Pengertian apa itu data secara umum sangatlah berbeda dengan istilah yang sering digunakan dalam komputer. Beberapa orang berkutat dengan data secara digital dalam pekerjaan mereka, tapi masih banyak yang belum paham dengan seluk-beluknya.
Table of Contents
ToggleSetiap orang pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah data terutama saat mengoperasikan komputer. Pengoperasian data di komputer sudah menjadi hal yang lumrah dilakukan saat bekerja, baik secara online maupun offline.
Banyak yang berpikir bahwa proses pengolahan data sangat rumit, sehingga hanya orang dengan kemampuan IT yang paham. Kian hari, kita semakin sering menggunakan teknologi informasi ini, jadi tidak salah untuk mulai mengenal cara pengolahannya. Cepat atau lambat, proses pekerjaan pun dikuasai oleh teknologi digital, jadi lebih baik untuk mengenal bagian dalam komputer ini.
Baca juga: Tahapan Data Mining dalam Proses Pencarian Informasi
Apa Itu Data?

Apa pengertian data dalam informatika? Data adalah kumpulan informasi yang telah diubah supaya bisa dioperasikan dengan komputer. Biasanya, informasi tersebut dikonversikan dalam kode biner (binary) sebelum menjadi data yang siap diolah. Dunia komputer juga mengenal istilah raw data, artinya data yang dikumpulkan berada dalam format digital paling dasar.
Konsep data dalam dunia komputer dikemukakan pertama kali oleh Claude Shannon, bapak IT Amerika. Data selalu berkaitan dengan biner, dan konsep biner digital dibuat berdasarkan penerapan Boolean. Format biner ini yang mendasari penciptaan CPU dan perangkat komputer lainnya.
Sejak awal, istilah data sudah dikenal dengan data processing atau electronic data processing. Perkembangan data dalam dunia komputer ini semakin pesat seiring berjalannya waktu, hingga akhirnya dikenal dengan istilah teknologi informasi (IT). Intinya, data processing ini merupakan istilah atau bidang dasar yang harus dikuasai dalam dunia IT.
Baca Juga: Peran Teknologi Informasi dalam Bisnis di Era Digital
Pengertian Data Menurut para Ahli
Berikut pengertian data menurut para ahli:
a. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan data sebagai sekumpulan informasi atau fakta yang diperoleh melalui observasi, pengukuran, atau riset, yang umumnya dalam bentuk angka, teks, atau gambar, dan dapat diproses serta dianalisis untuk memperoleh pemahaman atau wawasan lebih lanjut.
b. Arikunto Suharsimi
Menurut Arikunto Suharsimi, data adalah kumpulan fakta dan angka yang digunakan sebagai bahan dasar untuk menyusun informasi.
c. Kuswandi dan E. Mutiara
Kuswandi dan E. Mutiara menjelaskan data sebagai sekumpulan informasi yang diperoleh dari pengamatan, yang dapat berupa simbol, angka, dan properti.
d. Nuzulla Agustina
Nuzulla Agustina mendefinisikan data sebagai informasi tentang suatu hal yang sering terjadi, terdiri dari angka, fakta, gambar, tabel, grafik, kata, simbol, huruf, dan lainnya yang mengekspresikan pemikiran, objek, kondisi, dan situasi.
e. Kristanto
Kristanto menyatakan bahwa data adalah fakta tentang objek yang dapat mengurangi ketidakpastian mengenai suatu keadaan dan peristiwa.
f. Slamet Riyadi
Menurut Slamet Riyadi, data adalah sekumpulan informasi yang diperoleh dari pengamatan, yang dapat berupa angka atau simbol.
Fungsi Data
Jika Anda menanyakan apa saja fungsi data, maka jawabannya adalah tergantung! Ya, tergantung digunakan untuk apa. Hal ini karena data bisa berisi kumpulan informasi yang berbeda-beda.
Namun, secara umum, berikut ini manfaat data yang perlu Anda ketahui:
1. Membantu Menjelaskan Informasi
Data yang ada diperlukan sehingga berubah menjadi bentuk informasi yang lebih mudah dipahami dan diinterpretasikan. Bahkan tidak hanya membantu menjelaskan suatu informasi, data juga dapat berguna sebagai penguat informasi yang telah ada sebelumnya.
2. Menjadi Dasar Perencanaan
Perencanaan sangat penting dalam membuat program atau kegiatan. Bahkan dikatakan, salah merencanakan berarti berencana untuk gagal. Di sinilah peran penting dari mengumpulkan data. Ini dapat menjadi tolok ukur untuk membuat perencanaan.
Suatu perencanaan yang dibuat berdasarkan data, akan lebih terarah dan matang. Pada akhirnya, berdasarkan perencanaan tersebut, Anda bisa memperoleh hasil yang maksimal.
3. Untuk Membuat Keputusan
Data memiliki peran yang vital dalam proses pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan berdasarkan data dapat menawarkan banyak keuntungan bagi bisnis Anda. Anda dapat mengidentifikasi dan menerjemahkan data menjadi peluang pendapatan.
Contohnya, saat melihat data penjualan yang stagnan atau cenderung menurun, itu bisa menjadi tanda bahwa kinerja tim sales di perusahaan Anda biasa-biasa saja. Dengan menganalisis data tersebut, Anda dapat mengidentifikasi masalah dan mengembangkan strategi bisnis yang dapat meningkatkan kinerja pendapatan.
4. Sebagai Bahan untuk Evaluasi
Masih berhubungan dengan manfaat di atas. Data juga dapat dijadikan sebagai salah satu alat evaluasi bisnis. Data membantu perusahaan merespon perubahan yang lebih cepat.
Anda dapat memanfaatkan data untuk memprediksi tren masa depan, mengidentifikasi perilaku konsumen, dan peluang bisnis baru dengan lebih cepat. Dengan melakukan hal tersebut, Anda berpeluang menciptakan potensi untuk memperoleh keunggulan pasar.
5. Peningkatan Kepuasan Pelanggan
Bisnis fokus dalam memastikan kepuasan pelanggan terjaga. Seperti yang sudah dijelaskan, bahwa data berperan sebagai pembuat keputusan. Keputusan yang dibuat bisa dijadikan strategi produk yang dapat mempengaruhi kepuasan pelanggan. Dengan memanfaatkan informasi yang diperoleh dari data, perusahaan bisa meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan dan tetap kompetitif di pasar.
Baca juga: Pengertian Data Warehouse, Karakteristik, dan Contohnya
Jenis-Jenis Data

Berikut ini jenis-jenis data yang perlu Anda ketahui:
Jenis Data di Bidang Teknologi Informasi
Sebetulnya jenis atau tipe data ada banyak, tapi berikut ini merupakan beberapa contoh tipe data yang paling umum digunakan pada bidang teknologi informasi:
1. Integer (int)
Jenis data integer adalah data yang paling umum digunakan untuk menyimpan angka tanpa komponen pecahan (desimal). Contohnya 501, 0, dan -501.
2. Floating Point (float)
Berbeda dengan data sebelumnya, jenis data ini berisi data dengan angka desimal. Contohnya 30,1 dan -45,2.
3. Character (char)
Jenis data character digunakan untuk menyimpan satu huruf, angka, spasi kosong, tanda baca, dan simbol, seperti & dan @.
4. String (str or text)
String adalah tipe data yang paling umum digunakan untuk menyimpan teks. Data string juga dapat menyimpan angka dan simbol, namun biasanya diperlakukan sebagai teks. Contohnya seperti “Advance Innovation“.
5. Boolean (bool)
Boolean adalah jenis data yang mewakili nilai benar dan salah. Menariknya, pada data jenis ini, nilai boolean juga direpresentasikan sebagai 0 (untuk salah) dan 1 (untuk benar).
6. Enumerated type (enum)
Enum atau Enumerated merupakan jenis data yang berisi sekumpulan konstanta. Enum termasuk dalam jenis data bentukan, karena tipe data ini dibuat sendiri oleh kita. Nilai dari data enumerasi dapat berbentuk teks atau numerik.
Jenis Data Berdasarkan Cara Mendapatkannya
Selain ke enam jenis data di atas, terdapat juga jenis data berdasarkan sumber data atau cara memperolehnya. Jenis data ini terbagi menjadi dua, yaitu:
1. Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari pelanggan melalui kuesioner, survei, wawancara, dan observasi. Kelebihan data primer adalah data tersebut cenderung memiliki tingkat objektivitas yang tinggi, sehingga sulit untuk dimanipulasi. Selain itu, data primer juga dinilai relevan dengan keadaan saat ini.
Namun, kekurangan dari data primer adalah data ini memerlukan waktu dan tenaga yang lebih banyak untuk mengumpulkan data. Hal ini dikarenakan Anda perlu membuat daftar pertanyaan ataupun kuesioner secara mandiri, dan Anda juga perlu menemui responden satu per satu.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang telah ada dan disusun berdasarkan pengaturan tertentu untuk memudahkan pencarian saat Anda membutuhkannya. Data yang berjenis ini termasuk laporan bisnis periode sebelumnya, data hasil analisis perusahaan dan data yang dikumpulkan oleh organisasi perdagangan atau organisasi lainnya.
Data sekunder juga terbagi dua yaitu data internal (berasal dari internal perusahaan) dan data eksternal (data yang berasal dari luar perusahaan atau pihak ketiga). Anda dapat mempelajari lebih lanjut mengenai jenis data ini pada artikel berikut ini “Apa yang Dimaksud dengan Data Primer dan Data Sekunder dalam Bisnis?“
Kelebihan data sekunder adalah data ini lebih murah dan mudah untuk didapatkan, karena Anda tidak perlu mendatangi responden satu per satu. Selain itu, data ini juga dapat digunakan sebagai pelengkap untuk data-data primer yang Anda miliki.
Namun, kekurangan dari data sekunder adalah terkadang, data ini tidak bersifat reliabel, sehingga Anda perlu melakukan validasi secara lebih lanjut terhadap data yang diperoleh. Selain itu, ketika Anda mencari data jenis ini, terdapat kemungkinan bahwa data yang Anda peroleh merupakan data yang sudah lama, sehingga data tersebut sudah tidak relevan.
Jenis Data Berdasarkan Sifat
Berdasarkan sifatnya, data dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu
1. Data Kuantitatif
Data kuantitatif adalah suatu data yang diukur dengan menggunakan satuan ukuran tertentu contoh data ini seperti meter, derajat Celsius, dan kilogram.
2. Data Kualitatif
Adapun yang dimaksud dengan data kualitatif yaitu data yang tidak dapat diukur dengan menggunakan satuan ukuran tertentu. Meskipun demikian data ini masih dapat dikategorikan atau dikelompokkan. Contohnya: data yang berkaitan dengan jenis kelamin, warna, pendapat, serta data yang membahas tentang kualitas pelayanan suatu perusahaan.
Jenis Data Berdasarkan Sumber
Berikut adalah penggolongan data berdasarkan sumbernya:
1. Data Eksternal
Data eksternal adalah informasi yang didapatkan dari sumber di luar organisasi atau area penelitian. Jenis data ini sering digunakan untuk melakukan perbandingan antara satu tempat dengan tempat lainnya. Contohnya meliputi data demografi, penjualan produk dari perusahaan lain, atau jumlah siswa di sekolah lain.
2. Data Internal
Data internal adalah informasi yang dikumpulkan langsung dari dalam organisasi atau area penelitian. Contohnya termasuk data kepuasan pelanggan dari suatu perusahaan atau data karyawan dalam sebuah perusahaan.
Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Penasaran bagaimana cara mengumpulkan dan menganalisis data untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan? Berikut beberapa caranya:
1. Survei Pelanggan
Metode survei pelanggan merupakan salah satu cara yang paling umum digunakan perusahaan untuk mengumpulkan data. Survei dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada pelanggan, baik secara online maupun langsung, guna mengetahui tingkat kepuasan, kebutuhan, atau preferensi mereka terhadap produk atau layanan perusahaan.
Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif dan inferensial, seperti analisis rata-rata, regresi, atau korelasi, untuk memahami tren dan hubungan antar variabel. Informasi dari survei ini penting bagi perusahaan dalam pengambilan keputusan strategis, pengembangan produk, serta peningkatan layanan pelanggan.
2. Wawancara Internal
Wawancara internal dilakukan oleh perusahaan untuk menggali informasi dari karyawan, manajemen, atau pihak internal lainnya. Metode ini berguna untuk memahami proses kerja, hambatan operasional, budaya organisasi, atau efektivitas strategi yang sedang dijalankan. Wawancara bisa bersifat terstruktur, semi-terstruktur, atau tidak terstruktur, tergantung pada tujuan penelitian.
Data yang dikumpulkan dianalisis secara kualitatif dengan pendekatan tematik, yaitu mengelompokkan jawaban berdasarkan tema-tema tertentu yang muncul. Hasil analisis wawancara ini membantu perusahaan dalam merumuskan kebijakan internal yang lebih baik dan meningkatkan produktivitas tim.
3. Analisis Data Transaksi
Perusahaan juga dapat mengumpulkan data melalui sistem transaksi, seperti pembelian, penjualan, inventaris, atau aktivitas pelanggan di platform digital. Data ini bersifat kuantitatif dan biasanya tersimpan secara otomatis dalam sistem database perusahaan.
Untuk menganalisis data transaksi, perusahaan menggunakan metode analisis statistik, data mining, atau business intelligence tools guna mengidentifikasi pola, tren, dan anomali. Misalnya, analisis dapat digunakan untuk menentukan produk terlaris, perilaku belanja pelanggan, atau efektivitas kampanye promosi. Hasil analisis ini sangat penting untuk pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision making).
4. Observasi Operasional
Metode observasi operasional dilakukan dengan cara mengamati langsung aktivitas di lingkungan kerja, seperti proses produksi, pelayanan pelanggan, atau perilaku karyawan. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi potensi masalah, inefisiensi, atau peluang perbaikan dalam operasional perusahaan.
Observasi bisa dilakukan oleh tim internal atau konsultan eksternal. Data yang dikumpulkan akan dianalisis dengan membandingkan kondisi aktual dan standar operasional perusahaan. Hasil dari metode ini biasanya digunakan untuk meningkatkan efisiensi kerja, memperbaiki kualitas produk atau layanan, serta mengurangi biaya operasional.
5. Analisis Dokumen dan Laporan Perusahaan
Perusahaan juga sering mengandalkan analisis dokumen untuk mengumpulkan data, seperti laporan keuangan, laporan tahunan, laporan audit, hingga arsip internal lainnya. Dokumen-dokumen ini memberikan data historis dan informasi yang telah tervalidasi, yang dapat digunakan untuk menilai kinerja perusahaan dari waktu ke waktu.
Analisis dilakukan dengan teknik content analysis atau analisis kuantitatif tergantung jenis data. Misalnya, laporan keuangan dianalisis dengan rasio keuangan untuk mengevaluasi profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas. Metode ini penting untuk mendukung pengambilan keputusan strategis dan memastikan transparansi serta akuntabilitas perusahaan.
Bagaimana Proses Penyimpanan Data?
Kini, istilah data tidak hanya digunakan pada komputer, tapi juga mencakup website dan smartphones. Berbagai platform tersebut memang membutuhkan informasi berupa data dalam pengoperasiannya, bisa berupa teks, audio, atau video. Ada pula data yang tersembunyi, seperti rekaman aktivitas dalam website yang juga dikenal dengan cookies.
Apapun perangkat dan formatnya, proses penyimpanan data tetaplah sama. Pada dasarnya, komputer menyimpan informasi berupa data dalam kode biner yang terdiri dari dua karakter, yaitu 1 dan 0.
Data yang disimpan pun memiliki satuan ukurannya sendiri. Satuan ukuran data yang terkecil adalah bit, ditandai dalam satu nilai biner. Byte adalah satuan yang lebih besar di atasnya, setara dengan 8 bit. Artinya, 1 byte data berisi 8 angka biner.
Satuan byte inilah yang mendasari ukuran data yang sering dikenal, seperti kilobytes (kB), megabytes (MB), gigabytes (GB). Ada juga ukuran terabyte (TB) yang sering ditemukan dalam harddisk. Kesimpulannya, semakin besar ukuran data, semakin banyak rangkaian kode biner yang digunakan.
Baca Juga: Apa Itu Big Data dan Cara Kerja Big Data
Satuan data tidak berhenti sampai di situ, malah semakin berkembang sewaktu-waktu. Satuan yang paling baru adalah brontobyte, yakni penyimpanan data yang setara dengan 1,024 yottabytes. Setiap satuan data bernilai 1,024 kali dari satuan data yang ada di bawahnya.
Rangkaian satuan ukuran data bila diurutkan dari yang paling kecil adalah bit, byte, kilobyte, megabyte, gigabyte, terabyte, petabyte, exabyte, zettabyte, yottabyte, dan brontobyte.
Jadi, apa pengertian data jika dikaitkan di dunia komputer? Data adalah kumpulan informasi yang telah diolah dalam bahasa biner agar bisa diakses. Bagi perusahaan, mengelola data yang cukup banyak sangatlah tidak mudah.
Untuk itu, AdIns hadir dengan aplikasi business intelligence yang membantu pengelolaan data perusahaan. Memantau kinerja perusahaan pun lebih mudah dengan software dari kami, dan Anda tidak perlu lelah dalam membuat laporannya. Hubungi tim kami segera untuk mengajukan demo dari software ini.
