Apakah Anda berencana untuk mengimplementasikan cloud computing atau komputasi awan dalam perusahaan? Tentu Anda perlu mempertimbangkan untuk memilih perusahaan penyedia cloud computing yang kredibel untuk menggunakan layanan ini. Banyaknya perusahaan cloud computing di Indonesia tentu membuat Anda bingung dalam menentukan pilihan yang tepat. Solusinya, Anda perlu mengenal karakteristik cloud computing sebagai standar layanan terbaik.
Table of Contents
ToggleDalam artikel ini, Anda akan mengenal lebih detail mengenai cloud computing, khususnya karakteristik yang perlu Anda ketahui. Mulailah menjelajahi dunia cloud computing di artikel ini sebagai panduan dalam memilih jenis layanan yang tepat dan mampu memberikan nilai tambah bagi bisnis Anda.
Pengertian dan Konsep Dasar Cloud Computing
Cloud computing adalah teknologi yang memungkinkan pengiriman layanan komputasi melalui internet. Layanan tersebut mencakup server, perangkat lunak (software), penyimpanan data, database, jaringan, dan sistem analitis. Layanan ini dikenal sebagai layanan cloud, yang mencakup berbagai jenis dan karakteristik layanan yang disediakan oleh komputasi awan.
Konsep dasar dari cloud computing mencakup beberapa elemen penting seperti on-demand self-service, resource pooling, dan measured service. Dengan cloud computing, pengguna dapat mengakses berbagai sumber daya komputasi seperti server, perangkat lunak, penyimpanan data, database, jaringan, dan sistem analitis melalui internet.
Cloud Computing merupakan gabungan dari istilah “Cloud” dan “Computing”. Simbol awan atau cloud telah digunakan sejak tahun 1990-an sebagai representasi visual dari internet dalam konteks arsitektur jaringan.
Sejak saat itu, simbol atau logo ini telah menjadi standar yang secara luas dipahami sebagai gambaran dari jaringan internet. Di sisi lain, kata “computing” merujuk pada proses komputasi atau penghitungan. Dengan demikian, Cloud Computing dapat diartikan sebagai proses komputasi yang dilakukan melalui jaringan internet.
Setelah menggunakan cloud computing, Anda tidak perlu membeli hardware, software, dan infrastruktur untuk penyimpanan data. Anda cukup membayar layanan cloud computing yang digunakan sesuai kebutuhan. Cloud computing dapat mengurangi biaya investasi perusahaan dalam infrastruktur IT dan meningkatkan efisiensi operasional. Cloud computing juga memberikan fleksibilitas dan kemudahan akses data dari berbagai lokasi.
Baca juga: Cloud Computing: Pengertian, Cara Kerja, Jenis, & Contohnya
Fungsi Cloud Computing

Cloud computing memiliki banyak fungsi dalam membantu aktivitas bisnis. Ada tiga fungsi utama dari penggunaan cloud computing, yakni:
1. Menambah Kapasitas Penyimpanan Data
Cloud computing pada dasarnya merupakan layanan penyimpanan data. Perbedaannya dengan layanan konvensional terletak pada kapasitas penyimpanan yang lebih besar. Anda tidak perlu lagi membeli flashdisk atau hardisk dan cukup mengandalkan cloud computing. Cloud computing menggunakan internet sebagai media penyimpanan dan seluruh informasinya disimpan dalam database internet yang menggunakan teknologi big data.
2. Meningkatkan Kinerja Bisnis
Penggunaan cloud computing dapat meningkatkan kinerja seluruh karyawan bisnis, terutama pemangku kepentingan (stakeholder). Mereka bisa saling terhubung dalam waktu yang bersamaan sehingga menghemat sumber daya (resources) yang diperlukan. Setiap tim atau departemen dapat bekerja secara produktif dan optimal berkat kehadiran cloud computing.
3. Memperbarui Sistem agar Tetap Terbaru
Sistem cloud computing yang terus melakukan pembaruan secara berkala tentu bermanfaat dalam mengatasi berbagai kekurangan yang ada. Fungsi ini dapat memberikan keuntungan karena bisnis bisa mengikuti perkembangan tren pada era teknologi berbasis digital. Pembaruan cloud computing juga bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan fitur demi memberikan pengalaman yang lebih baik kepada pengguna internet di seluruh dunia.
Baca juga: Jenis Cloud Computing yang Harus Anda Pahami, Apa Saja?
Jenis Cloud Computing
Terdapat empat jenis layanan cloud computing yang sering digunakan. Keempat jenis cloud computing ini dibagi berdasarkan jaringannya, yaitu public cloud, private cloud, hybrid cloud, dan community cloud. Apa yang membedakan keempat jenis cloud ini? Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Public Cloud
Sesuai istilahnya, public cloud merupakan layanan cloud yang bersifat publik dan bisa diakses oleh siapa saja asalkan terhubung dengan internet. Layanan ini biasanya disediakan secara gratis, tetapi ada juga yang menawarkan fitur tambahan dengan biaya tertentu. Hampir semua media sosial dan aplikasi lainnya yang kita gunakan memiliki public cloud sebagai layanan komputasinya.
2. Private Cloud
Private cloud merupakan layanan cloud yang bersifat pribadi dan hanya bisa diakses oleh administrator dan pengguna yang diberikan akses. Layanan ini umumnya tidak gratis dan Anda harus membelinya dari perusahaan penyedia layanan cloud. Kendati demikian, private cloud memiliki keamanan yang lebih tinggi dan kemampuan kustomisasi yang lebih baik dibandingkan public cloud.
3. Hybrid Cloud
Hybrid cloud adalah gabungan antara public cloud dan private cloud. Layanan ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan teknologi informasi, lebih tepatnya penyimpanan data. Private cloud berfungsi sebagai infrastruktur utama, sementara public cloud berfungsi sebagai cadangan.
4. Community Cloud
Community cloud adalah layanan cloud yang didedikasikan untuk kebutuhan komunitas, organisasi, atau institusi tertentu saja. Layanan ini dapat dikelola oleh pihak internal atau pihak ketiga dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Anda bisa memilih community cloud apabila menginginkan keamanan yang lebih tinggi.
Baca juga: Mengenal Perbedaan Cloud Computing dengan Web Hosting
Karakteristik Cloud Computing

Ada lima ciri khas cloud computing yang perlu Anda pertimbangkan, antara lain:
1. On-Demand Self Service
Karakteristik ini berarti cloud computing harus memiliki layanan self-service portal. Portal ini dapat membantu Anda untuk melakukan konfigurasi dan pengelolaan layanan secara mandiri tanpa harus berinteraksi dengan vendor cloud computing. Vendor hanya menyediakan layanan secara otomatis dan Anda tidak perlu berkomunikasi dengan vendor kecuali bila terjadi masalah.
2. Broad Network Access
Broad network access berarti layanan cloud computing harus bisa diakses kapan saja dan di mana saja hanya melalui perangkat atau platform yang terhubung dengan internet. Pengguna dapat menggunakan perangkat seperti thin client, thick client, atau media lainnya seperti smartphone untuk mengakses layanan cloud computing. Cloud computing biasanya dibangun menggunakan website sebagai basisnya sehingga mampu diakses lebih luas.
3. Rapid Elasticity
Elastisitas (elasticity) dalam konteks ini berarti layanan cloud computing harus tersedia dengan cepat untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Layanan ini juga harus ada dalam kapasitas yang tidak terbatas sehingga dapat disesuaikan dengan spesifikasi yang diinginkan. Selain itu, cloud computing juga harus bersifat scalable sehingga spesifikasinya dapat dinaikkan atau diturunkan sesuai kebutuhan Anda.
4. Resource Pooling
Cloud computing mencakup beberapa sumber daya atau resources yang membangunnya, seperti jaringan, server, aplikasi, layanan, dan penyimpanan. Resources tersebut digunakan secara bersamaan oleh beberapa pengguna di berbagai platform dan dikelompokkan dalam suatu pusat data (data center). Pusat datanya terdiri dari berbagai server yang bersifat multi-tenant sehingga dapat diakses dalam waktu yang sama.
5. Measured Service
Terakhir, cloud computing harus bersifat terukur. Layanan cloud computing harus bisa melacak informasi mengenai ukuran pemakaian yang telah Anda gunakan. Informasi ini berguna sebagai patokan bagi Anda dalam membayar layanan cloud sesuai fitur atau kapasitas yang digunakan. Cloud computing menggunakan sistem pengukuran untuk mengukur penggunaan setiap resources-nya, seperti kapasitas penyimpanan, bandwidth, dan aktivitas pengguna.
Kelebihan dan Kekurangan Cloud Computing

Bagi yang belum mengenal cloud computing, teknologi adalah sistem yang membuat Anda dapat melakukan penyimpanan data di dalam internet. Jadi data tersebut dapat diakses oleh setiap pihak yang memiliki aksesnya. Mereka dapat saling berbagai data di internet tanpa harus mengirimkan via email. Semua data terkumpul di dalam satu tempat yang sama sehingga semakin mempermudah operasional perusahaan.
Melihat bagaimana penjelasan cloud computing, sebenarnya sudah bisa terlihat apa saja kelebihan dari teknologi ini. Kini waktunya membahas satu per satu kelebihannya.
Baca juga: Cloud Disaster Recovery: Definisi dan Manfaat
Kelebihan Cloud Computing
Ada beberapa keuntungan yang akan Anda dapatkan, jika Anda berlangganan menggunakan layanan komputai awan ini, diantaranya sebagai berikut.
1. Akses Mudah dari Mana Saja dan Kapan Saja
Kelebihan pertama dari cloud computing adalah kemudahan dalam mengakses data. Anda bisa mengakses data di dalam cloud computing di mana saja dan kapan saja. Asalkan Anda memiliki akses ke data dan menggunakan jaringan internet, maka data-data di dalam cloud computing dapat diakses. Dengan begitu, proses kerja menjadi semakin mudah.
2. Lebih Murah Dibanding On Site Server fisik
Benar sekali, cloud computing menawarkan kelebihan murah dari segi biaya. Cloud computing dapat digunakan dengan menggunakan jasa perusahaan IT yang memiliki layanan ini. Anda hanya perlu membayar biaya bulanan atau tahunan untuk menggunakan cloud computing. Tidak perlu membeli hardware, melakukan maintenance berkala, hingga membayar pemakaian listrik.
Baca juga: Apa itu Cloud SLA?
3. Implementasi yang Cepat
Kecepatan konektivitas internet yang tinggi merupakan salah satu keuntungan dari menggunakan cloud computing. Silahkan cek kecepatan melalui Aplikasi SpeedTest.
Penyedia layaman cloud computing menyediakan infrastruktur yang handal dan canggih yang dapat meningkatkan kinerja aplikasi dan sistem.
Dengan kapasitas yang cukup besar, cloud computing dapat menangani jumlah permintaan yang tinggi sekaligus, sehingga memastikan aplikasi dan sistem dapat bekerja dengan cepat dan responsif.
Ini sangat penting bagi bisnis yang mengandalkan kinerja aplikasi dan sistem untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi.
4. Kapasitas Penyimpanan Tanpa Batas
Cloud computing dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Anda bisa meminta penyimpanan sesuai dengan kebutuhan. Jadi manajemen data di dalam cloud computing bisa sesuai dengan permintaan yang diminta sejak awal.
5. Keamanan Data yang Lebih Baik
Anda tidak perlu khawatir dengan tingkat keamanan penyimpanan data di dalam cloud computing. Dengan menggunakan jasa perusahaan IT yang tepat seperti AdIns, tingkat keamanan di dalamnya sudah pasti sangat kuat karena telah memenuhi standardisasi yang ada.
6. Penggunaan Berbagai Perangkat
Cloud computing memungkinkan pengguna untuk mengakses data dari berbagai perangkat, termasuk laptop, smartphone, tablet, dan desktop. Dengan demikian, pengguna tidak lagi harus bergantung pada satu perangkat tertentu untuk mengakses atau mengolah data.
7. Adanya Fitur Back Up dan Pemulihan Data
Kelebihan berikutnya dari penggunaan cloud computing adalah adanya fitur back up dan pemulihan data yang disediakan oleh penyedia layanan cloud computing. Dengan begitu, Anda lebih mungkin mengamankan data yang Anda miliki dan memulihkannya jika terjadi kerusakan atau kehilangan data.
Fitur ini sangat berguna bagi bisnis yang memerlukan data yang aman dan dapat dipercayai. Anda dapat mengatur waktu dan frekuensi back up data, dan juga dapat mengakses data yang telah dibackup dari jarak jauh.
Baca juga: Cara Memilih Penyedia Layanan Cloud Computing
Kekurangan Cloud Computing
Cloud computing tetap memiliki kekurangan. Apalagi teknologi ini berhubungan sekali dengan jaringan internet hingga tingkat keamanan yang harus sekuat dan seaman mungkin. Jadi inilah beberapa kekurangan cloud computing.
1. Bergantung Terhadap Koneksi Internet
Ya, cloud computing bisa bekerja dan digunakan dengan optimal hanya saat Anda memiliki koneksi internet di dalam device yang digunakan. Jika tidak ada koneksi internet, maka sudah pasti cloud computing tidak bisa diakses. Kekurangan ini sebenarnya tidak terlalu mengganggu karena pada akhirnya, proses kerja yang maksimal memang membutuhkan koneksi internet. Itulah mengapa Anda wajib memiliki koneksi internet yang stabil.
2. Isu Teknis
Penggunaan cloud computing tidak terlepas dari berbagai masalah teknis yang bisa memengaruhi kinerja dan implementasi layanan. Tantangan ini meliputi:
- Masalah kompatibilitas: Tidak semua perangkat lunak atau sistem yang digunakan perusahaan dapat berjalan mulus di lingkungan cloud.
- Konfigurasi yang kompleks: Kesalahan dalam pengaturan atau konfigurasi dapat menyebabkan gangguan operasional.
- Kinerja sistem: Penurunan performa layanan cloud bisa terjadi akibat keterbatasan kapasitas atau masalah teknis lainnya.
Untuk mengatasi hal ini, diperlukan perencanaan yang matang dalam memilih penyedia cloud yang kompatibel dengan kebutuhan bisnis, serta dukungan teknis yang memadai untuk mengelola sistem.
3. Ancaman Keamanan
Keamanan data adalah salah satu tantangan terbesar dalam penggunaan cloud computing. Data yang disimpan di cloud dapat rentan terhadap akses tidak sah jika langkah-langkah keamanan tidak diterapkan dengan baik. Beberapa risiko yang mungkin terjadi adalah:
- Serangan siber: Seperti peretasan oleh hacker yang dapat mengeksploitasi kerentanan sistem.
- Pencurian identitas: Data pelanggan atau perusahaan yang tersimpan di cloud bisa menjadi target pencurian.
- Kelemahan penyedia layanan: Celah dalam sistem keamanan penyedia layanan cloud dapat membahayakan data pengguna.
Untuk mengurangi risiko ini, pengguna harus memastikan bahwa:
- Data dilindungi dengan enkripsi yang kuat.
- Penyedia cloud mengikuti standar keamanan yang ketat.
- Audit keamanan dilakukan secara berkala untuk memeriksa kerentanan sistem.
4. Downtime (Gangguan Layanan)
Downtime mengacu pada periode ketika layanan cloud tidak dapat diakses. Ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:
- Perbaikan rutin: Pemeliharaan sistem yang dilakukan oleh penyedia layanan.
- Gangguan teknis: Masalah perangkat keras atau perangkat lunak.
- Gangguan jaringan: Masalah konektivitas yang memengaruhi akses ke layanan cloud.
Downtime dapat berdampak besar pada produktivitas dan pendapatan, terutama bagi perusahaan yang sangat bergantung pada layanan cloud untuk operasional sehari-hari. Untuk memitigasi dampak ini, perusahaan perlu:
- Memilih penyedia cloud dengan jaminan uptime yang tinggi.
- Menggunakan sistem cadangan atau redundansi untuk memastikan kelangsungan operasional selama downtime.
- Berkomunikasi dengan penyedia layanan untuk mengetahui jadwal pemeliharaan rutin dan langkah-langkah mitigasi.
Cloud computing memang merupakan teknologi yang bisa memudahkan pekerjaan Anda. Terlepas dari kemudahan tersebut, Anda perlu memperhatikan lima karakteristik cloud computing untuk memilih layanan yang tepat dan sesuai kebutuhan. Karakteristik tersebut juga berguna untuk menjamin bahwa informasi yang tersimpan di dalamnya tetap aman dan tidak mudah diretas oleh orang lain.
Masih belum menemukan penyedia layanan yang memenuhi karakteristik cloud computing di atas? Tidak perlu bingung lagi karena Anda bisa mengandalkan layanan aCloud dari AdIns. Keistimewaan aCloud terletak pada layanan Disaster Recovery System yang terdapat di dalamnya sehingga data Anda akan tetap aman meski terjadi hal yang tidak diinginkan. Apabila terjadi masalah dalam pengelolaannya, tim kami siap sedia membantu mengatasinya. Hubungi kami melalui WhatsApp segera dan mulailah mengimplementasikan layanan cloud computing dalam bisnis Anda sekarang juga!
