Perilaku Konsumen Millennial

Perilaku Konsumen Millennial

Analisis pasar adalah sebuah kegiatan yang tidak dapat diabaikan untuk kesuksesan perusahaan. Sebanyak apapun sumber daya yang Anda miliki, semuanya akan tidak dapat membuat perusahaan sukses jika Anda tidak memiliki persepsi yang tepat tentang pasar Anda; salah satunya perilaku konsumen.

Dalam analisis pasar, memahami perilaku konsumen terbagi ke dalam dua jenis: konsumen sebagai pribadi, dan konsumen sebagai kelompok. Hasil analisis ini kemudian dapat Anda gunakan untuk memasarkan produk atau jasa perusahaan Anda dengan lebih baik.

Tetapi, apa itu sebenarnya perilaku konsumen? Untuk mencari tahu lebih lanjut, mari simak artikel tentang analisa perilaku konsumen berikut ini.

Memahami Perilaku Konsumen

Pengertian Perilaku Konsumen

Simpelnya, perilaku konsumen adalah proses pengambilan keputusan yang dilalui oleh seorang konsumen dalam memilih produk, jasa, atau brand. Elemen-elemen dalam proses pengambilan keputusan ini sendiri terdiri dari alternatif sebuah produk, efek lingkungan pada keputusan pelanggan, efek promosi atau iklan dari perusahaan untuk sebuah produk atau jasa, dan lain-lain.

Elemen-elemen tersebut kemudian dipengaruhi oleh beberapa faktor. Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian seorang konsumen.

1. Faktor Psikologis

Faktor psikologis dalam konteks perilaku konsumen dapat berarti gaya hidup. Seseorang yang memiliki gaya hidup yang sesuai dengan apa yang ditawarkan oleh sebuah produk atau jasa tentunya akan memiliki kecenderungan untuk membeli atau menggunakan produk atau jasa tersebut.

2. Faktor Sosial

Faktor sosial sendiri terbagi ke dalam beberapa elemen, misalnya pendapatan, kelas sosial, pendidikan, dan lain-lain. Orang yang sering bergaul dengan kelas sosial atas, misalnya, akan memiliki preferensi berbeda dengan orang-orang yang, misalnya, sering bergaul dengan kelas sosial yang lebih rendah.

3. Faktor Pribadi

Aspek pribadi dalam perilaku konsumen lebih dikenal dengan nama demografis. Hal ini meliputi umur, jenis kelamin, pendapatan, dan lain-lain. Selain itu, aspek pribadi juga meliputi aspirasi, atau keinginan pribadi konsumen yang mungkin berbeda atau bahkan tidak sejalan dengan kelompok di mana pribadi itu berada.

Itulah pengertian perilaku konsumen dan juga faktor-faktor yang dapat mempengaruhinya. Untuk dapat memahami perilaku konsumen, Anda tidak memiliki jalan lain selain terjun langsung. Anda, misalnya, dapat melakukan interview atau focus group discussion dengan beberapa konsumen dari kelompok yang menjadi target market Anda.

Untuk membantu Anda memahami perilaku konsumen Anda lebih lanjut, berikut adalah beberapa model standar dari perilaku konsumen yang dapat Anda jadikan referensi.

Jenis-Jenis Perilaku Konsumen

Konsumen Loyal

Dari namanya, konsumen jenis ini adalah konsumen yang sudah berulang kali membeli atau menggunakan produk dan jasa yang Anda tawarkan. Sifat loyal pada konsumen dapat muncul ketika Anda dapat memenuhi semua kebutuhan konsumen (psikologis, sosial, dan juga pribadi).

Konsumen Impulsif

Konsumen jenis impulsif adalah konsumen yang mengambil keputusan untuk membeli produk tanpa pertimbangan yang kurang matang. Walaupun jenis konsumen ini dapat muncul dan menghilang dengan cepat, Anda dapat merubah jenis konsumen ini dengan melakukan pendekatan yang tepat berdasarkan kebutuhan mereka.

Konsumen Tawar Menawar

Jenis konsumen adalah orang-orang yang mengambil keputusan pembelian berdasarkan harga terendah yang dapat Anda tawarkan. Konsumen jenis ini akan sangat sulit untuk Anda rubah menjadi konsumen loyal karena pengaruh terbesar dalam keputusan pembelian mereka adalah harga.

Walaupun begitu, Anda tetap dapat menggaet jenis konsumen ini dengan mengadakan promo atau membuat variant produk atau jasa dengan harga yang relatif rendah berdasarkan standar pasar Anda.

Konsumen Yang Melihat-Lihat

Seperti namanya, jenis konsumen ini masih belum merasa tepat dengan pilihan yang ditawarkan kepadanya. Jenis konsumen ini serupa dengan konsumen impulsif. Hanya saja, jenis konsumen ini memiliki kemungkinan transaksi yang sangat rendah.

Serupa dengan konsumen impulsif, Anda dapat menggaet jenis konsumen ini dan merubahnya menjadi konsumen loyal dengan memperkenalkan produk dan jasa Anda berdasarkan kebutuhan konsumen.

Konsumen Berbasis Kebutuhan

Perilaku konsumen satu ini merupakan salah satu yang cukup keras. Mereka hanya membeli produk atau jasa yang mereka butuhkan. Jika mereka tidak tertarik dengan jasa dan produk Anda, sudah hampir pasti konsumen tersebut tidak akan membelinya.

Tetapi, jika produk dan jasa Anda ternyata sesuai dengan kebutuhannya, maka ada kemungkinan konsumen tersebut dapat menjadi konsumen loyal untuk Anda.

Nah setelah mengetahui berbagai jenis-jenis perilaku konsumen, mari kita lihat analisa demografis konsumen yang terbesar saat ini: milennial.

Memahami Perilaku Konsumen Milennial

Dengan mengidentifikasi target demografisnya, perusahaan bisnis dapat mempengaruhi audiens demografis tersebut untuk membeli atau menggunakan layanan perusahaan. Hal ini  dapat dilakukan dengan berkomunikasi lebih jauh dengan pelanggannya. Setelah menilai perilaku umum pelanggan dengan seksama, perusahaan dapat membuat beberapa cara untuk mempromosikan layanan mereka yang berhubungan dengan pelanggan sesuai penilaian tersebut. Penilaian ini bisa dikelompokkan dari penggunaan media sosial hingga penggambaran “trendi” layanan mereka untuk memastikan konsumsi maksimal. Selain itu, karena promosi produk di era modern sangat terkait dengan penggunaan internet, tidak mengherankan bahwa internet banyak digunakan saat ini.

Internet telah meningkatkan hubungan antara pelanggan dan perusahaan selama beberapa dekade terakhir. Dengan internet memungkinkan akses yang lebih mudah untuk perdagangan dan ekonomi, hanya masalah waktu saja sebelum banyak kegiatan komersial dilakukan berbasis internet. Karena internet memudahkan perusahaan untuk mempromosikan layanan mereka, juga menjadikannya lebih mudah untuk mempromosikan ke sejumlah besar pelanggan potensial. Selain itu, internet berisi banyak tren terbaru masyarakat, sehingga perusahaan dapat memperhatikan tren-tren ini untuk menganalisis perilaku pelanggan mereka.

Salah satu demografi yang paling berpotensi menguntungkan bagi banyak perusahaan produk adalah demografi generasi millennial. Dianggap sebagai salah satu bagian yang paling paham internet dari demografi sosial modern, millennial dipercaya dengan pengetahuan mereka tentang internet modern. Dengan memahami kebangkitan demografi millennial sebagai mayoritas konsumen produk, pasar saat ini harus beradaptasi dengan demografi khusus ini. Selain itu, perilaku konsumen dari demografi millennial berbeda jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya.

Dibandingkan dengan generasi sebelumnya, terdapat jauh lebih banyak produk dan layanan yang dapat dinikmati oleh generasi millennial. Ada banyak produk dan layanan yang dapat dinikmati oleh generasi millennial dalam lingkungan ekonomi modern. Ini menghasilkan tingkat konsumsi yang lebih besar oleh generasi millennial yang sebelumnya tidak terlihat pada generasi sebelumnya. Dari produk makanan cepat saji hingga kebutuhan sehari-hari seperti pasta gigi dan sabun, tidak terhitung jumlahnya daftar produk yang dapat dibeli dan digunakan dalam kehidupan modern sehari-hari.

Karena generasi millennial lebih mudah beradaptasi terhadap perubahan mendadak dalam tren masyarakat, maka tidak mengherankan jika generasi millennial juga mempengaruhi perkembangan ini. Sifat sementara dari tren sosial generasi millennial saat ini dapat menjadi tantangan yang sulit bagi perusahaan. Karena pasar yang konsistensi jauh lebih mudah bagi perusahaan untuk memanfaatkannya, sifat tren modern yang impulsif dan cepat berubah dapat mengesampingkan beberapa pihak. Hal ini bahkan lebih sulit bagi perusahaan yang mengandalkan pelanggan lama yang biasanya tidak memiliki selera yang terus berubah. Karena jumlah pelanggan lama berkurang setiap tahun, perusahaan harus mencari pelanggan potensial baru dari generasi millennial.

Sebuah survei baru-baru ini menunjukkan bahwa 60% generasi millennial lebih suka menggunakan produk yang mencerminkan kepribadian mereka. Produk yang dapat berhubungan dengan semangat millennial saat ini cenderung memiliki jumlah pembelian dan konsumsi yang lebih tinggi. Ini sangat berbeda dari baby boomer dan generasi X yang cenderung memilih hal berdasarkan kebutuhan. Akibatnya, perusahaan yang dapat memperkenalkan merek mereka sebagai merek yang millennial-friendly dapat menghasilkan keuntungan tambahan dari demografi khusus ini.

Strategi Pemasaran Untuk Milenial

Oleh karena itu, merancang strategi pemasaran yang relevan untuk millennial membutuhkan pemahaman mendalam tentang internet juga. Dalam praktiknya, internet dapat menyediakan ruang besar untuk iklan produk dari banyak perusahaan. Karena millennial lebih memilih produk-produk baru dan inovatif yang relevan dengan kebutuhan dan kepribadian mereka, perusahaan harus mempertahankan kecerdikan mereka dalam mendesain produk-produk baru. Kurangnya inovasi dan kecerdikan dari perusahaan dapat berkontribusi pada rendahnya kepercayaan millennial kepada mereka, sehingga penting bagi perusahaan untuk membangun dan meningkatkan loyalitas konsumen dan kepercayaannya.

Selain itu, reputasi juga memainkan peran penting dalam strategi pemasaran ini. Generasi millennial cenderung membeli dan menggunakan produk yang memperlakukan pelanggan dan karyawannya dengan baik, karena hal ini mencerminkan harapan yang sangat besar dari para pelanggan. Jika suatu perusahaan tidak menaruh perhatian pada kesejahteraan orang lain, maka pelanggan millennial akan berpikir bahwa perusahaan juga melakukan hal yang sama kepada mereka. Ini menunjukkan bahwa perilaku konsumen millennial sangat bergantung pada kepercayaan dan kesetiaan yang mereka miliki kepada perusahaan bisnis.

Karenanya, promosi word-to-word juga berkontribusi besar pada perilaku konsumen generasi millennial. Keberadaan media sosial menyediakan platform bagi millennial untuk berbagi pengalaman mereka tentang beberapa produk yang telah mereka gunakan. Sehingga, orang lain dapat menilai kualitas produk-produk tersebut dari penggunanya secara langsung, hal ini meningkatkan kehati-hatian mereka dalam membeli dan memilih produk. Perusahaan perlu terlibat dengan perilaku konsumen khusus ini dengan secara aktif mendengarkan ulasan pelanggan mereka.

Terakhir, perilaku pelanggan millennial dapat digunakan untuk keuntungan yang lebih besar jika dimanfaatkan dengan bijaksana. Meskipun tantangan dalam menghadapi perilaku pelanggan tidak pernah mudah, perusahaan perlu beradaptasi dengan perilaku yang berubah ini. Millennial telah menunjukkan bahwa teknologi dan kelompok demografisnya merupakan elemen masa depan perusahaan yang tak terbantahkan. Pada akhirnya, hal tersebut menghasilkan upaya berkelanjutan perusahaan untuk memastikan merek mereka akan terus berkembang dalam menghadapi dunia baru yang berani ini di semua lini industri termasuk lini industri multifinance.

Maka dari itu konsep Know Your Customer (KYC) adalah hal yang wajib dilakukan terutama pada proses Credit Scoring di semua lini bisnis di industri multifinance. Profind hadir dengan EKYC (Know Your Customer) PROFIND yang dapat membantu proses Credit Scoring untuk pasar yang selama ini belum terjangkau dan pasar millennial. PROFIND akan mengambil data sekunder calon pelanggan dari aplikasi-aplikasi populer seperti ride sharing dan e-wallet.

Author :

Ad-Ins

Published date :

20 Agustus 2021