10 Unsur Kredit yang Mendasari Pemberian Kredit

10 Unsur Kredit yang Mendasari Pemberian Kredit

Unsur-unsur kredit berkaitan dengan aktivitas pemindahan dana secara sementara. Dalam hal ini biasanya dilakukan oleh kreditur kepada debitur dan perlu sejumlah syarat khusus yang diberlakukan untuk menerima dana tersebut. Menelisik lebih jauh mengenai unsur-unsur kredit dapat bermanfaat bagi Anda sebelum mengajukan pinjaman.

Dalam pembahasan kali ini, kami menjelaskan dengan lengkap apa itu unsur kredit dan apa saja unsur-unsurnya yang umumnya menjadi pertimbangan dalam proses peminjaman. Mari simak penjelasan yang sudah kami siapkan di bawah ini.

Apa Itu Kredit?

Sebelum melangkah membahas mengenai unsur-unsur kredit, pertama-tama kami ingin menerangkan kepada Anda apa itu kredit? Pada dasarnya, kredit memiliki banyak definisi yang berbeda dalam dunia keuangan, tetapi kredit paling sering ditujukan pada sebuah perjanjian kontrak di mana kreditur memberikan pinjaman berupa uang atau sesuatu yang bernilai ke debitur. Dalam kontrak tersebut debitur berkomitmen dengan sadar untuk melakukan pelunasan kembali sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati.

Sehingga, pengertian kredit sendiri pada umumnya adalah penyediaan uang atau tagihan yang berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam, antara pihak pemberi pinjaman dengan pihak peminjam. Dalam hal ini, pihak peminjam diwajibkan untuk membayar hutangnya dengan membayarkan bunga dalam jangka waktu tertentu.

Dalam pengertian yang lain, kredit juga dapat menggambarkan kondisi kesehatan finansial dari sebuah bisnis atau individu yang memiliki riwayat sangat baik dalam melakukan pinjaman dan kemudian melunasinya. Kelompok ini tergolong dalam debitur yang dianggap kurang berisiko bagi kreditur.

Baca Juga: 4 Perbedaan Kredit dan Pembiayaan yang Wajib Anda Ketahui!

Fungsi Kredit 

Menurut Kasmir sebagaimana dikutip dalam buku Manajemen Perbankan, berikut adalah beberapa peran kredit:

  • Mendorong pertumbuhan aktivitas perdagangan dan ekonomi
  • Memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat
  • Memfasilitasi peredaran uang dan barang
  • Meningkatkan produktivitas masyarakat
  • Menghidupkan semangat usaha di masyarakat
  • Meningkatkan modal kerja perusahaan

Jenis-jenis Kredit 

Kredit dapat dikategorikan ke dalam lima kelompok berbeda. Berikut  jenis-jenis kredit berdasarkan klasifikasinya:

1. Berdasarkan Tujuan

Kredit dibagi menjadi tiga berdasarkan tujuannya:

a. Kredit Konsumtif

Kredit konsumtif merujuk pada pinjaman yang digunakan untuk keperluan konsumsi pribadi, seperti untuk membeli rumah, mobil, atau perabotan rumah tangga.

b. Kredit Perdagangan

Kredit produktif dirancang untuk meningkatkan kapasitas individu atau entitas dalam menjalankan usaha mereka, sehingga memberikan nilai tambah. Contohnya adalah kredit yang digunakan untuk membeli gerobak makanan yang akan membantu peminjam mendapatkan penghasilan tambahan, atau kredit pertanian yang dapat meningkatkan produksi hasil pertanian.

c. Kredit Perdagangan 

Kredit perdagangan merupakan jenis pinjaman yang diberikan untuk keperluan perdagangan, di mana peminjam membeli barang dagangan dengan harapan mendapatkan keuntungan dari penjualan barang tersebut. Contoh dari hal ini adalah kredit yang diberikan kepada supplier atau importir.

2. Berdasarkan Kegunaan

Kredit dibagi menjadi dua berdasarkan kegunaannya:

a. Kredit Investasi

Kredit investasi adalah pinjaman yang digunakan untuk mengembangkan usaha atau keperluan investasi dengan harapan akan memberikan keuntungan di masa depan. Seperti pembangunan pabrik atau pembelian mesin.

b. Kredit Modal Kerja

Pinjaman modal kerja dimanfaatkan oleh pengusaha dalam aktivitas produksi perusahaan, seperti pembelian bahan baku atau pembayaran gaji karyawan.

3. Berdasarkan Jangka Waktu

Kredit dibagi menjadi tiga berdasarkan jangka waktunya:

a. Kredit Jangka Pendek

Kredit jangka pendek adalah  jenis kredit yang harus dikembalikan dalam waktu tidak lebih dari 1 tahun. Umumnya, kredit ini digunakan untuk keperluan modal kerja, seperti kredit untuk usaha peternakan ayam.

b. Kredit Jangka Menengah

Kredit jangka menengah biasanya memiliki jangka waktu pengembalian antara 1 hingga 3 tahun. Umumnya, kredit ini dimanfaatkan untuk keperluan investasi, seperti kredit untuk usaha pertanian atau peternakan.

c. Kredit Jangka Panjang

Kredit jangka panjang merujuk pada pinjaman yang memiliki periode pengembalian lebih dari tiga tahun, bahkan bisa mencapai puluhan tahun. Contohnya adalah kredit untuk pembelian rumah atau perkebunan karet.

4. Berdasarkan Sektor Usaha

Kredit dibagi menjadi tujuh berdasarkan sektor usahanya:

a. Kredit Pertanian

Kredit ini dimanfaatkan untuk mendukung sektor pertanian atau perkebunan masyarakat.

b. Kredit Peternakan

Kredit ini dimanfaatkan pengusaha di sektor peternakan, umumnya dilakukan dalam jangka waktu pendek.

c. Kredit Industri

Kredit ini umumnya digunakan untuk membiayai usaha di industri kecil, menengah, hingga besar.

d. Kredit Pertambangan

Kredit ini merupakan jenis kredit usaha untuk sektor pertambangan, seperti minyak, emas, dan timah.

e. Kredit Pendidikan

Kredit pendidikan digunakan dalam membangun fasilitas pendidikan, seprti sekolah atau kredit para mahasiswa dalam melancarkan pendidikannya.

f. Kredit Profesi

Kredit ini diberikan kepada profesional, seperti dokter atau dosen.

g. Kredit Perumahan

Kredit ini digunakan untuk membangun rumah.

5. Berdasarkan Jaminan

Kredit dibagi menjadi dua berdasarkan jaminannya:

a. Kredit dengan Jaminan

Umumnya, kredit mengharuskan peminjam memberikan jaminan, seperti BPKB atau sertifikat tanah. Jaminan ini digunakan sebagai penguat kepercayaan kreditur terhadap debitur.

b. Kredit Tanpa Jaminan

Kredit tanpa jaminan umumnya dilakukan kreditur berdasarkan prospek usaha atau nama balik calon debitur

Unsur-Unsur Kredit

Setelah menjelaskan mengenai apa itu kredit, sekarang kami akan mengajak Anda untuk menyimak definisi singkat mengenai unsur-unsur kredit sebelum memasuki pembahasannya. Dapat kami simpulkan bahwa unsur-unsur kredit merupakan alat ukur yang digunakan oleh kreditur dalam mengevaluasi kelayakan debitur atau dalam hal ini adalah calon peminjam. Evaluasi yang biasanya dilakukan meliputi kapasitas, modal, agunan, dan hal lain yang berkaitan. Itu tadi penjelasan dari kami, selanjutnya mari simak pembahasan mengenai unsur-unsur kredit satu per satu.

1. Karakter

Karakter secara spesifik mengacu pada data historis dari riwayat kredit bisnis atau individu. Dalam konteks ini, reputasi atau rekam jejak setiap peminjam dievaluasi apakah sudah sesuai dengan kepatuhan terhadap komitmen yang disepakati atau tidak. Kreditur juga memiliki persyaratan skor kredit minimum yang selalu diberlakukan untuk menilai kesanggupan debitur dalam melakukan pelunasan. Hal ini menjadi bagian dari prosedur penilaian sebelum nantinya disetujui oleh kreditur untuk memberikan pinjaman.

Pada dasarnya, skor kredit berperan dalam menentukan tarif dan persyaratan pinjaman. Debitur yang memiliki skor kredit yang tinggi jauh lebih baik dan lebih mudah untuk disetujui menerima pinjaman dibandingkan dengan skor kredit di bawah batas minimum.

2. Kapasitas

Kapasitas di sini adalah konteks mengenai kesanggupan debitur untuk membayar kembali pinjamannya sesuai dengan komitmen yang disepakati dengan melakukan perbandingan rasio pendapatan terhadap utang dan rasio utang terhadap pendapatan.

Kreditur melakukan analisis yang cermat dengan menghitung debt to Income (DTI), yaitu jumlah total utang bulanan kemudian membaginya bersama pendapatan kotor bulanan. Hasil dari perhitungan tersebut menjadi pertimbangan kreditur terhadap debitur, yaitu makin rendah nilai debt to income (DTI) tentu peluang mendapatkan pinjaman baru lebih besar.

3. Modal

Modal menjadi salah satu pertimbangan kreditur sebelum memberikan pinjaman. Debitur yang memiliki modal besar dapat mengurangi risiko gagal bayar. Dalam konteks ini, kreditur dapat mengaitkan kepemilikan modal dalam sejumlah aktivitas finansial debitur seperti kesanggupan membayar uang muka sehingga lebih mudah untuk menerima hipotek.

Modal sebagai bagian penting yang menjadi pertimbangan kreditur dalam menilai kelayakan kredit. Memiliki modal yang cukup serta seimbang dalam menghasilkan pendapatan tentu saja dapat mengurangi risiko gagal bayar dan pembayaran dilakukan dengan lancar.

Baca juga: Analisis Kredit: Pengertian, Proses dan Fungsinya

4. Jaminan

Jaminan mengarah pada aset yang digunakan oleh debitur sebagai jaminan untuk kredit. Dalam hal ini, jaminan yang diberikan dapat mengurangi risiko gagal bayar. Sehingga, jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan, kreditur dapat mengambil jaminan tersebut sebagai ganti ruginya. Jenis jaminan juga bisa berupa mobil, rumah, atau aset bernilai lainnya.

Namun, terdapat pula jenis kredit yang tidak memerlukan jaminan. Meski begitu, risikonya tergolong tinggi. Pada umumnya, kredit jenis ini tidak dilindungi oleh Otoritas Jasa Keuangan, dan biasanya dilakukan oleh pinjaman online ilegal. Sehingga pihak pemberi kredit dapat membebankan bunga dengan sangat tinggi.

5. Kondisi

Kreditur juga memusatkan perhatian pada kondisi yang berkaitan dengan faktor-faktor ekonomi, kemampuan membayar, peraturan pemerintah, dan hal lainnya. Selain itu, dipertimbangkan juga mengenai status pekerjaan, posisi, stabilitas pekerjaan tersebut pada masa depan, dan berapa lama bekerja di perusahaan itu. Kreditur juga mempertimbangkan kondisi pinjaman bersama tingkat bunga dan jumlah pokoknya.

6. Kepercayaan

Kredit tentu membutuhkan kepercayaan antara kreditur dan debitur. Artinya pihak yang terlibat di dalamnya saling percaya dan debitur berkomitmen untuk melakukan pelunasan kembali sesuai dengan kesepakatan dengan kreditur.

7. Jangka Waktu

Dalam perjanjian kredit tentu ada waktu yang ditentukan untuk masa pelunasan utang. Sehingga debitur harus memenuhi waktu yang sudah ditentukan untuk melakukan pelunasan kembali.

8. Balas Jasa

Dalam kesepakatan pinjam meminjam, tentunya kreditur selaku pemberi kredit akan mendapatkan keuntungan. Keuntungan inilah yang disebut balas jasa. Balas jasa berperan sebagai pendapatan yang diterima oleh kreditur karena sudah memberikan pinjaman.

Dalam kegiatan pinjam meminjam antara bank dan nasabah, balas jasa ini disebut dengan bunga. Selain dari bunga, bank konvensional juga mendapatkan penghasilan dari biaya administrasi yang harus dibayarkan oleh nasabah.

Namun, sistem balas jasa berupa bunga ini hanya diterapkan pada bank konvensional. Sementara pada bank syariah, sistem ini dikenal dengan istilah bagi hasil.

9. Debitur

Debitur merupakan pihak yang tidak dapat dilepaskan dari unsur kredit, di mana debitur berperan sebagai penerima kredit. Jika kredit yang disepakati berbentuk pinjaman yang berasal dari lembaga keuangan, maka debitur ini disebut dengan peminjam. Namun, jika kredit yang disepakati berupa sekuritas, maka debitur disebut dengan penerbit.

Debitur berkewajiban untuk membayar kreditnya sesuai waktu yang ditentukan. Apabila debitur gagal membayar kredit sesuai dengan waktunya, maka pemberi kredit dapat mengambil alih aset yang sudah dijadikan jaminan oleh debitur.

10. Kreditur

Kreditur dapat berupa badan usaha, organisasi, maupun individu yang berperan dalam memberikan kredit/pinjaman kepada debitur. Kreditur sendiri tidak hanya berperan dalam menyediakan dana sesuai dengan permintaan debitur. Namun, kreditur juga mempersiapkan sejumlah jalur pinjaman cadangan apabila terjadi masalah di pertengahan. Hal ini bertujuan agar debitur/peminjam tidak gagal bayar.

Itulah tadi serangkaian penjelasan tentang unsur-unsur kredit yang menjadi indikator penilaian terhadap kelayakan kredit dari sebuah bisnis atau individu. Tentu saja debitur harus memenuhi standar tertentu yang sudah ditetapkan agar bisa mendapatkan kredit.

Dalam hal ini misalnya, debitur harus memiliki skor kredit yang baik serta menunjukkan juga bahwa mereka mempunyai riwayat kredit baik. Tidak pernah terlambat dalam membayar serta memperlihatkan Debt to Income (DTI) yang rendah. Di samping itu, memiliki kemampuan finansial yang sehat dan mampu membayar pinjaman.

Secara menyeluruh unsur kredit merupakan bagian sangat penting dalam melakukan penilaian kelayakan kredit. Di samping itu, dapat berguna untuk mendukung aktivitas ekonomi dan meningkatkan pertumbuhannya.

Nah, dengan memahami tentang kredit dan unsur-unsurnya Anda dapat mempertimbangkannya sebelum mengajukan kredit. Selain itu, Anda juga dapat mengandalkan layanan analisis kredit dari AdIns untuk mengetahui kelayakan kredit dengan lebih mudah sebelum melakukan pengajuan kredit. Hubungi kami untuk mengetahui lebih jauh mengenai layanan analisis kredit.

unsur-unsur kredit, 10 Unsur Kredit yang Mendasari Pemberian Kredit, Advance Innovations

Author :

Ad-Ins

Published date :

25 Mei 2023