Pengertian Manajemen Persediaan beserta Fungsi dan Metode Penerapannya

Pengertian Manajemen Persediaan beserta Fungsi dan Metode Penerapannya

Manajemen persediaan adalah aspek krusial dalam menjalankan sebuah bisnis. Keberhasilan atau kegagalan suatu perusahaan seringkali terkait dengan bagaimana persediaan dikelola. Dalam era bisnis yang kompetitif, manajemen persediaan yang efektif dapat menjadi strategi yang ampuh untuk mengalahkan pesaing.

Untuk mendukung keberhasilan bisnis Anda, pada kesempatan kali ini, AdIns akan menguraikan pengertian manajemen persediaan, tujuan, fungsi, dan strategi penerapannya yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Agar dapat menerapkannya dengan tepat, baca sampai habis artikel di bawah ini!

Definisi Manajemen Persediaan

Manajemen persediaan adalah serangkaian kegiatan yang melibatkan perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian seluruh proses yang terkait dengan persediaan barang atau produk dalam suatu perusahaan.

Hal ini mencakup tindakan-tindakan seperti pengadaan barang, penyimpanan, dan distribusi untuk memastikan ketersediaan produk sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pasar. Dengan kata lain, manajemen persediaan melibatkan strategi untuk mengoptimalkan jumlah persediaan guna mencapai efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan.

Fungsi Manajemen Persediaan

Manajemen persediaan memainkan peran kritis dalam mengoptimalkan operasional perusahaan dan meminimalkan risiko yang mungkin timbul selama proses pengadaan dan penyimpanan barang. Berikut beberapa fungsi utama dari manajemen persediaan.

1. Menghindari Keterlambatan Pengiriman

Salah satu fungsi utama manajemen persediaan adalah untuk menghindari keterlambatan dalam pengiriman produk kepada pelanggan. Menjaga tingkat persediaan yang memadai membuat perusahaan dapat memastikan ketersediaan barang yang sesuai dengan permintaan, menghindari kerugian akibat keterlambatan, dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

2. Menghindari Risiko Barang Pesanan yang Rusak

Manajemen persediaan juga berperan dalam mengurangi risiko jika material atau barang yang dipesan mengalami kerusakan. Hal tersebut dapat terjadi dengan melakukan pemantauan yang cermat terhadap kondisi barang sejak awal proses pengadaan, sehingga perusahaan dapat mengambil langkah untuk mencegah kerusakan atau mengganti barang yang rusak sebelum dikirim ke pelanggan.

3. Menghindari Kenaikan Harga/Inflasi

Fungsi selanjutnya dari manajemen persediaan adalah untuk membantu perusahaan mengatasi risiko kenaikan harga atau inflasi. Melalui pembelian persediaan dalam jumlah yang cukup untuk periode tertentu, perusahaan dapat melindungi diri dari fluktuasi harga yang mungkin terjadi di pasar. Ini memastikan stabilitas biaya produksi dan harga jual, yang pada gilirannya dapat memengaruhi profitabilitas perusahaan.

4. Penyimpanan Bahan Baku yang Bersifat Musiman

Untuk bisnis yang menggunakan bahan baku yang bersifat musiman, manajemen persediaan menjadi kunci dalam menyimpan persediaan yang cukup untuk memenuhi permintaan selama periode musim tinggi. Ini memastikan kelancaran produksi dan ketersediaan produk saat dibutuhkan.

5. Mencapai Keuntungan melalui Diskon

Manajemen persediaan memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan dari adanya potongan harga atau diskon dari pemasok. Hal tersebut bisa didapatkan dari membeli dalam jumlah besar atau merencanakan pengadaan dengan bijak.

6. Memberikan Pelayanan yang Memuaskan Pelanggan

Fungsi krusial manajemen persediaan adalah memberikan pelayanan yang memuaskan pelanggan. Manajemen persediaan akan menjaga ketersediaan produk secara konsisten sehingga perusahaan dapat membangun reputasi yang baik di mata pelanggan. Kepuasan pelanggan merupakan faktor penting yang dapat memengaruhi loyalitas.

Baca juga: Pentingnya Loyalitas Konsumen dan Cara Menjaganya

Tujuan Manajemen Persediaan

Menerapkan manajemen persediaan dapat memberikan keuntungan signifikan terhadap perusahaan Anda melalui beberapa tujuan seperti di bawah ini.

1. Mengelola Persediaan

Tujuan utama dari manajemen persediaan adalah mencapai tingkat persediaan yang optimal. Ini melibatkan perencanaan yang matang untuk menjaga keseimbangan antara memiliki cukup persediaan untuk memenuhi permintaan pelanggan dan menghindari kelebihan persediaan yang dapat menyebabkan biaya penyimpanan yang tinggi. Mengelola persediaan dengan baik dapat menciptakan efisiensi dalam alur kerja dan meningkatkan kecepatan respons terhadap permintaan pasar.

2. Efisiensi Operasional

Manajemen persediaan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan. Ini mencakup upaya untuk meminimalkan waktu tunggu, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, dan mempercepat proses produksi. Melalui cara ini, perusahaan dapat merespons perubahan permintaan dengan lebih cepat, menghindari keterlambatan produksi, dan menjaga proses operasional yang efisien.

3. Pengendalian Biaya

Salah satu tujuan kunci strategi ini adalah untuk mengendalikan biaya persediaan. Ini mencakup pengelolaan pembelian dan penyimpanan persediaan secara cerdas. Anda dapat melakukan evaluasi yang baik terhadap kebutuhan persediaan untuk dapat menghindari pembelian dalam jumlah besar yang mungkin tidak dapat terjual dengan cepat. Pengendalian biaya ini dapat membantu meningkatkan profitabilitas dan menjaga keseimbangan biaya persediaan.

4. Mengurangi Risiko Kehilangan Persediaan

Tujuan lainnya dari manajemen persediaan adalah mengurangi risiko kehilangan persediaan. Risiko ini dapat berasal dari pencurian, kerusakan, atau usangnya barang. Hal ini dapat tercapai dengan memberlakukan pemantauan yang ketat terhadap barang.

Selain itu, perusahaan dapat mengidentifikasi potensi risiko sejak dini melalui kebijakan keamanan, penyimpanan yang tepat, dan pemeliharaan berkala untuk mencegah kerugian yang tidak diinginkan.

Strategi Penerapan Manajemen Persediaan yang Efektif

Manajemen persediaan yang efektif melibatkan penerapan strategi yang cerdas dan adaptif. Berikut beberapa strategi penerapan manajemen persediaan yang dapat memberikan keunggulan.

1. Gunakan Sistem Just In Time (JIT)

Strategi Just In Time (JIT) adalah pendekatan yang efektif untuk meminimalkan kelebihan persediaan. Strategi ini membuat perusahaan hanya memproduksi atau memesan barang saat dibutuhkan, hingga pada akhirnya akan mengurangi biaya penyimpanan. Untuk mendukung sistem JIT, Anda harus memiliki koordinasi yang baik dengan pemasok.

2. Manfaatkan Teknologi Terkini

Penerapan teknologi terkini seperti sistem manajemen persediaan berbasis komputer, memiliki dampak besar pada efisiensi operasional. Sistem ini memungkinkan pemantauan persediaan secara real-time, prediksi permintaan yang lebih akurat, dan otomatisasi proses pengadaan. Menggunakan teknologi ini membuat perusahaan dapat mengurangi kesalahan manusia, meningkatkan akurasi, dan mengoptimalkan pengelolaan persediaan.

Baca juga: Contoh Penerapan Big Data dalam Sektor Bisnis

3. Gunakan Analisis ABC

Analisis ABC membantu perusahaan mengklasifikasikan persediaan berdasarkan nilai volumenya. Berikut langkah-langkah untuk melakukan analisis ABC:

  • Identifikasi Semua Barang Persediaan: Mulailah dengan mengidentifikasi semua barang persediaan yang dimiliki oleh perusahaan. Ini mencakup bahan baku, barang dalam proses, dan produk jadi.
  • Hitung Nilai atau Volume Rupiah Tahunan: Tentukan nilai atau volume rupiah tahunan untuk setiap barang persediaan. Nilai ini dapat dihitung dengan mengalikan harga satuan dengan jumlah yang diproduksi atau dijual selama satu tahun.
  • Tentukan Batas antara Kelas ABC: Tentukan batas antara kelas ABC. Misalnya, Anda dapat memutuskan bahwa kelas A mencakup 70-80%, kelas B mencakup sekitar 15%, dan kelas C mencakup sekitar 10% dari total nilai atau volume rupiah.
  • Kelompokkan Barang ke dalam Kelas ABC:Kelompokkan setiap barang ke dalam salah satu kelas ABC berdasarkan batas yang telah ditetapkan. barang dengan nilai atau volume rupiah tertinggi masuk ke dalam kelas A, diikuti oleh kelas B, dan kelas C.

4. Jalin Hubungan yang Baik dengan Pemasok

Kolaborasi yang baik dengan pemasok merupakan faktor kunci dalam memastikan kelancaran pasokan dan mendapatkan harga yang lebih baik. Hubungan yang baik juga memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan informasi lebih awal tentang perubahan dalam rantai pasokan yang dapat memengaruhi persediaan. 

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa manajemen persediaan adalah aktivitas dalam perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian persediaan barang atau produk dalam suatu perusahaan. Untuk memaksimalkan manajemen persediaan diperlukan beberapa strategi, seperti menerapkan sistem JIT hingga menjalin hubungan baik dengan pemasok.

Dalam menghadapi dinamika bisnis yang terus berubah, manajemen persediaan bukan lagi sekadar kebutuhan, melainkan suatu keharusan untuk dapat bersaing dengan kompetitor. Untuk itu, AdIns hadir sebagai solusi modern yang dapat membantu perusahaan mengoptimalkan manajemen persediaan melalui Aplikasi ARS (Advance Reporting System).

Aplikasi ini menyelipkan sistem mutakhir di dalam alat operasional perusahaan untuk memastikan pemahaman data dan operasional yang lebih baik. Selain itu, kami memberikan informasi terbaru terkait regulasi dan beradaptasi terhadap perubahan tersebut. Jangan lewatkan kesempatan untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi risiko, dan meraih keunggulan dengan menggunakan Aplikasi ARS dari AdIns. Ajukan demo sekarang di sini!

manajemen persediaan adalah, Pengertian Manajemen Persediaan beserta Fungsi dan Metode Penerapannya, Advance Innovations

Author :

Ad-Ins

Published date :

08 Maret 2024