7 Perbedaan Biaya Tetap dan Biaya Variabel

7 Perbedaan Biaya Tetap dan Biaya Variabel

Perbedaan biaya tetap dan biaya variabel penting dipahami dengan baik oleh pemilik bisnis dan manajer keuangan. Kedua jenis biaya ini mencerminkan karakteristik yang berbeda dalam pengeluaran bisnis. 

Bukan hanya itu saja, perbedaan antara keduanya memiliki dampak besar pada struktur keuangan bisnis dan pengambilan keputusan manajerial. Untuk lebih memahaminya, mari simak perbedaan antara biaya tetap, serta jenis biaya dan contohnya dalam artikel ini.

Apa Itu Biaya Tetap dan Biaya Variabel?

Sebelum membahas perbedaannya, mari simak terlebih dahulu tentang konsep biaya tetap dan biaya variabel berikut ini. 

1. Biaya Tetap

Biaya tetap merujuk pada elemen biaya yang konsisten, tidak terpengaruh oleh fluktuasi volume produksi atau penjualan. Biaya ini mencakup biaya sewa fasilitas produksi, pajak properti, gaji, pembayaran bunga, dan asuransi. 

Sederhananya, biaya tetap menjadi biaya yang harus dibayarkan bisnis terlepas dari seberapa banyak atau sedikit produk atau jasa yang diproduksi. Biaya tetap memberikan stabilitas dalam perencanaan keuangan bisnis. Bukan hanya itu saja, biaya ini menjadi komponen yang perlu dikelola secara efisien.

2. Biaya Variabel

Biaya variabel adalah biaya yang berkorelasi langsung dengan jumlah barang atau jasa yang diproduksi. Ketika volume produksi meningkat, biaya variabel ikut meningkat dan begitu sebaliknya. Perlu dicatat bahwa biaya produksi antar industri berbeda, bergantung pada produksi dan penjualan bisnis Anda.

Sebagai contoh, biaya variabel melibatkan bahan baku atau tenaga kerja langsung yang dikeluarkan sesuai dengan kebutuhan produksi. Fleksibilitas biaya variabel membuatnya responsif terhadap perubahan dalam kebutuhan pasar atau produksi.

Perbedaan Biaya Tetap dan Biaya Variabel

Dalam keuangan bisnis, terdapat perbandingan antara biaya tetap dan biaya variabel yang memiliki keterlibatan mendalam pada strategi keuangan bisnis. Berikut tujuh perbedaan biaya tetap dan biaya variabel.

1. Pengaruh pada Harga Jual

Biaya tetap tidak memberikan dampak langsung pada penetapan harga jual per unit produk atau layanan. Sebaliknya, biaya variabel memiliki korelasi yang kuat dengan penetapan harga. Ketika biaya variabel naik, terutama karena kenaikan biaya bahan baku atau upah tenaga kerja langsung, hal ini dapat berdampak langsung pada margin laba per unit.

2. Waktu Pengeluaran

Biaya tetap cenderung bersifat tetap dalam jangka waktu tertentu dan tidak terpengaruh oleh siklus operasional harian atau bulanan. Di sisi lain, biaya variabel menunjukkan fleksibilitas yang lebih besar dan dipengaruhi oleh fluktuasi produksi atau penjualan langsung.

3. Jumlah Nominal

Jumlah nominal biaya tetap seringkali lebih besar daripada pembayaran biaya variabel. Hal ini disebabkan oleh sifat tetap dan kekonsistenan dari biaya tetap, seperti biaya sewa fasilitas produksi atau gaji manajemen. Sementara itu, pembayaran untuk biaya variabel umumnya lebih kecil dan dapat diatur menyesuaikan dengan kondisi keuangan perusahaan. 

4. Intensitas Pelaporan 

Untuk intensitas pelaporan, laporan biaya variabel biasanya akan dikeluarkan lebih sering, seperti harian, mingguan, hingga bulanan sesuai dengan alur keluar dan masuknya produk. Sebaliknya, intensitas pelaporan biaya tetap sangat jarang terjadi. Laporan ini biasanya dikeluarkan dalam interval waktu yang lebih panjang.

Baca juga: Apa itu Sales Mobile Reporting App

5. Siklus Operasional

Biaya tetap umumnya bersifat jangka panjang dan tidak berubah dalam siklus operasional harian atau bulanan. Sebaliknya, biaya variabel berkaitan langsung dengan siklus operasional dan berubah sesuai dengan kebutuhan produksi. 

6. Pengaruh Biaya Produksi

Total biaya variabel meningkat atau menurun seiring dengan kenaikan atau penurunan aktivitas operasional. Sementara itu, biaya tetap cenderung stabil, meskipun perusahaan mungkin mengeluarkan lebih banyak atau lebih sedikit biaya variabel.

7. Fokus Penilaian

Biaya tetap yang cenderung stabil dalam periode waktu yang panjang biasanya dievaluasi dengan mempertimbangkan aspek waktu. Di sisi lain, biaya variabel dinilai berdasarkan jumlah produksi sehingga menciptakan responsibilitas terhadap fluktuasi aktivitas operasional.

Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan ERP dalam Administrasi Perkantoran?

Jenis Biaya Tetap beserta Contohnya

Biaya tetap menjadi komponen penting untuk merancang strategi dan keberlanjutan keuangan bisnis Anda. Berikut ini adalah sejumlah jenis biaya tetap dan contohnya. 

1. Gaji

Gaji merupakan salah satu jenis biaya tetap yang konsisten dalam setiap periode pembayaran. Meskipun aktivitas operasional perusahaan mungkin mengalami fluktuasi, pembayaran gaji untuk karyawan tetap stabil untuk menciptakan fondasi keberlanjutan tenaga kerja.

2. Pembayaran Sewa

Biaya sewa berkaitan erat dengan penggunaan fasilitas tertentu untuk operasional harian perusahaan. Meskipun nilai properti atau fasilitas tersebut mungkin tidak berubah, tetapi pembayaran sewa bersifat konstan dalam jangka waktu tertentu, seperti bulanan atau tahunan. 

3. Pajak Bumi dan Bangunan

Pajak properti, seperti pajak bumi dan bangunan merupakan contoh lain dari biaya tetap. Meskipun produksi dan penjualan meningkat atau menurun, pembayaran pajak ini tetap konsisten dalam jangka waktu tertentu yang telah ditetapkan. 

4. Asuransi

Biaya asuransi, baik untuk aset perusahaan maupun asuransi kesehatan karyawan, termasuk dalam biaya tetap. Pembayaran premi asuransi bersifat teratur dan independen dari kemungkinan dinamika produksi.

5. Biaya Air dan Listrik

Walaupun biaya utilitas, seperti listrik atau air dapat bervariasi, tetapi biaya ini seringkali dianggap sebagai biaya tetap. Pasalnya, pembayaran biaya ini bersifat reguler dan stabil dalam periode waktu tertentu.

Jenis Biaya Variabel beserta Contohnya

Jenis biaya variabel memiliki dampak langsung terhadap laba bisnis dan dapat diidentifikasi dengan jelas pada setiap unit produk atau layanan yang dihasilkan. Berikut adalah jenis biaya variabel dan contohnya.

1. Komisi Penjualan

Komisi penjualan berkaitan dengan penghargaan yang diberikan kepada para penjual atau agen penjualan berdasarkan jumlah penjualan yang berhasil mereka hasilkan. Sebagai contoh, jika seorang sales berhasil menjual produk atau layanan perusahaan, komisi penjualan akan diberikan sebagai pengakuan atas kontribusi mereka terhadap penjualan.

2. Biaya Tenaga Kerja Langsung

Biaya tenaga kerja langsung mencakup gaji dan tunjangan yang diberikan kepada pekerja yang secara langsung terlibat dalam proses produksi atau penyediaan layanan. Biaya ini berbeda dengan gaji dan bersifat variabel karena akan meningkat seiring peningkatan produksi.

3. Biaya Bahan Baku

Biaya bahan baku merujuk pada biaya yang terkait dengan bahan-bahan yang digunakan dalam proses produksi. Biaya bahan baku ini cenderung berfluktuasi sesuai dengan tingkat produksi. Sebagai contoh, dalam industri makanan terdapat biaya bahan baku seperti tepung, gula, dan bahan lainnya yang digunakan untuk membuat produk.

4. Biaya Distribusi Produk

Biaya distribusi produk melibatkan pengeluaran yang terkait dengan distribusi fisik produk dari produsen ke konsumen akhir. Sebagai contoh, biaya pengiriman produk, biaya pergudangan, dan biaya transportasi.

5. Biaya Overhead

Biaya overhead merujuk pada biaya yang tidak berkaitan langsung dengan proses produksi atau sering disebut biaya dari beban lain-lain atau tambahan. Meskipun sebagian besar biaya overhead bersifat tetap, tetapi ada juga elemen overhead yang bersifat variabel. Contohnya, biaya utilitas produksi yang dapat meningkat seiring dengan peningkatan aktivitas produksi.

Kini, Anda telah memahami perbedaan biaya tetap dan biaya variabel, mulai dari waktu pengeluaran, jumlah nominal, hubungannya dengan biaya produksi, hingga fokus penilaiannya. 

Biaya tetap yang bersifat konstan dapat memberikan dasar yang stabil. Sebaliknya, biaya variabel menyesuaikan dengan perubahan aktivitas operasional sehingga memberikan fleksibilitas dalam fluktuasi pasar.

Untuk mengoptimalkan pengelolaan dokumen operasional bisnis, pertimbangkan untuk menggunakan layanan Docupro dari AdIns. Layanan Docupro membantu Anda memastikan SLA yang lebih baik dan terkendali di seluruh cabang melalui implementasi pemrosesan terpusat dan mempermudah pengelolaan sumber daya manusia. Layanan ini memberikan kemampuan bagi Anda untuk lebih fokus pada kompetensi bisnis sehingga meningkatkan efektivitas operasional. 

Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi AdIns di sini dan dapatkan solusi yang terintegrasi, efisien, dan dapat diandalkan untuk mengelola dokumen di seluruh lapisan bisnis Anda!

perbedaan biaya tetap dan biaya variabel, 7 Perbedaan Biaya Tetap dan Biaya Variabel, Advance Innovations

Author :

Ad Ins

Published date :

16 Februari 2024