Tugas Collector beserta Peran dan Tanggung Jawabnya dalam Perusahaan Multi Finance

Tugas Collector beserta Peran dan Tanggung Jawabnya dalam Perusahaan Multi Finance

Hal apa yang terlintas pertama kali saat mendengar pekerjaan dan tugas Collector

Bayangan sosok debt collector mengejar nasabah untuk menagih utang atau menagih angsuran kerap muncul. Ditambah bumbu-bumbu cerita bahwa ada penagih utang yang meneror kerabat nasabah maupun perselisihan tak terhindarkan antara kolektor dan nasabah.

Namun, dibalik citra negatif yang menempel di pikiran masyarakat tersebut, kolektor memiliki peran penting mengenai tugas dan tanggung jawab seorang dalam perusahaan multi finance. Dan tentunya menjadi kolektor dibilang tidak mudah, terlebih adanya image buruk di masyarakat. Yuk, kita simak penjelasan mengenai pengertian, pekerjaan dan tugas collector berikut.

Baca juga: Keuntungan Penugasan Kolektor Melalui Perangkat Mobile

Pengertian Kolektor

Menurut KBBI, kata “kolektor” sendiri memiliki dua makna, yaitu “orang yang mengumpulkan dana”, atau “orang yang mengumpulkan benda untuk koleksi (prangko, benda bersejarah, dsb. yang berkaitan dengan minat atau hobi)”. Namun, pada artikel ini, akan dibahas mengenai kolektor yang memiliki makna sebagai seseorang yang bertugas untuk mengumpulkan dana. Fungsi utama dari adanya kolektor bagi perusahaan adalah mencegah terjadinya pembayaran yang terlambat dari konsumen, yang mana konsumen tersebut melakukan peminjaman ke perusahaan tersebut.

Peran, Tugas, dan Tanggung Jawab Debt Collector Sesuai Cara Kerjanya

pekerjaan tugas collector, Tugas Collector beserta Peran dan Tanggung Jawabnya dalam Perusahaan Multi Finance, Advance Innovations

Secara umum, tugas utama dari seorang collector dikelompokkan menjadi tiga tingkatan berdasar cara kerjanya. 

1. Desk Collector

Tugas ini dilakukan kolektor yang berada di back office alias tidak turun ke lapangan. Mereka memiliki tugas untuk mengingatkan tanggal jatuh tempo cicilan nasabah melalui telepon, dulunya dilakukan dengan mengirim surat kepada nasabah. Karena berperan sebagai reminder, tugas desk collector berorientasi pada pelayanan nasabah sehingga bahasa komunikasinya terdengar lebih sopan dan halus.

2. Field Collector

Berbeda dengan desk collector yang berada di kantor saja, mereka memiliki tugas untuk turun tangan melakukan kunjungan jika nasabah yang dihubungi masih menunggak pembayaran atau telat membayar hingga beberapa waktu. Kolektor akan mengunjungi rumah nasabah dengan tujuan mengetahui seperti apa situasi nasabah berikut kondisi finansialnya.

Upaya memberi pengertian soal kewajiban nasabah dilakukan secara persuasif. Mereka akan menjelaskan pula konsekuensi yang bisa muncul jika keterlambatan pembayaran tidak dituntaskan segera.

Selain itu, kolektor juga memberikan tenggang waktu bagi nasabah untuk melunasi tunggakan, maksimal tujuh hari. Hal ini terkait dengan target kolektor yang harus dipenuhi tiap bulan. Jarang ada yang melakukan kunjungan harian.

Nasabah pun bisa membayarkan angsuran langsung kepada field collector. Maka, kolektor wajib memberikan bukti pembayaran resmi, bukan sekadar kuitansi. 

pekerjaan tugas collector, Tugas Collector beserta Peran dan Tanggung Jawabnya dalam Perusahaan Multi Finance, Advance Innovations

3. Remedial Collector

Ketika sudah dilakukan proses penagihan, tetapi nasabah belum juga membayar angsuran, perusahaan akan menugaskan kolektor selanjutnya, yaitu remedial collector alias juru sita. Bisa dari internal dan bisa juga dari eksternal perusahaan pembiayaan atau multifinance. Tergantung dari kerumitan nasabah yang dihadapi. Kolektor kelompok ini bertugas melakukan penarikan barang yang dijadikan jaminan nasabah saat mengajukan pinjaman, entah itu motor, mobil, atau barang berharga yang dijadikan jaminan pada saat dibuatnya perjanjian.

Saat jurusita bekerja, mereka menerapkan perlakuan berbeda tergantung bagaimana respons nasabah terkait kewajibannya. Jika nasabah memahami duduk persoalannya dan sukarela menyerahkan jaminan sesuai kesepakatan, maka kolektor pun akan bersikap sopan. 

Sebaliknya, jika nasabah tidak menunjukkan itikad baik, seperti sulit dihubungi, bersembunyi, tidak bertanggung jawab, hingga melarikan diri, maka kolektor bisa bertindak lain. Tak jarang diperlukan gertakan, merampas paksa, maupun mengancam akan memproses secara hukum. Tiap individu memiliki cara mereka masing-masing.

Meskipun demikian, kolektor harus pandai mengendalikan diri agar tidak sampai melakukan tindak pidana, antara lain memukul, merusak barang, atau mencemarkan nama baik. 

Baca juga: Apa itu Kredit Macet dan mengapa itu penting

Skill yang Diperlukan oleh Debt Collector

Berikut adalah beberapa skill yang diperlukan oleh seorang debt collector atau collection officer:

1. Kemampuan Negosiasi

Bagi petugas penagih utang, keahlian dalam bernegosiasi sangatlah vital untuk merumuskan rencana pembayaran dengan para debitur. Dalam hal ini, mengasah keterampilan bernegosiasi membantu mereka menemukan kesepakatan untuk meminimalkan konflik dan memungkinkan pencapaian tujuan bersama.

2. Keahlian Akuntansi

Petugas penagih utang perlu memiliki pemahaman yang baik dalam bidang akuntansi dan administrasi untuk menjaga keakuratan catatan debitur, dan untuk meningkatkan efisiensi proses kerja.
Selain itu, keahlian ini digunakan untuk beberapa hal lainnya, yaitu mengevaluasi kondisi keuangan konsumen, menyusun laporan keuangan, serta merancang rencana pembayaran.

3. Pemahaman Seputar Hukum Utang

Dalam menjalankan tugasnya, petugas penagih utang harus mematuhi regulasi yang berlaku dalam penagihan utang.
Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk memahami peraturan yang berkaitan dengan utang dan tindakan yang dapat diambil melalui jalur hukum.

4. Komunikasi Efektif

Keterampilan komunikasi menjadi kunci bagi petugas penagih utang untuk berinteraksi dengan para debitur guna membujuk mereka untuk melunasi utangnya.
Selain itu, kemampuan berkomunikasi juga membantu mereka dalam melakukan pelaporan pembayaran utang kepada manajemen.

5. Kemampuan Memecahkan Masalah

Keterampilan dalam menyelesaikan masalah diperlukan untuk mengatasi berbagai rintangan yang muncul ketika menagih hutang.
Kemampuan ini memungkinkan mereka mencari solusi yang tepat berdasarkan situasi dan tingkat utang setiap debitur.

6. Penyelesaian Konflik

Selain memecahkan masalah, Keterampilan dalam menyelesaikan konflik juga penting bagi petugas penagih utang untuk mencari solusi yang paling menguntungkan bagi kedua belah pihak.
Selain itu, memiliki kemampuan ini dapat meningkatkan persepsi positif konsumen terhadap institusi kredit.

7. Pelayanan Pelanggan

Pemahaman yang baik dalam pelayanan pelanggan merupakan hal yang wajib dimiliki oleh petugas penagih utang.
Petugas yang mampu memberikan pelayanan pelanggan yang baik dapat meningkatkan loyalitas dan nilai konsumen, serta membantu menyelesaikan masalah dengan lebih efisien.

Sehingga, hubungan yang kuat dapat terjalin antara petugas penagih utang, debitur, dan calon debitur.

Fraud yang Dilakukan Debt Collector Nakal

Debitur yang mengalami kredit macet atau gagal membayar utang tepat pada waktunya bisa menimbulkan kesalahpahaman dengan penyedia layanan kredit tersebut. Supaya hal ini tidak terjadi, debt collector akan ditugaskan oleh atasan mereka untuk menghubungi peminjam tersebut dengan cara apapun agar mereka segera membayar utangnya. Sehingga perusahaan dapat memulihkan dukungan keuangan demi kelangsungan bisnis mereka. Sayangnya, terdapat sebagian debt collector yang masih ilegal menurut hukum. 

Debt collector nakal maupun ilegal juga sering menjadi momok bagi peminjam yang menunggak utang ataupun kredit macet. Debt collector ilegal juga seringkali bertindak kasar baik verbal maupun non-verbal. Biasanya ini terjadi ketika debt collector tidak menerima pembayaran utang atau menghasilkan kesepakatan dengan peminjam. Selain itu, debt collector juga dapat mengumpulkan keuntungan dan laba dari pembayaran kredit tersebut, mereka bisa saja melakukan tindakan pemerasan, serta ancaman untuk menyita aset dan barang-barang berharga milik peminjam. 

Baca juga: Mengidentifikasi Debt Collector Nakal dan Cara Menghadapi Mereka

Cara Memantau Kinerja Collector

pekerjaan tugas collector, Tugas Collector beserta Peran dan Tanggung Jawabnya dalam Perusahaan Multi Finance, Advance Innovations

Perusahaan pembiayaan maupun penyedia jasa keuangan lainnya perlu memberikan arahan dan pelatihan untuk collector, ini bertujuan untuk meminimalkan risiko potensial. Selain itu, agar dalam menjalankan tugasnya collector tidak melakukan tindakan menyimpang dan dapat mempertahankan hubungan baik antara perusahaan dan pelanggan mereka sehingga kerugian finansial juga dapat berkurang.  

Untuk memastikan bahwa collector tidak akan melakukan tindakan manipulasi (memalsukan/ menyalahgunakan) data untuk mendapatkan keuntungan pribadi, berikut merupakan cara yang dapat dilakukan untuk mencegahnya. 

Pertama, perusahaan dapat mewajibkan dan mendesak collector untuk menandai posisi mereka selama jam kerja berlangsung. Karena ini adalah perintah langsung dari manajemen, bagi collector yang tidak mengubah lokasi GPS mereka selama bekerja akan diberikan sanksi. Langkah ini dapat berfungsi sebagai permulaan bagi perusahaan untuk melacak posisi collector dan memantau mereka selama bekerja. Cara ini juga bisa membantu perusahaan untuk memastikan apakah collector tersebut bertemu dengan debitur atau peminjam kredit di tempat-tempat yang umum dan tidak mencurigakan atau ilegal. 

Kedua, perusahaan dapat menugaskan orang untuk memantau kinerja collector di lapangan. Sehingga perusahaan bisa mendapatkan informasi aktual tentang kinerja collector tersebut pada saat tertentu. collector merupakan profesi di bawah hukum, karenanya perusahaan dapat memiliki pengawas yang mengawasi kinerja mereka serta mencegah segala bentuk penyalahgunaan wewenang yang mungkin terjadi. Sehingga diharapkan agar kemungkinan kolektor untuk bertindak menyimpang semakin kecil pada saat bertemu dengan peminjam kredit untuk menagih utang.

pekerjaan tugas collector, Tugas Collector beserta Peran dan Tanggung Jawabnya dalam Perusahaan Multi Finance, Advance Innovations

Pengertian dan Perhitungan Credit Score 

pekerjaan tugas collector, Tugas Collector beserta Peran dan Tanggung Jawabnya dalam Perusahaan Multi Finance, Advance Innovations

Skor kredit (credit score) merupakan sebuah sistem penilaian yang digunakan oleh bank dan jasa keuangan lainnya yang berfungsi menentukan kelayakan calon pelanggan atau nasabah dalam pengajuan kredit. Penyedia jasa keuangan dapat menentukan skor kredit berdasarkan bagaimana riwayat transaksi dari pelanggan tersebut, kondisi keuangan, jenis pekerjaan, status rumah, tanggungan keluarga, dan banyak lagi. 

Skor kredit paling rendah biasanya dimulai dari angka 300, dan angka tertinggi yaitu 850. Jika nasabah atau peminjam memiliki skor yang rendah, hal ini bisa dianggap dalam melakukan pembayaran kredit nasabah tersebut sering telat dan tidak disiplin. Tentu saja ini akan menjadi pertimbangan bank di masa depan, sehingga dapat mempersulit nasabah untuk mendapatkan pinjaman baru. 

Berbagai cara dan metode yang beragam digunakan untuk menghitung skor kredit. Metode ini biasanya didasarkan pada perhitungan angka dan weighting system untuk menilai berbagai jenis kriteria. Detail bagaimana perhitungan dan rumus untuk  menghitung skor kredit tersebut hanya diketahui oleh penyedia jasa layanan itu sendiri. Akurasi hasil dari skor kredit akan bergantung dari kriteria dan kesesuaian dengan tujuan kredit tersebut. Selain itu, alat dan metode yang digunakan juga akan berpengaruh terhadap hasil perhitungan skor kredit tersebut. 

Berikut merupakan pembagian kategori kredit berdasarkan nilai skornya: 

  • Skor 1 (Kredit Lancar), yakni peminjam atau nasabah tidak pernah menunggak dan selalu membayar pinjaman kredit tepat waktu sampai pinjaman tersebut lunas. 
  • Skor 2 (Kredit DPK atau Kredit dalam Perhatian Khusus), yakni peminjam yang menunggak pembayaran kredit selama 1-90 hari. 
  • Skor 3 (Kredit Tidak Lancar), yakni peminjam yang menunggak pembayaran kredit selama 91-120 hari. 
  • Skor 4 (Kredit Diragukan), yakni peminjam yang menunggak pembayaran kredit selama 121-180 hari. 
  • Skor 5 (Kredit Macet), yakni peminjam yang menunggak pembayaran kredit lebih dari 180 hari. 

Banyak hal yang dapat memengaruhi tinggi rendahnya skor kredit. Namun, di bawah ini merupakan lima faktor utama dalam penghitungan skor kredit menurut FICO:  

  • Riwayat pembayaran: yang sering digunakan oleh kreditur yakni 35% dari skor kredit dan ketepatan waktu peminjam tersebut dalam membayar kredit.
  • Pemanfaatan kredit: biasanya sebesar 30% dari skor kredit dan ini mengacu pada jumlah uang atau harta yang dimiliki oleh peminjam tersebut. Hal ini mempertimbangkan proporsi uang yang terutang terhadap total kredit yang tersedia. 
  • Durasi riwayat kredit: nilainya yakni 15% dari skor kredit. Semakin lama riwayat kredit dapat menunjukkan bahwa kredit beresiko rendah. 
  • Tipe kredit: nilainya sebesar 10% dari skor kredit. Ini menunjukkan berapa banyak tipe kredit yang dimiliki oleh peminjam, misalnya cicilan kartu kredit, cicilan rumah, ataupun cicilan mobil. 
  • Jumlah kredit baru: biasanya juga 10% dari skor kredit dan menunjukkan berapa banyak akun kredit baru yang dimiliki peminjam. Jika peminjam mengambil banyak pinjaman kredit, hal ini bisa menjadi risiko tinggi bagi pemberi pinjaman atau kreditur. 

Itulah penjelasan mengenai pekerjaan dan tugas collector. Guna menunjang tugas collector, Anda dapat membekali mereka dengan aplikasi debt collector Mobile Collection dari AdIns. Dengan memasang aplikasi ini di smartphone, kolektor bisa mengakses data pelanggan dengan mudah. 

Anda sebagai pihak manajemen pun leluasa mengelola dan memonitor kinerja debt collector Anda. Salah satunya dengan membatasi penerimaan jumlah uang kas dan validasi lokasi. Semua berlangsung real-time dan tersimpan langsung dalam sistem. 

Jadi, siap membenamkan teknologi pada cara kerja kolektor di perusahaan Anda? AdIns sebagai perusahaan solusi IT di Indonesia siap membantu perusahaan Anda!

pekerjaan tugas collector, Tugas Collector beserta Peran dan Tanggung Jawabnya dalam Perusahaan Multi Finance, Advance Innovations

Author :

Ad-Ins

Published date :

19 Oktober 2020