Pengertian MoU (Memorandum of Understanding) beserta Tujuan dan Contohnya

Pengertian MoU (Memorandum of Understanding) beserta Tujuan dan Contohnya

Ada banyak hal yang perlu Anda persiapkan sebelum menjalin kerja sama dengan pihak lain. Salah satunya yaitu membuat nota kesepahaman alias Memorandum of Understanding yang sering disingkat dengan MoU. MoU adalah dokumen penting karena menyatakan kesepakatan kerja sama antara pihak eksternal dan Anda.

Dalam Bahasa Indonesia, MoU sering disebut sebagai nota kesepakatan, nota kesepahaman, perjanjian kerja sama, atau perjanjian pendahuluan.

Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUH Perdata) tidak mengenal dokumen bernama nota kesepahaman. Namun, dalam praktik pembuatan kontrak, terutama dalam bisnis, istilah nota kesepahaman sudah umum digunakan.

Dalam artikel ini, akan dibahas lebih lanjut tentang pengertian, tujuan, komponen, ciri-ciri, hingga contoh MoU untuk membantu Anda memahami nota kesepahaman ini.

Apa Itu MoU?

MoU adalah dokumen yang digunakan untuk menyatakan kesepakatan antara dua atau lebih pihak. Dokumen ini tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat, tetapi menunjukkan komitmen antara beberapa pihak yang terlibat untuk bekerja sama dalam suatu proyek atau kegiatan. Anda bisa menggunakan MoU dalam berbagai bidang, seperti bisnis, pendidikan, sosial, dan sebagainya.

Pihak yang terlibat dalam MoU tidak harus sesama perusahaan. Anda pun bisa membuat MoU untuk bekerja sama dengan pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi non-profit, dan sebagainya. Walaupun tidak bersifat mengikat, Anda bisa menggunakan MoU untuk membuat perjanjian kerja sama yang lebih formal.

Baca juga: Kenali Perbedaan MoU dan Perjanjian Agar Tidak Salah Kaprah

3 Tujuan MoU yang Perlu Dipahami

mou adalah, Pengertian MoU (Memorandum of Understanding) beserta Tujuan dan Contohnya, Advance Innovations

MoU juga memiliki tujuan penting dalam menyatakan kesepakatan kerja sama antara beberapa pihak yang terlibat. Tujuan tersebut mencakup:

1. Mempermudah Pembatalan Kesepakatan

MoU bukan surat perjanjian yang bersifat final dan mengikat, melainkan hanya sebuah gambaran dari kesepakatan yang akan diberlakukan dalam kerja sama. Apabila prospek bisnis yang hendak dijalankan belum jelas, salah satu pihak bisa lebih mudah membatalkan perjanjian kerja sama meskipun bisa ditindaklanjuti.

2. Mengikat Pihak Lain secara Sementara

MoU juga bisa menjadi dokumen yang mengikat pihak lain untuk sementara waktu. Alasannya, penandatanganan kontrak kerja sama membutuhkan waktu yang tidak sedikit dan melibatkan proses negosiasi yang cukup panjang. MoU bisa menjaga agar hubungan dengan pihak yang diajak kerja sama tetap terjalin hingga kontraknya mulai diberlakukan.

3. Menjadi Bahan Pertimbangan Kesepakatan

Adakalanya pihak lain masih merasa ragu mengenai kerja sama yang hendak dilakukan. MoU bisa menjadi bahan pertimbangan mereka untuk menyetujui atau menolak kesepakatan dalam kerja sama sesuai klausul yang tertulis.

Baca juga: Ini Perbedaan Paraf dan Tanda Tangan, Sudah Tahu Belum?

Ciri-Ciri MoU

MoU juga memiliki ciri khas tersendiri sehingga lebih mudah dikenali daripada jenis surat lainnya. Apa saja ciri-cirinya?

  • Isinya berupa kesediaan beberapa pihak untuk bekerja sama.
  • Dibuat secara ringkas.
  • Hanya berisi hal-hal pokok dan umum sebagai ungkapan kesediaan bagi kedua belah pihak agar saling bekerja sama.
  • Tidak mengikat sehingga tidak memaksa pihak yang terlibat untuk melakukan kewajibannya.
  • Hanya berlaku untuk sementara waktu sampai ada kesepakatan. Apabila kedua pihak setuju, MoU bisa diperpanjang dan Anda bisa membuat kontrak. Sebaliknya, MoU akan batal apabila tidak ada kelanjutan mengenai kerja sama.
  • Tidak menekankan sanksi hukum.

Baca juga: Pemalsuan Tanda Tangan: Cara Melaporkan dan Sanksi Hukumnya

Komponen MoU

Dalam perjanjian bisnis seperti MoU, terdapat beberapa komponen penting yang harus ada untuk menjelaskan secara rinci kepada semua pihak yang terlibat.

Inti dari MoU adalah pernyataan kesepakatan antara dua pihak atau lebih yang setuju untuk bekerja sama demi mencapai tujuan tertentu.

Namun, terdapat komponen lain yang perlu diperhatikan, seperti identitas para pihak yang membuat kesepakatan, tanggal kesepakatan dibuat, dan kapan kesepakatan ini mulai berlaku.

Berikut ini adalah komponen yang harus ada dalam MoU menurut Glints:

1. Judul Kesepakatan

Judul MoU harus jelas dan mudah dipahami oleh semua pihak yang terlibat. Judul sebaiknya menggunakan kalimat yang lugas dan sesuai dengan isi MoU. Pastikan bahasa yang digunakan adalah bahasa baku sesuai dengan ejaan yang berlaku karena MoU adalah dokumen formal dan resmi.

2. Pembukaan

Pada bagian pembukaan MoU, biasanya ditulis kapan dan di mana kesepakatan dilakukan serta siapa saja pihak yang terlibat. Selain nama, biasanya juga disebutkan jabatan pihak yang terlibat. MoU umumnya menggunakan istilah PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dapat berupa perorangan, badan hukum privat, atau badan hukum publik. Pembukaan juga sering mencakup alasan pembuatan kesepakatan ini dengan uraian singkat mengenai pokok-pokok pikiran yang melatarbelakanginya. Bahasa yang digunakan dalam pembukaan harus formal.

3. Inti MoU

Bagian inti perjanjian mencakup diskusi dan kesepakatan dari kedua pihak mengenai isi MoU. Isi MoU sebaiknya mengakomodasi kepentingan dari masing-masing pihak dan dapat mencakup persyaratan yang ingin disertakan. Bagian inti MoU biasanya terdiri dari beberapa poin berikut:

  • Tujuan: Pernyataan tujuan dari para pihak terkait kesepakatan.
  • Ruang Lingkup: Gambaran umum mengenai kegiatan yang akan dilakukan.
  • Realisasi Kegiatan: Pelaksanaan serta rincian kegiatan dari MoU.
  • Jangka Waktu: Masa berlaku MoU.
  • Biaya Penyelenggaraan: Biaya yang dikeluarkan untuk melaksanakan kegiatan, bisa bersumber dari salah satu pihak, semua pihak, atau sumber lain yang disepakati bersama.
  • Aturan Peralihan: Perubahan yang mungkin terjadi dan hanya dapat dilakukan jika disepakati oleh semua pihak.

4. Penutup

Bagian penutup MoU cukup singkat dan padat seperti layaknya tulisan resmi. Penutup yang sederhana dan lugas sudah cukup untuk menutup MoU.

2 Contoh Pembuatan MoU

mou adalah, Pengertian MoU (Memorandum of Understanding) beserta Tujuan dan Contohnya, Advance Innovations

Sudahkah Anda memahami tentang pengertian dan ciri khas MoU? Anda bisa membuat MoU untuk menjalin kerja sama dengan pihak eksternal. Ada dua contoh MoU yang bisa Anda ikuti, yaitu MoU sederhana dan MoU kerja sama bisnis. Berikut contohnya.

1. MoU Sederhana

MEMORANDUM OF UNDERSTANDING

(NOTA KESEPAHAMAN)

Pada hari ini …………….. tanggal …………….. bulan …………….. tahun …………….., masing-masing pihak yang bertanda tangan di bawah ini:

1. Nama         : ……………..……………..……………..……………..……………..

Pekerjaan  : ……………..……………..……………..……………..……………..

Alamat       : ……………..……………..……………..……………..……………..

Nomor: ……………..dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama sendiri, yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA

2. Nama          : ……………..……………..……………..……………..……………..

Pekerjaan   : ……………..……………..……………..……………..……………..

Alamat        : ……………..……………..……………..……………..……………..

Berdasarkan Kartu Tanda Penduduk/KTP: ……………..…………….. Nomor: …………….. dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama sendiri, yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA

Kedua belah pihak sepakat untuk melaksanakan kerja sama yang dituangkan dalam naskah perjanjian kerja sama dengan ketentuan sebagai berikut:

1. ……………………..

2. …………………….

3. ……………………..

PIHAK PERTAMA                                                                           PIHAK KEDUA

(…………………..)                                                                          (…………………)

2. MoU Kerja Sama Bisnis

NOTA KESEPAHAMAN

(MEMORANDUM OF UNDERSTANDING)

ANTARA

PT. ……………..……………..

DENGAN

PT.  ……………..……………..

Nomor: ……………..……………..……………..

Pada hari ini, …………….. tanggal …………….., telah ditandatangani suatu kesepakatan bersama (Memorandum of Understanding) untuk selanjutnya disebut dengan MoU oleh dan antara:

Nama      : ……………..……………..……………..……………..

Jabatan   : ……………..……………..

Alamat    : ……………..……………..……………..……………..

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT …………….. yang berkedudukan di ……………..…………….. sesuai Akta No. …………….. tanggal ……………. dibuat oleh Notaris …………….. Berkedudukan di …………….. dan untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA

Nama      : ……………..……………..……………..……………..

Jabatan   : ……………..……………..

Alamat     : ……………..……………..……………..……………..

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT …………… yang berkedudukan di …………….. dan untuk selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

Selanjutnya masing-masing pihak dengan ini menerangkan terlebih dahulu hal-hal sebagai berikut:

PIHAK PERTAMA adalah suatu lembaga keuangan berbentuk bank, di mana produk-produk yang ditawarkan berupa penghimpunan dana, penyaluran dana, dan jasa perbankan lainnya.

PIHAK KEDUA adalah lembaga keuangan yang menawarkan jasa usaha asuransi.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, para pihak setuju untuk melaksanakan ketentuan-ketentuan di MoU ini sebagai berikut:

Pasal 1

MAKSUD DAN TUJUAN

  • Kedua belah pihak sepakat untuk bekerja sama saling menguntungkan guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
  • Kedua belah pihak sepakat untuk menjadi lembaga keuangan yang bebas riba.

Pasal 2

JANGKA WAKTU

Kerja sama ini berlaku untuk jangka waktu …………….. tahun terhitung sejak tanggal …………….. sampai dengan tanggal …………….. dan dapat diperpanjang kembali sesuai kesepakatan kedua belah pihak.

Pasal 3

HAK DAN KEWAJIBAN

Masing-masing pihak mempunyai hak dan kewajiban sebagai berikut:

(1) Kewajiban PIHAK PERTAMA antara lain:

Menyediakan permodalan berbasis investasi dalam bentuk pembiayaan mudharabah.

Memasarkan produk Asuransi Takaful (Bancassurance) kepada setiap nasabahnya yang berminat

Menerbitkan rekening deposito mudharabah sebagai media investasi PIHAK KEDUA.

Melakukan pelatihan (training) secara rutin terkait sosialisasi produk perbankan

(2) Kewajiban PIHAK KEDUA antara lain:

Menyediakan bagi hasil (profit sharing) untuk PIHAK PERTAMA apabila perusahaan asuransinya mendapatkan keuntungan.

Memberikan kemudahan kepada nasabah PT. BANK …………….. yang ingin membeli polis asuransi.

Melakukan pelatihan (training) secara rutin terkait sosialisasi produk asuransi.

Pasal 4

KETENTUAN TAMBAHAN

Bahwa mengenai hal-hal yang tidak atau belum cukup diatur dalam MoU ini, akan diberikan dalam bentuk addendum yang tidak terpisahkan dari MoU ini.

Pasal 5

PENUTUP

Perjanjian ini dibuat rangkap 2 (dua) masing-masing bermeterai cukup sebagai alat bukti yang mempunyai ketentuan hukum yang sama.

PIHAK PERTAMA                                                                          PIHAK KEDUA

(………………….)                                                                         (…………………)

Dari contoh di atas, Anda bisa menyimpulkan bahwa MoU membutuhkan tanda tangan kedua belah pihak sebagai bukti keabsahannya. Kabar bagusnya, Anda tidak perlu bertemu langsung dengan pihak kedua hanya untuk menandatangani MoU apabila mereka berada di area yang jauh dari jangkauan. 

Solusi terbaik untuk penandatanganan MoU adalah dengan menggunakan aplikasi tanda tangan digital dari AdIns. Baik Anda maupun pihak lain yang terlibat, keduanya bisa melegalisasi MoU dengan aplikasi ini. Tidak hanya itu, aplikasi ini juga terbukti keamanannya agar dapat terhindar dari fraud yang bisa membahayakan kerja sama Anda. Hubungi kami segera melalui WhatsApp dan buat proses penandatanganan MoU menjadi lebih mudah bersama AdIns.

mou adalah, Pengertian MoU (Memorandum of Understanding) beserta Tujuan dan Contohnya, Advance Innovations

Author :

Ad Ins

Published date :

28 Februari 2023