7 Tantangan Bank Digital pada Tahun 2024, Cek di Sini!

7 Tantangan Bank Digital pada Tahun 2024, Cek di Sini!

Bank digital terkenal dengan efisiensi dalam bertransaksi sehingga transaksi perbankan dapat dilakukan secara daring kapan saja dan di mana saja. Namun, tantangan yang dihadapi oleh bank digital juga makin besar. Tantangan bank digital makin kompleks dan menantang di era kemajuan sistem informasi yang terus berkembang sehingga banyak sekali pertimbangan dalam menggunakannya. 

Berdasarkan pemaparan singkat di atas mengenai tantangan terhadap bank digital, maka secara khusus AdIns sudah menyiapkan pembahasan mengenai hal tersebut secara mendalam. Mari ikut penjelasan AdIns di bawah ini.

Apa itu Bank Digital?

Kemajuan teknologi informasi telah membawa pengaruh besar terhadap semua sektor bisnis termasuk layanan perbankan. Pergeseran yang terjadi melalui inovasi perbankan memberikan kemudahan terhadap nasabah untuk mengaksesnya secara daring melalui platform digital, situs web, atau dapat melalui aplikasi mobile.

Berkaitan dengan cara akses dan pelayanan bank digital, pengguna dapat bertindak secara mandiri tanpa harus dibantu oleh fungsionaris layaknya teller bank atau customer service untuk keperluan mereka salah satunya berupa pembukaan rekening.

Salah satu yang membuat bank digital menjadi lebih efisien adalah mengenai kedudukan kantor secara fisik yang umumnya tidak dibutuhkan, tetapi ada beberapa yang menyediakan kantor fisik dan hanya dalam jumlah terbatas saja.

Beberapa ulasan singkat yang menggambarkan tentang bank digital, maka dapat AdIns katakan bahwa bank digital berupa layanan perbankan yang didukung oleh teknologi informasi dan beroperasi dengan model transaksi melalui e-channel. 

Baca juga: Apa Fungsi Lembaga Keuangan Bukan Bank?

Tantangan Bank Digital

Bank digital tentu saja memiliki tantangan yang kompleks dan tidak mudah. Dalam bagian ini AdIns telah menyiapkan ulasan tentang bagaimana tantangan tersebut dapat memengaruhi keberadaan dari bank digital. Berikut adalah penjelasannya.

1. Akses Internet yang Belum Merata

Kehadiran bank digital sangat bergantung terhadap ketersediaan akses internet pada suatu wilayah sebab peranan dari koneksi tersebut yang menghubungkan pengguna serta proses pelayanannya dapat berjalan dengan lancar. Fitur yang terlalu banyak dan tidak sederhana dapat menimbulkan kesulitan pengguna pada wilayah yang memiliki jaringan internet terbatas. Melihat tantangan tersebut tentu saja bank digital perlu untuk menyediakan aplikasi yang ringan dan tetap dapat digunakan oleh semua pengguna termasuk di wilayah yang akses internetnya terbatas.

2. Bank Digital Membutuhkan Akses Data Kependudukan Secara Penuh

Tantangan lainnya yang secara nyata dihadapi oleh bank digital adalah kebutuhan mendasar mereka terhadap akses data kependudukan. Akses data diperlukan sebab berkaitan langsung dengan proses verifikasi nasabah baru. Setiap ada nasabah baru yang melakukan pembukaan rekening di luar jam operasional kantor pada umumnya, maka proses verifikasi harus dilakukan dan membutuhkan akses secara langsung ke pusat data. Oleh sebab itu, bank digital harus terintegrasi dengan pusat data kependudukan setiap saat.

Baca juga: Peran dan Pekerjaan Surveyor Kredit

3. Bank Digital Membutuhkan Akses Data SLIK OJK

Sama halnya dengan data kependudukan bank digital juga membutuhkan akses data secara penuh ke pusat data SLIK OJK sebab makin ramai pengguna yang menggunakan layanan keuangan dan salah satunya adalah kredit. Pihak bank digital sebagai kreditur sangat terbantu dengan layanan informasi SLIK yang berguna untuk memverifikasi analisis kredit sehingga prosesnya lebih cepat dan efisien.

4. Bank Digital Membutuhkan Akses Bank Data UMKM

Bank digital menginginkan proses pengajuan kredit oleh debitur dapat berjalan dengan lancar dan lebih cepat. Agar keinginan tersebut dapat terlaksana tentu saja bank digital perlu mendapatkan akses bank data UMKM maupun perusahaan besar yang mungkin suatu waktu mengajukan kredit. Selama beroperasi bank digital hanya dapat memberikan kredit kepada individu atau perorangan melalui kerja sama dengan pihak ketiga seperti fintek.

5. Bank Digital Membutuhkan Regulasi Khusus

Regulasi khusus yang diperlukan untuk menjalankan operasional bisnis mereka agar lebih sehat dan kuat layaknya bank syariah yang memiliki regulasi khusus dan berbeda dari bank konvensional. Regulasi yang paling mencolok dari bank syariah adalah tidak mengambil keuntungan dari transaksi peminjaman kepada nasabahnya.

Net Interest Margin (NIM) bank digital sendiri memiliki prospek yang sehat sebab meninjau dari portofolionya mereka berfokus pada pangsa dengan nilai ticket size rendah dengan angka yang ditetapkan Rp 1.000.000 sampai Rp 2.000.000 serta memiliki rasio Non Performing Loan (NPL) yang tinggi. Di samping itu, indikator efisiensi yang diterapkan adalah Cost to Income Ratio (CIR) bukan Beban Operasional Pendapatan Operasional (BOPO).

6. Risiko Kebocoran Data Nasabah

Pihak bank harus selalu menjaga keamanan data nasabah agar terhindar dari kasus kebocoran data. Dari pihak nasabah, mereka juga harus hati-hati dan sebisa mungkin melindungi data-data pribadi mereka.

7. Risiko Serangan Siber

Serangan siber merupakan salah satu tantangan paling besar dalam dunia perbankan. Organisasi yang menaungi perkembangan perbankan digital tentunya harus memiliki teknologi yang mampu melawan serangan siber dengan baik.

Melihat banyak tantangan yang ada tentu bank digital perlu mendapat dukungan serta penambahan akses agar memudahkan dalam memberikan pelayanan yang sempurna kepada setiap nasabahnya. Selain itu, permasalahan koneksi internet harus bisa diselesaikan sehingga jangkauannya lebih merata agar akses untuk pelayanan bank digital bisa lebih efektif. Bank digital juga perlu memperhatikan keamanan data dari setiap operasional bisnis mereka sebab itu berkaitan dengan integritas mereka sebagai penyedia layanan.

Demikian penjelasan yang sudah AdIns paparkan mengenai tantangan yang dihadapi oleh bank digital pada masa sekarang. Di samping itu, bank digital tentu saja menyediakan pelayanan berupa kredit yang dapat mendongkrak aktivitas ekonomi. Dalam pengajuan kredit proses analisis sangat diperlukan sehingga untuk memudahkan mekanisme tersebut Anda dapat menggunakan aplikasi EKYC System – PROFIND dari AdIns sehingga proses pelacakan profil calon pelanggan menjadi lebih efisien dan akurat. Anda dapat menghubungi kami untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai manfaat aplikasi EKYC System – PROFIND dari AdIns.

tantangan bank digital, 7 Tantangan Bank Digital pada Tahun 2024, Cek di Sini!, Advance Innovations

Author :

Ad-Ins

Published date :

18 Mei 2023