan Indonesia sebagai negara yang juga terkena dampak dari cybercrime. Berikut beberapa contoh kasus cybercrime yang terjadi di Indonesia.

1. Kebocoran Data Asuransi Jiwa BRI Life 

Contoh kasus yang pertama hadir dari sektor perbankan dan asuransi, yaitu kebocoran data asuransi BRI Life yang terjadi pada bulan Juli 2021. Dalam insiden ini, pelaku berhasil membocorkan sekitar 2.000.000 data nasabah BRI Life dalam format file PDF, serta 463.000 dokumen lainnya yang berisikan informasi rinci seperti foto KTP, nomor rekening, nomor pajak, akta kelahiran, dan rekam medis. Pelaku juga berhasil menjualnya secara daring dengan harga sekitar Rp 101.600.000. 

2. Situs Web DPR-RI Berganti Nama 

Tidak hanya sektor perbankan, pemerintah juga mengalami hal yang sama dalam bentuk hacktivism, yaitu ketika pelaku ingin menyampaikan pesan mereka melalui situs web pemerintah. 

Dalam kasus ini, DPR RI mengalami lonjakan lalu lintas yang memenuhi server hingga menyebabkan kerusakan signifikan. Ketika web dapat diakses, pelaku telah membuat pesan provokatif yang menyebut DPR RI sebagai pengkhianat rakyat. Upaya peretasan ini juga dilakukan untuk mengubah tampilan website, terutama pada bagian header.

3. Pencurian Database Polri 

Kasus pencurian data turut menimpa Kepolisian Republik Indonesia (Polri) pada bulan November 2021 oleh pemilik Twitter @son1x666. Pada kasus ini, pelaku berhasil mencuri sekitar 28.000 informasi login dan data pribadi dari database polri. 

Selain itu, pemilik akun @son1x666 juga membagikan tiga link tautan yang berisikan sampel data dari database polri yang mencakup informasi pribadi anggota kepolisian. Informasi tersebut berisikan nama, nomor induk, alamat tempat tinggal, alamat email, hingga riwayat pelanggaran. 

4. Pencurian Web Citilink dan Tiket.com

Contoh kasus cybercrime berikutnya melibatkan dua platform pemesanan tiket terbesar di Indonesia, yaitu Tiket.com dan server Citilink. Sebuah kelompok remaja berhasil meretas website kedua platform tersebut dan menyebabkan kerugian mencapai Rp4.100.000.000 untuk Tiket.com dan Rp2.000.000.000 untuk Citilink. 

Meskipun tindakan peretasan tersebut tidak tergolong canggih, sayangnya, pada waktu itu, situs-situs tersebut belum dilengkapi dengan tingkat keamanan yang memadai sehingga rentan terhadap serangan siber. 

5. Channel YouTube BNBP Diretas

Tidak hanya website, akun YouTube turut menjadi korban dari serangan siber, seperti kasus yang menimpa channel YouTube BNBP. Pada bulan Desember 2021, akun resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) tiba-tiba mengalami perubahan nama menjadi “Ethereum 2.0”. Tidak berhenti di perubahan nama, pelaku juga melakukan siaran langsung dengan judul “CEO: Ethereum Breakout! Ethereum News, ETH 2.0 RELEASE Date”. 

6. Pembocoran Data Pengguna Tokopedia di Dark Web 

Tokopedia, sebagai salah satu merchant penjualan produk online terbesar di Indonesia juga menjadi salah satu korban cybercrime di Indonesia pada tahun 2020. ShinyHunters, sang pelaku dengan nama samaran, mengungkapkan sekitar 91.000.000 data pengguna Tokopedia dan 7.000.000 data penjual. Meskipun Tokopedia sudah merespon cepat masalah ini, pada akhirnya, ShinyHunters berhasil mengakses data tersebut dan menjualnya hingga Rp70.000.0000. 

Baca juga: Memahami Kebocoran Data, Jenis, Penyebab dan Dampaknya

7. Pembobolan Database e-Hac Kementerian Kesehatan 

Pada bulan Juli 2021, Electronic Health Alert (e-HAC), aplikasi yang dioperasikan oleh Kementerian Kesehatan RI turut menjadi korban serangan siber yang dilakukan oleh seorang peretas. Kejadian ini menyebabkan kebocoran data dari 1.300.000 warga Indonesia. 

Selain dari informasi pribadi pengguna e-HAC yang terungkap, pelaku juga mengekspos data tes Covid-19 penumpang, data rumah sakit, dan informasi pegawai e-HAC. Penyelidikan menunjukkan bahwa serangan ini terjadi karena kurangnya protokol keamanan yang memadai pada aplikasi dan penggunaan database Elasticsearch yang kurang aman. 

8. Database Kejagung RI Rusak 

Contoh kasus cybercrime di Indonesia berikutnya datang dari seorang remaja dengan inisial MFW yang menargetkan website Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Remaja ini mengklaim bahwa dia melakukan peretasan semata-mata karena iseng dan ingin mengisi waktu luangnya. 

Namun, akibat dari tindakan iseng MFW, website Kejaksaan Agung RI mengalami perubahan tampilan dengan munculnya logo ‘HACKED’ berwarna merah dan sebuah pemberitahuan berisi nada protes. Selain itu, MFW juga berhasil mencuri sebanyak 3.086.224 data pribadi dari website tersebut, yang kemudian dijual ke suatu forum dengan harga Rp 400.000.

9. Pencurian Data Bank Syariah Indonesia

Selanjutnya, sebuah kelompok peretas Rusia yang dikenal sebagai Lockbit menyatakan bahwa mereka berhasil melakukan serangan terhadap server Bank Syariah Indonesia (BSI) pada bulan Mei 2023. 

Serangan ini mengakibatkan terhambatnya aplikasi mobile banking BSI sehingga tidak dapat diakses oleh nasabah. Selain itu, BSI juga mengalami kerugian sebanyak 1,5 TB data, termasuk informasi pribadi dari nasabah dan karyawan. Dalam kasus ini, Lockbit meminta pembayaran sejumlah uang agar data yang diretas tidak dijual ke dark web dan dapat dikembalikan kepada BSI. 

10. Pembobolan Data oleh Hacker Bjorka 

Sepanjang tahun 2022, tercatat ada beberapa insiden serius kasus cybercrime yang menargetkan data pribadi dari beberapa perusahaan di Indonesia, oleh hacker yang dikenal dengan nama Bjorka. Pelaku ini terlibat dalam setidaknya tujuh kasus besar pembobolan data selama tahun tersebut. 

Informasi yang berhasil diakses melibatkan data registrasi kartu SIM dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), data nasabah Bank Indonesia, data pasien beberapa rumah sakit di Indonesia, data pelamar Pertamina, data pelanggan PLN, data pelanggan Jasa Marga, dan sebagainya. 

11. Perang Hacker Indonesia vs Australia 

Contoh kasus cybercrime terakhir merupakan salah satu kasus yang terjadi antara hacker Indonesia dan Australia. Kasus ini dipicu oleh pernyataan Edward Snowden, mantan perwira intelijen AS yang mengungkap bahwa Australia melakukan penyadapan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 

Respons terhadap temuan ini melahirkan gerakan Anonymous Indonesia dengan membuat situs web Australia tidak dapat diakses, seperti web polisi federal Australia dan situs-situs belanja. Sebagai balasan, kelompok siber Australia juga menghapus banyak situs populer Indonesia, termasuk KPK, PLN, Garuda Indonesia, Polri, Tempo, dan lainnya.

Beberapa contoh kasus cybercrime di atas menunjukan bahwa Anda harus lebih waspada dan meningkatkan sistem keamanan, baik dalam lingkup perusahaan maupun individu. Salah satu cara untuk melindungi diri dari serangan siber adalah dengan tidak memberikan informasi pribadi Anda seperti username, password, dan nomor kartu kredit.

Selain itu, pastikan bahwa Anda menggunakan aplikasi keamanan yang kuat dan selalu memperbarui sistem keamanan. melalui cara ini Anda dapat melindungi diri, bahkan bisnis dari serangan cyber, serta menghindari contoh kasus cybercrime yang terjadi di Indonesia. Jika Anda makin khawatir dengan ancaman siber, jangan ragu untuk mempertimbangkan menggunakan layanan cloud dari AdIns. 

Layanan cloud dari AdIns tidak hanya menyediakan penyimpanan data yang andal tetapi juga menetapkan standar baru keamanan. Melalui layanan berbasis cloud, Anda bisa memastikan kelangsungan bisnis dengan sistem pertahanan terbaik. Keandalan ini juga memastikan bahwa bisnis Anda tidak akan menjadi korban, seperti contoh kasus cybercrime nyata sebelumya. Hubungi tim AdIns sekarang untuk konsultasi lebih lanjut dan tingkatkan keamanan bisnis Anda.

contoh kasus cybercrime, 11 Contoh Kasus Cybercrime di Indonesia, Advance Innovations

Author :

Ad-Ins

Published date :

22 Desember 2023